0 0
Read Time:4 Minute, 31 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Bikin Cemas! Investor Dunia Ramai-Ramai Menjual Surat Uang Negara Maju yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Kenaikan yield belakangan ini tidak lagi bisa dijelaskan hanya oleh kekhawatiran terhadap defisit,” kata Mike Sanders, kepala investasi pendapatan tetap Madison Investments,, misalnya dikutip CNBCΒ International…

Dampaknya pun cepat atau lambat akan terasa hingga negara berkembang..

Sehari kemudian, Presiden The Fed New York John Williams mengatakan bahwa memperkirakan satu lagi kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun merupakan hal yang “masuk akal”..

Sepanjang perdagangan, yield sempat menyentuh 5,225%, level tertinggi sejak 2007 atau hampir 20 tahun terakhir..

Kenaikan yield tidak hanya terjadi di Negeri Paman Sam.

Yang perlu diwaspadai adalah jika kenaikannya terus berlangsung cepat. Tak hanya itu, semakin banyak peminjam kesulitan membayar utang. turut berperan penting..

Yield naik di tengah kekhawatiran terhadap inflasi, ditambah lagi dengan kemungkinan Federal Reserve atau The Fed kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober..

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang tersebut kemudian berada di kisaran 60%..

// .

Berdasarkan angka CME FedWatch Tool yang dipantau untuk naskah ini, peluang kenaikan sebesar 25 basis poin berada di kisaran 60%..

Hal yang sama berlaku bagi bank, perusahaan asuransi,. Tak hanya itu, dana pensiun yang menyimpan banyak obligasi. turut berperan penting..

Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, mengingatkan bahwa ketika tagihan utang terus membesar, “beban pembayaran utang akan menumpuk. Di samping itu, menyingkirkan pengeluaran lain.” Peringatan itu membahas risiko dalam jangka panjang. juga perlu diperhatikan..

Inggris mengalami kenaikan serupa, dengan yield tenor 10 tahun mencapai 5,38%, level tertinggi sejak 2007..

Yield-nya sempat mencapai 5,50%, tertinggi sejak 2004 atau sekitar 22 tahun terakhir, sebelum ditutup di posisi 5,46%..

“Ketika pasar memperkirakan empat kali kenaikan suku bunga hingga tahun depan, The Fed terdorong memperketat kebijakan pada saat risiko salah mengambil langkah juga meningkat,” ujar Sanders..

Ketika yield naik, harga obligasi yang sudah beredar turun.

Merujuk data Refinitiv, yield US Treasury tenor 10 tahun ditutup di level 5,162% pada perdagangan Kamis (24/9/2026).

Pemerintahnya juga mungkin harus menawarkan bunga lebih tinggi saat menerbitkan obligasi baru..

Peluang kenaikan pada pertemuan Oktober sempat menembus 75%, dari sekitar 49% sepekan sebelumnya.

Saat obligasi AS menawarkan yield lebih tinggi, sebagian investor dapat memindahkan uangnya ke sana.

Banyak perusahaan menghadapi masalah serupa.

Jakarta, Equityworld Futures – Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian..

Mereka harus membayar bunga lebih tinggi saat mencari pinjaman baru atau mengganti utang yang jatuh tempo.

Meski demikian, kenaikan yield belum serta merta langsung berujung pada sebuah krisis.

Jika pendapatan perusahaan se, ditambah lagi dengan g turun, tambahan biaya itu bisa membuat pembayaran utang semakin berat…

Angka ini merupakan rata-rata selama sepekan, bukan akibat kenaikan yield pada Kamis saja..

// .

Yield obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun juga menembus 3,611%, mendekati level tertinggi sejak 2009.

Kenaikan serupa juga terjadi di sejumlah negara maju, termasuk Jepang, Jerman, Prancis,. Tak hanya itu, Inggris. turut berperan penting..

Sementara itu, yield obligasi Prancis tenor yang sama mencapai 4,7%, tertinggi dalam sekitar 18 tahun atau sejak 2008.

Data ekonomi AS turut meningkatkan perkiraan pasar bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga..

“Tekanan fiskal, kondisi ekonomi, geopolitik,, ditambah lagi dengan inflasi dari sisi pasokan kini bertemu dan membawa pasar obligasi ke situasi yang tidak biasa..

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed juga bergerak cepat.

Di Jepang, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun ditutup naik tajam ke level 3,081% pada perdagangan Kamis.

Kenaikan yield di berbagai negara tersebut terjadi ketika pasar obligasi sama-sama menghadapi tekanan dari harga energi, prospek suku bunga,. Tak hanya itu, kebutuhan pembiayaan pemerintah. turut berperan penting..

Obligasi pemerintah sejumlah negara maju juga mengalami tekanan..

Demikian juga pemerintah yang perlu mengeluarkan lebih banyak uang untuk membayar bunga atas utang baru..

Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 1996, atau sekitar 30 tahun terakhir..

Anggota Dewan Gubernur The Fed Michael Barr pada Rabu menyatakan bahwa “penyesuaian kebijakan lebih lanjut” kemungkinan diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke sasaran.

Kenaikan juga terjadi pada obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun.

Rata-rata bunga KPR tetap tenor 30 tahun mencapai 7,03% per 24 September, naik dari 6,95% sepekan sebelumnya, menurut Freddie Mac..

Contohnya, rupiah bisa tertekan. dapat dilihat pada Jika. Selain itu, a asing keluar, mata uang negara berkembang..

Investor yang membeli obligasi itu sebelumnya bisa rugi jika harus menjualnya sekarang.

Yield obligasi AS tenor 10, ditambah lagi dengan 30 tahun melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua dekade atau lebih..

Di AS, kenaikan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun biasanya diikuti kenaikan bunga KPR.

Perkembangan terkait Bikin Cemas! Investor Dunia Ramai-Ramai Menjual Surat Uang Negara Maju akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By