Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait The Fed “Membakar” Mata Uang Asia; Rupiah-Ringgit Jatuh, 2 Negara Aman yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Baht Thailand menjadi mata uang yang paling tertekan pagi ini.
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.19 WIB, tekanan dolar AS terasa cukup merata di Asia.
Keputusan ini juga diambil secara bulat oleh 12 anggota FOMC..
Pergerakan mata uang Asia pagi ini masih dibayangi penguatan dolar AS.
Karl Schamotta, chief market strategist Corpay, menilai kenaikan suku bunga yang tegas. Tak hanya itu, didukung seluruh anggota FOMC dapat membantu memulihkan keyakinan pasar terhadap komitmen The Fed dalam memerangi inflasi. turut berperan penting..
Dari 10 mata uang yang dipantau, delapan mata uang melemah terhadap dolar AS, sementara hanya dua mata uang yang mampu menguat..
Sikap The Fed yang lebih tegas membuat dolar AS kembali menguat.
Dong Vietnam turun 0,10% ke VND 26.024/US$, disusul dolar Taiwan yang terkoreksi 0,09% ke TWD 31,86/US$..
Yuan China melemah 0,06% ke CNY 6,7103/US$, sementara peso Filipina turun tipis 0,01% ke PHP 62,728/US$..
Yen Jepang juga bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,08% ke JPY 156,14/US$..
The Fed resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%.
Dot plot, The Fed menunjukkan 16 dari 18 pejabat memperkirakan setidaknya masih ada satu kali kenaikan suku bunga lagi sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun ini..
Di tengah tekanan tersebut, dolar Singapura masih mampu menguat 0,09% ke SGD 1,277/US$.
Kenaikan tersebut menjadi kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak Juli 2023 atau lebih dari tiga tahun terakhir.
Hari ini, FOMC memutuskan bahwa standar tersebut belum terpenuhi,” ujar Warsh, dikutip dari CNBC International..
Indeks dolar AS (DXY) pada pagi ini masih terpantau menguat 0,07% ke posisi 100,324..
“Keputusan bulat hari ini adalah sinyal paling jelas bahwa The Fed di bawah Warsh bersatu, berbasis data,. Selain itu, bersedia bertindak,” ujar Krakauer, dikutip dari Reuters…
Baht melemah 0,39% ke posisi THB 33,41/US$..
Won Korea Selatan juga masuk daftar mata uang dengan tekanan cukup besar setelah melemah 0,29% ke KRW 1.380,8/US$.
Pernyataan, ditambah lagi dengan proyeksi terbaru The Fed membuka peluang suku bunga bergerak ke kisaran 4,00%-4,25% pada akhir tahun ini…
David Krakauer, vice president of portfolio management Mercer Advisors, menilai keputusan bulat FOMC menjadi sinyal kuat bahwa The Fed di bawah Warsh siap bertindak untuk menahan inflasi..
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia mayoritas melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (17/9/2026).
Ia menyebut inflasi masih terlalu tinggi, ditambah lagi dengan telah bertahan pada level tersebut terlalu lama…
Tekanan datang setelah bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) resmi menaikkan suku bunga. Di samping itu, membuka peluang kenaikan lanjutan hingga akhir tahun. juga perlu diperhatikan..
“Kenaikan tegas hari ini, yang didukung seluruh anggota FOMC, ditambah lagi dengan disertai peningkatan proyeksi dalam dot plot, seharusnya membantu memulihkan kepercayaan terhadap komitmen The Fed dalam melawan inflasi dan menghapus hambatan besar yang selama ini menahan dolar,” ujar Schamotta, dikutip dari Reuters…
DXY melanjutkan penguatan setelah pada perdagangan sebelumnya menguat 0,63%.
Kebijakan yang diambil hari ini diharapkan dapat mendukung kembalinya inflasi ke target The Fed sebesar 2% secara lebih cepat,” tulis The Fed dalam rilis resminya..
Tekanan berikutnya turut dirasakan oleh rupiah. Di samping itu, ringgit Malaysia yang sama-sama melemah 0,31% juga perlu diperhatikan..
Keputusan ini diumumkan pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia, setelah FOMC menggelar rapat selama dua hari..
// .
Posisi DXY yang sudah kembali berada di atas level 100 menunjukkan dolar AS kembali mendapat tenaga besar setelah keputusan The Fed..
Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan stabilitas harga masih menjadi fokus utama bank sentral AS.
“Kami harus yakin bahwa inflasi yang mendasari bergerak menuju target kami secara jelas sekaligus dengan kecepatan yang memadai..
// .
Rupiah turun ke posisi Rp17.730/US$, se. Selain itu, gkan ringgit Malaysia bergerak ke MYR 4,095/US$…
Dolar AS juga mendapat dorongan dari sinyal bahwa kebijakan moneter AS masih bisa lebih ketat hingga tahun depan.
Perkembangan terkait The Fed “Membakar” Mata Uang Asia; Rupiah-Ringgit Jatuh, 2 Negara Aman akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Mengapa Thailand Dijuluki Tanah Beras? Ini Rahasianya | Equityworld Futures
- MA “Jegal” Trump! Aturan 3 Tarif Ini Dibatalkan, 3 Bisa Lanjut Terus | Equityworld Futures