0 0
Read Time:4 Minute, 33 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Separuh Minyak Dunia Diborong Asia, Hormuz Jadi Titik Kritis yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Gangguan di jalur pelayaran strategis itu menunjukkan betapa rentannya negara-negara yang masih bergantung pada impor minyak..

Namun, impor China mulai tertekan ketika harga minyak melonjak akibat gangguan di Selat Hormuz..

Di tengah ketidakpastian pasokan, China justru terus memperkuat ca, ditambah lagi dengan gan minyaknya..

EIA mencatat ekspor AS mencapai sekitar 10,7 juta barel per hari, mencakup minyak mentah. Tak hanya itu, produk minyak. turut berperan penting..

Total impor mencapai sekitar 13,8 juta barel per hari, setara 18,1% dari total impor minyak dunia..

Pada 2025, sekitar 57% impor minyak mentah AS berasal dari Kanada, yang menjadi pemasok utama bagi kilang-kilang AS..

Penurunan semakin tajam pada kuartal II 2026, ketika aliran minyak melalui Hormuz anjlok menjadi sekitar 4,9 juta barel per hari..

Jika digabungkan, lima negara importir terbesar menyumbang sekitar 46% impor minyak dunia..

Perhitungan mencakup minyak mentah, termasuk lease condensate, serta produk minyak olahan..

EIA mencatat volume minyak. Di samping itu, cairan petroleum yang melewati Hormuz turun dari 21,6 juta barel per hari pada kuartal IV 2025 menjadi sekitar 14,9 juta barel per hari pada kuartal I 2026. juga perlu diperhatikan..

Lebih dari separuh impor minyak dunia mengalir ke kawasan ini, dengan China, India, Jepang,. Selain itu, Korea Selatan menjadi pembeli utama…

Dengan demikian, besarnya impor tidak selalu berarti sebuah negara kekurangan minyak.

Gangguan pasokan juga merembet ke pasar lain.

Besarnya ketergantungan Asia terhadap Hormuz membuat gangguan di selat tersebut langsung terasa pada arus perdagangan minyak global..

Namun, AS juga merupakan eksportir minyak besar.

India mengimpor sekitar 6,2 juta barel per hari pada 2025, disusul Korea Selatan 3,8 juta barel. Di samping itu, Jepang 3,3 juta barel per hari. juga perlu diperhatikan..

Data tersebut memperlihatkan betapa pentingnya Asia dalam peta perdagangan minyak dunia.

Secara regional, Asia-Pasifik mengimpor sekitar 38,2 juta barel per hari, atau sekitar 50,1% dari total impor minyak dunia..

Saudi Aramco menyatakan akan mengurangi ekspor minyak mentah ke pembeli di Eropa pada Oktober setelah gangguan pada jaringan pipa East-West akibat serangan drone membuat jalur tersebut tidak dapat beroperasi secara normal..

Menurut US Energy Information Administration (EIA), impor minyak mentah China pada kuartal II 2026 menurun, salah satunya akibat berkurangnya pasokan dari Irak..

Contohnya, Selat Hormuz berpotensi merembet ke harga energi, biaya transportasi hingga aktivitas industri di berbagai negara. dapat dilihat pada Ketergantungan inilah yang membuat gangguan di jalur strategis..

Jakarta, Equityworld Futures – Selat Hormuz kembali menjadi titik rawan pasar energi dunia pada 2026.

Di sisi lain, sebagian produksi minyak AS yang memiliki karakteristik berbeda diekspor ke pasar yang membutuhkan jenis minyak tersebut..

China menjadi importir terbesar, sementara India, Jepang,, ditambah lagi dengan Korea Selatan ikut mendorong Asia menjadi tujuan utama minyak global…

Besarnya angka tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan konsumsi domestik.

Pada paruh pertama 2025, sekitar 89,2% minyak mentah. Tak hanya itu, kondensat yang melewati Hormuz mengalir menuju pasar Asia turut berperan penting..

Besarnya ca. Tak hanya itu, gan tersebut menjadi salah satu bantalan China ketika pasokan global terganggu. turut berperan penting..

China, India, Jepang,. Selain itu, Korea Selatan menjadi empat tujuan terbesar, dengan gabungan sekitar 74% dari seluruh aliran minyak mentah dan kondensat melalui selat tersebut…

China menjadi negara dengan impor minyak terbesar di dunia pada 2025.

Sementara itu, Indonesia berada di posisi ke-13 dengan impor sekitar 1,4 juta barel per hari, atau sekitar 1,9% dari total dunia..

Singapura juga masuk jajaran importir besar dengan sekitar 2,8 juta barel per hari, meski kebutuhan pasar domestiknya relatif kecil..

Alasannya adalah perbedaan jenis minyak, kebutuhan kilang, lokasi produksi, serta pasar tujuan. sehingga berdampak pada Impor. Di samping itu, ekspor dalam jumlah besar tersebut dapat terjadi secara bersamaan. juga perlu diperhatikan…

Struktur kilang, jenis minyak, lokasi produksi, jalur perdagangan, sekaligus posisi suatu negara dalam perdagangan energi global ikut menentukan arus impor dan ekspor…

// .

Ketergantungan tersebut membuat Selat Hormuz menjadi sangat strategis bagi Asia..

Sebagian minyak yang masuk ke China juga digunakan untuk mengisi ca. Di samping itu, gan strategis. juga perlu diperhatikan..

Data OPEC Annual Statistical Bulletin 2026 menunjukkan negara-negara dengan impor minyak terbesar pada 2025.

EIA memperkirakan ca. Di samping itu, gan minyak China mencapai sekitar 1,49 miliar barel pada kuartal II 2026. juga perlu diperhatikan..

Amerika Serikat (AS) berada di posisi kedua sebagai importir minyak dunia dengan sekitar 7,9 juta barel per hari pada 2025..

Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan di satu jalur perdagangan strategis dapat dengan cepat menjalar ke pasar energi di berbagai kawasan..

Perkembangan terkait Separuh Minyak Dunia Diborong Asia, Hormuz Jadi Titik Kritis akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By