0 0
Read Time:3 Minute, 48 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar AS Perkasa: Bikin Rupiah-Won Tumbang, Hanya Yen dan Dong Selamat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Kondisi ini memperlihatkan pasar yang tengah memburu aset berdenominasi dolar AS. Tak hanya itu, pada gilirannya membuat ruang penguatan bagi mata uang negara lain termasuk mata uang Asia semakin sempit.  turut berperan penting..

Berdasarkan data LSEG, peluang kenaikan setidaknya 25 basis poin melonjak menjadi sekitar 70%, dari sekitar 53% sebelum data tersebut dirilis..

Indeks dolar AS (DXY) memang terpantau melemah 0,09% ke posisi 101,189,. Akan tetapi masih bertahan jauh di atas level 100. tidak boleh diabaikan..

Komentar sejumlah pejabat The Fed juga menunjukkan pengetatan lebih lanjut masih berada dalam agenda..

Indeks awal S&P Global US Composite PMI naik menjadi 58,4 pada September, tertinggi sejak Juli 2021, dari 56,0 pada Agustus.

Menurut Haddad, penguatan dolar merupakan kelanjutan dari respons pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed yang hawkish pada pekan lalu.

“Ini soal suku bunga sekarang,” ujar Elias Haddad, global head of markets strategy Brown Brothers Harriman, dikutip dari Reuters..

Sejak The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00% pada pekan lalu, sejumlah pejabat bank sentral AS kembali membuka peluang kenaikan lanjutan apabila inflasi belum mereda..

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali, ditambah lagi dengan negosiasi tidak akan dilakukan selama persyaratan Iran belum dipenuhi…

Tekanan terhadap mata uang Asia pagi ini masih banyak dipengaruhi oleh dinamika dolar AS.

Mata uang Garuda melemah 0,59% ke posisi Rp17.900/US$..

Posisi tersebut terjadi setelah dolar AS melesat pada perdagangan Rabu kemarin.

Penguatan dolar AS mendapat tenaga dari semakin besarnya ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) belum selesai menaikkan suku bunga..

Data itu kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober.

Rupiah menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia pagi ini.

Dolar AS mendapat dorongan tambahan dari data ekonomi yang kuat.

// .

Ringgit Malaysia juga terkoreksi 0,25%, sementara dolar Taiwan turun 0,20%..

Walaupun Harapan tercapainya perdamaian di Timur Tengah sempat menekan harga minyak,, sentimen berbalik setelah Iran kembali meragukan kemajuan perundingan. masih menjadi prioritas..

Won Korea Selatan menyusul dengan pelemahan 0,35% ke KRW 1.379,56/US$.

Menurutnya, The Fed kemungkinan masih perlu menaikkan suku bunga lagi..

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.25 WIB, delapan dari 10 mata uang Asia yang dipantau melemah terhadap dolar AS.

Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia gagal menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (24/9/2026).

Kenaikan tersebut ditopang lonjakan pesanan baru..

Gubernur The Fed Michael Barr pada Rabu mengatakan kenaikan bunga pekan lalu merupakan langkah penting untuk menyesuaikan kembali biaya pinjaman jangka pendek sekaligus menekan inflasi..

Dong Vietnam juga masih mampu menguat tipis 0,03%..

DXY sebelumnya menguat 0,51% ke 101,06. Di samping itu, sempat menyentuh 101,23, level tertinggi sejak 29 Juli juga perlu diperhatikan..

Baht Thailand melemah 0,12%, peso Filipina turun 0,10%, yuan China terkoreksi 0,09%,. Di samping itu, dolar Singapura melemah 0,07%. juga perlu diperhatikan..

Di sisi lain, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam setelah naik 0,24% ke JPY 157,92/US$.

Meski Dolar AS memang terkoreksi tipis pagi ini,, namun masih bertahan di level tinggi setelah melonjak pada perdagangan sebelumnya. tetap penting..

Kenaikan harga energi kembali memunculkan kekhawatiran inflasi.

Harga minyak juga kembali menjadi perhatian.

Hal ini disebabkan oleh guncangan energi saat ini berpotensi menjadi sumber inflasi yang lebih persisten., akibatnya Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee bahkan memperingatkan bahwa bank sentral perlu berhati-hati..

Perkembangan terkait Dolar AS Perkasa: Bikin Rupiah-Won Tumbang, Hanya Yen dan Dong Selamat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By