0 0
Read Time:2 Minute, 33 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Perak Bergairah Saat Dolar Perkasa, Kok Bisa? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Harga minyak mentah anjlok 2% pada Jumat sejalan dengan mere sekaligus ya kekhawatiran mengenai gangguan pasokan dari Arab Saudi..

The Federal Reserve (The Fed) pada Rabu menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4% pada Rabu pekan ini. Di samping itu, mengisyaratkan masih adanya kemungkinan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. juga perlu diperhatikan..

Alasannya adalah langsung terkait dengan laju inflasi sekaligus bisa berimbas besar kepada suku bunga.. Akibatnya, Dua anomali menunjukkan jika pergerakan harga minyak kini sangat dicermati pasar….

Namun, risiko guncangan pasokan minyak dari Timur Tengah masih menjadi perhatian utama pasar..

“Investor logam mulia sebelumnya telah memperkirakan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS). Selain itu, mengambil banyak posisi short untuk memanfaatkan potensi aksi jual emas..

Posisi-posisi tersebut kini dengan cepat ditutup,” ujar Chris Gaffney, dikutip dari Reuters, Minggu (20/9/2026)..

Indeks dolar masih bertahan di level 100 untuk tiga hari beruntun sementara imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun tetap menembus 5% atau level tetringgi sejak 2007..

Menurut perangkat CME FedWatch, pelaku pasar kini melihat peluang sekitar 55% untuk kenaikan suku bunga AS berikutnya ketika para bank sentral bertemu pada Oktober 2026..

Merujuk Refinitiv, harga perak di perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (18/6/2026) ditutup di posisi US$66,23 per troy ons, melesat 1,6% dari perdagangan sehari sebelumnya.

Selain itu, kenaikan perak sejalan dengan kenaikan emas, meski dolar AS bergerak cukup liar di pekan ini.

Penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan terhadap kekhawatiran inflasi.

// .

Oleh sebab itu, Chris Gaffney, Presiden World Markets di EverBank, menjelaskan penurunan harga minyak mengurangi tekanan inflasi terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah minyak menjadi pendorong utama inflasi secara keseluruhan.,..

Layaknya emas, perak juga tidak menawarkan imbal hasil, sehingga berdampak pada kenaikan imbal hasil US Treasury biasanya akan membuat emas sekaligus perak cenderung tidak menarik….

Jakarta, Equityworld Futures – Harga perak terpantau bergairah sepanjang pekan ini, ditopang melemahnya harga minyak yang membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang berkepanjangan..

Sepanjang pekan ini, harga perak melonjak 2,76% secara point-to-point (ptp)..

Perkembangan terkait Perak Bergairah Saat Dolar Perkasa, Kok Bisa? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By