Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mayoritas Asia Keok Lawan Dolar, Rupiah Justru Tampil Perkasa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pagi ini.
Brent berada di kisaran US$99,22 per barel setelah sebelumnya sempat menembus US$100.
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (23/9/2026). .
Harga minyak juga masih menjadi perhatian pasar.
BOJ memang telah menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun.
“Dukungan terhadap dolar dari sisi suku bunga terlihat cukup bertahan.
Namun, dua suara berbeda, ditambah lagi dengan tidak adanya sinyal yang tegas mengenai kecepatan kenaikan bunga berikutnya membuat pasar masih meragukan seberapa agresif BOJ akan mengetatkan kebijakan…
Sejumlah pejabat The Fed telah membuka kemungkinan pengetatan lanjutan setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga pada pekan lalu..
Indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.25 WIB terpantau menguat 0,06% ke posisi 100,662..
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.20 WIB, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak enam mata uang melemah terhadap dolar AS.
// .
Harapan muncul bahwa diplomasi dalam Si. Tak hanya itu, g Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dapat membuka jalan menuju penyelesaian konflik di Timur Tengah. turut berperan penting..
Won Korea Selatan menyusul dengan kenaikan 0,10%, sementara ringgit Malaysia menguat tipis 0,02%..
DXY berada di sekitar level terkuat dalam dua bulan terakhir.
Namun, pasar berjangka sudah memperhitungkan pengetatan lebih besar dibandingkan proyeksi The Fed sendiri,. Akibatnya, dolar kini membutuhkan konfirmasi dari data,” ujar Kieran Williams, head of Asia FX Intouch Capital Markets, dikutip dari Reuters…
Yen Jepang juga terkoreksi cukup dalam sebesar 0,15%..
Penurunan harga minyak dari level puncaknya sedikit meredakan kekhawatiran inflasi.
Walaupun Hal ini disebabkan oleh belum ada kepastian mengenai kemungkinan penyelesaian konflik,” ujar Michael Wan, analis mata uang MUFG, dikutip dari Reuters., akibatnya “Kabar baiknya adalah harga minyak sudah sedikit turun dari level tertingginya,, arah selanjutnya masih belum jelas. masih menjadi prioritas..
Peso Filipina melemah 0,09%, disusul dolar Singapura yang turun 0,07%.
Di sisi lain, baht Thailand menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam setelah melemah 0,24%.
Dolar AS masih mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dapat kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi belum juga mereda..
Yuan China sekaligus dolar Taiwan masing-masing terkoreksi 0,04% dan 0,03%…
Sementara tiga mata uang menguat. Selain itu, satu lainnya stagnan…
Pasar masih berhati-hati terhadap kemungkinan intervensi setelah kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) pada pekan lalu dinilai belum cukup hawkish..
Pergerakan mata uang Asia pagi ini masih banyak dipengaruhi oleh dinamika dolar AS.
Yen Jepang juga kembali menjadi perhatian.
Namun, arah konflik masih belum pasti. Akibatnya, pasar belum sepenuhnya meninggalkan risiko kenaikan harga energi…
Mata uang Garuda menguat 0,12% ke posisi Rp17.829/US$. Penguatan rupiah terjadi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada hari ini..
Perkembangan terkait Mayoritas Asia Keok Lawan Dolar, Rupiah Justru Tampil Perkasa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Futures Surabaya – Wall Street Menguat di Tengah Ketegangan Baru AS-Iran
- Equityworld Trillium Surabaya – Emas Safe Haven, Kenaikan Terbatas di Tengah Gejolak Pasar Global