0 0
Read Time:3 Minute, 19 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Bursa Asia Hijau: Ringgit-Yen Perkasa, Rupiah Kok Loyo? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Di tengah penguatan mayoritas mata uang kawasan, rupiah justru masuk zona merah.

Presiden The Fed Philadelphia Anna Paulson mengatakan pengetatan tambahan dalam skala moderat mungkin masih diperlukan, sementara Presiden The Fed New York John Williams menyebut satu kali kenaikan suku bunga lagi dapat dilakukan sebelum akhir tahun..

Harga minyak juga kembali menjadi sorotan pasar saat ini.

Penguatan greenback dalam sepekan terakhir terutama ditopang oleh kenaikan tajam imbal hasil obligasi pemerintah AS. Di samping itu, semakin besarnya ekspektasi bahwa The Federal Reserve/The Fed masih akan menaikkan suku bunga. juga perlu diperhatikan..

Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam pagi ini setelah naik 0,29%.

Laju penguatan dolar AS mulai tertahan pada Jumat pagi.

Sementara hanya dua mata uang yang melemah..

DXY terkoreksi tipis 0,06% ke posisi 101,223 setelah mengalami reli kuat dalam beberapa hari terakhir..

Mata uang Garuda melemah 0,14% ke posisi Rp17.910/US$..

Pasar agresif mengubah perkiraan arah suku bunga setelah The Fed menaikkan bunga pada pekan lalu.

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.07 WIB, dari sembilan mata uang Asia yang dipantau, sebanyak tujuh mata uang menguat terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan juga menguat 0,14%, disusul peso Filipina 0,11%. Di samping itu, dong Vietnam 0,05%. juga perlu diperhatikan..

Brent melonjak lebih dari 3% pada perdagangan Kamis ke level tertinggi dalam sepekan setelah serangan rudal Houthi terhadap Arab Saudi kembali memunculkan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan..

Data ekonomi AS yang masih kuat. Tak hanya itu, risiko inflasi dari kenaikan harga energi kemudian semakin memperkuat keyakinan tersebut. turut berperan penting..

Dolar Taiwan menguat 0,21%, sementara baht Thailand naik 0,18%.

Penguatan terjadi ketika dolar AS terkoreksi tipis pagi ini, meski posisinya masih bertahan di level tinggi..

Kendati demikian, dolar AS masih berada di area tinggi.

// .

Lonjakan yield Treasury ikut menopang dolar AS.

Aksi jual obligasi bahkan sempat membawa imbal hasil Treasury berjangka panjang ke level tertinggi dalam lebih dari 20 tahun..

Sejumlah pejabat The Fed juga kembali menyampaikan nada hawkish.

Kenaikan harga energi berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi. Di samping itu, membuat peluang pengetatan lanjutan The Fed tetap terbuka. juga perlu diperhatikan..

“Walaupun dolar seharusnya mendapat dukungan dari yield yang lebih tinggi, masih ada kekhawatiran mengenai posisi fiskal AS. Tak hanya itu, ketidakpastian dalam pembuatan kebijakan AS,” ujar Khoon Goh, head of Asia research ANZ, dikutip dari Reuters. turut berperan penting..

Dolar Singapura menjadi mata uang lain yang ikut melemah pagi ini dengan koreksi tipis 0,01%..

Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia mampu menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (25/9/2026).

Menurut Goh, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dolar AS kesulitan melanjutkan reli meski imbal hasil obligasi masih meningkat..

Yen Jepang menyusul dengan penguatan 0,25% ke posisi JPY158,43/US$..

DXY telah melesat lebih dari 1% sepanjang pekan. Selain itu, berada di jalur kenaikan mingguan kedua secara beruntun, sesuatu yang terakhir terjadi pada Juni…

Perkembangan terkait Bursa Asia Hijau: Ringgit-Yen Perkasa, Rupiah Kok Loyo? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By