0 0
Read Time:3 Minute, 49 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga CPO Loyo Tapi India Beri Kabar Bahagia Buat Pengusaha Sawit RI yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Produksi minyak sawit Malaysia memang biasanya memasuki periode puncak pada September-Oktober, sementara persediaan pada Agustus telah naik menjadi lebih dari 2,8 juta ton, level tertinggi sepanjang tahun ini..

Kontrak acuan CPO ditutup di level MYR4.768 per ton, turun 42 ringgit atau 0,87% dibandingkan penutupan Selasa (22/9/2026) sebesar RM4.810 per ton..

Eksportir Indonesia dapat memperoleh tambahan permintaan selama harga CPO tetap kompetitif dibandingkan minyak kedelai. Tak hanya itu, minyak bunga matahari. turut berperan penting..

Namun, tekanan dari peningkatan produksi. Tak hanya itu, tingginya stok Malaysia masih menjadi faktor utama yang membatasi ruang kenaikan harga dalam jangka pendek. turut berperan penting..

Oleh sebab itu, komoditas tersebut menjadi lebih kompetitif. Selain itu, berpotensi menggeser sebagian permintaan minyak sawit.. menjadi konsekuensi dari India memangkas tarif minyak bunga matahari lebih besar,..

Jakarta, Equityworld Futures – Harga minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kembali melemah pada perdagangan kemarin, Rabu (23/9/2026), memperpanjang penurunan selama empat sesi perdagangan berturut-turut..

Di tengah tekanan tersebut, sentimen positif datang dari India, salah satu konsumen minyak nabati terbesar dunia.

Kebijakan tersebut berpotensi mendorong impor India.

Peluang semakin terbuka apabila konsumsi minyak nabati India meningkat selama musim festival.

Peningkatan pembelian India berpotensi memberikan dukungan terhadap permintaan CPO..

Contohnya, India, China,. Tak hanya itu, Pakistan masih relatif lemah, membuat peningkatan pasokan berisiko semakin menambah persediaan dan menekan harga CPO. turut berperan penting. dapat dilihat pada Pembelian dari sejumlah pasar utama..

Memasuki perdagangan Kamis (24/9/2026), harga CPO terpantau mulai menguat..

// .

Pasar saat ini memperkirakan stok CPO Malaysia berpotensi menembus 3 juta ton pada akhir September.

India memenuhi hampir dua pertiga kebutuhan minyak nabatinya melalui impor, dengan pasokan antara lain berasal dari Indonesia sekaligus Malaysia..

Sementara itu, resistance terdekat berada di MYR4.799 per ton.

Dari sisi teknikal, analis komoditas Reuters Wang Tao memperkirakan CPO berpotensi kembali menguji level support MYR4.732 per ton.

Setelah memperhitungkan pungutan lainnya, total bea masuk CPO mentah turun menjadi 11% dari 16,5%..

Jika harga mampu menembus level tersebut, CPO berpeluang melanjutkan kenaikan menuju kisaran MYR4.820-RM4.840 per ton..

Bea masuk dasar untuk crude palm oil (CPO). Tak hanya itu, minyak kedelai mentah dipangkas menjadi 5% dari sebelumnya 10% turut berperan penting..

Berdasarkan data RefinitivΒ yang diakses Kamis pukul 09.00 WIB, harga CPO tercatat di RM4.793 per ton, sekitar 0,52% lebih tinggi dibandingkan penutupan sehari sebelumnya..

Dengan posisi harga pagi ini di sekitar MYR4.793 per ton, CPO berada sangat dekat dengan resistance pertama tersebut.

Meski demikian, CPO masih harus bersaing dengan minyak nabati lain.

Jika level tersebut ditembus, harga berpeluang turun menuju kisaran RM4.677-RM4.711 per ton..

Bagi Indonesia, pemangkasan tarif India membuka peluang peningkatan ekspor minyak sawit ke salah satu pasar utama komoditas tersebut..

Pemerintah India memangkas bea masuk minyak nabati, termasuk minyak sawit, minyak kedelai,. Selain itu, minyak bunga matahari untuk menekan harga domestik menjelang musim festival…

Sepanjang September, harga CPO juga telah turun sekitar 4,1% dibandingkan posisi RM4.973 per ton pada awal bulan..

Namun, besarnya peluang tersebut tetap bergantung pada pergerakan harga antarminyak nabati. Selain itu, seberapa kuat peningkatan impor India setelah kebijakan tarif diberlakukan…

Dalam empat sesi terakhir, harga CPO terus bergerak turun dari RM4.936 per ton pada 17 September menjadi MYR4.768 per ton pada 23 September, atau terkoreksi sekitar 3,4%.

Kenaikan produksi tersebut belum diimbangi permintaan yang kuat.

Meski Pelaku industri sebelumnya menahan pembelian sambil menunggu kepastian pemangkasan tarif,, namun diperkirakan kembali meningkatkan impor untuk memenuhi permintaan selama musim festival September-November. tetap penting..

Perkembangan terkait Harga CPO Loyo Tapi India Beri Kabar Bahagia Buat Pengusaha Sawit RI akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By