Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga CPO Ambruk 2%, Stok Malaysia Tembus 3 Juta Ton yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Level stok 3 juta ton juga menjadi perhatian pasar.
Artinya, dalam jangka pendek, kenaikan produksi, ditambah lagi dengan persediaan masih menjadi faktor yang lebih dominan menekan harga dibandingkan potensi gangguan pasokan akibat El Niño…
Persediaan diperkirakan mulai turun sekitar Oktober seiring produksi yang memasuki fase penurunan.
Harga pada Jumat pagi telah menyentuh batas bawah rentang tersebut.
Pada saat yang sama, ringgit Malaysia menguat 0,22% terhadap dolar AS, sehingga berdampak pada membuat CPO relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing…
Reuters mencatat kontrak tersebut menguat tipis 3 ringgit atau 0,06% menjadi MYR4.772 per ton.
Berdasarkan data Refinitiv, pada Jumat pukul 11.32 WIB, harga CPO ada di MYR 4675 per ton atau jatuh 2,03%.
Produktivitas kelapa sawit umumnya merespons perubahan cuaca dengan jeda waktu.
Selain itu, selisih harga atau discount CPO terhadap minyak kedelai sekaligus minyak bunga matahari semakin menyempit..
Namun, kecepatan penurunan stok akan sangat bergantung pada permintaan dari pasar utama, terutama India sekaligus China…
Ketika stok terakhir kali berada di atas 3 juta ton pada Desember 2025, harga CPO Malaysia sempat turun ke kisaran MYR4.000 per ton..
CPO cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati lainnya terjadi karena bersaing memperebutkan pangsa pasar global..
mbat, ditambah lagi dengan produksi yang meningkat pada September, salah satu periode puncak produksi minyak sawit Malaysia…
Tekanan terhadap harga CPO juga datang dari membengkaknya persediaan di Malaysia.
Harga soyoil di Chicago Board of Trade turun 0,83%, sementara pelemahan minyak mentah membuat CPO menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel..
Jika tekanan berlanjut, area MYR4.622 per ton menjadi level berikutnya yang perlu diperhatikan..
Meski demikian, harga telah melemah sekitar 3,4% dalam empat sesi perdagangan sebelumnya..
Jakarta, Equityworld Futures – Harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Malaysia kembali tertekan pada perdagangan Jumat (25/9/2026), setelah ditutup relatif stagnan pada perdagangan sebelumnya..
Pelemahan ini berbanding terbalik dengan penguatan 0,08% di MYR 4772 per ton pada penutupan Kamis (24/9/2026)…
Dari sisi teknikal, analis Reuters Wang Tao sebelumnya memperkirakan CPO berpotensi menguji area MYR4.677-MYR4.711 per ton apabila menembus support MYR4.732 per ton.
Kondisi tersebut mendorong sebagian pembeli India mengurangi pembelian minyak sawit, ditambah lagi dengan beralih ke minyak nabati alternatif…
Pelemahan harga minyak kedelai. Di samping itu, minyak mentah menjadi salah satu sentimen negatif bagi CPO juga perlu diperhatikan..
Di tengah peningkatan stok, pasar juga memantau dampak El Niño terhadap produksi.
Harga CPO berpotensi kembali menguat ketika penurunan produksi mulai terlihat. Selain itu, ekspor kembali meningkat…
Persediaan bulanan Malaysia tercatat hanya lima kali menembus level tersebut.
Data cargo surveyor menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia pada 1-20 September turun hingga sekitar 25% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya..
Meski demikian, Tajgir Rahman dari IFFCO menilai risiko penurunan harga dalam jangka pendek relatif terbatas.
Permintaan India bahkan berpotensi melambat mulai Oktober setelah negara importir minyak nabati terbesar dunia tersebut melakukan pembelian agresif pada Agustus. Selain itu, September…
Pelaku industri memperkirakan dampak El Niño terhadap produksi dapat mulai terlihat lebih jelas pada pertengahan 2027..
Pelaku industri memperkirakan stok minyak sawit negara produsen terbesar kedua dunia tersebut berpotensi menembus 3 juta ton pada akhir September, naik dari 2,82 juta ton pada Agustus yang merupakan level tertinggi dalam delapan bulan..
Pada perdagangan Kamis, kontrak acuan CPO pengiriman Desember di Bursa Malaysia Derivatives ditutup nyaris datar.
Kenaikan persediaan terjadi akibat kombinasi ekspor yang mela.
Malaysia mulai mengalami curah hujan di bawah normal,. Akan tetapi dampak cuaca kering terhadap hasil panen sawit sejauh ini belum terlihat. tidak boleh diabaikan..
// .
Perkembangan terkait Harga CPO Ambruk 2%, Stok Malaysia Tembus 3 Juta Ton akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Perkuat Kepercayaan Investor, BEI dan Mitra Dorong Penyesuaian Free Float dan Keterbukaan Data | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | Laba Bersih Pertamina Geothermal Energy Melonjak 40 Persen