Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dalam Hitungan Jam, Dunia Bisa Berubah Total: Ini 5 Sinyal The Fed yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
CNBC Indonesia telah merangkum setidaknya ada lima hal yang akan menjadi perhatian utama pelaku pasar:.
FOMC kali ini sekaligus akan menjadi ujian terbesar bagi Kevin Warsh..
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang lebih dari 90% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Perbedaan suara tersebut menunjukkan dorongan untuk menaikkan bunga sudah muncul sejak Juli.
Pada FOMC Juni, Warsh mendorong pejabat lain tetap menyerahkan proyeksinya,. Akan tetapi memilih tidak memasukkan perkiraan pribadinya. tidak boleh diabaikan..
// .
Setelah tekanan harga kembali meningkat, dukungan terhadap kenaikan diperkirakan semakin besar..
Jika bunga dinaikkan menjadi 3,75%-4,00% pada September, perkiraan tersebut telah terpenuhi.
Menurut Warsh, proyeksi suku bunga dapat membuat pasar terlalu bergantung pada petunjuk The Fed.
Keputusan itu ditentang oleh tiga pejabat, yakni Beth Hammack, Lorie Logan,. Tak hanya itu, Neel Kashkari, yang menginginkan kenaikan sebesar 25 basis poin. turut berperan penting..
Meski hasilnya terlihat semakin mudah diperkirakan, FOMC September tetap menyimpan banyak hal yang perlu dicermati.
Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 15-16 September 2026 tersebut menjadi pertemuan ketiga yang dipimpin Kevin Warsh sejak resmi menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed pada Mei lalu..
Masalahnya, kenaikan harga juga tidak hanya terjadi pada beberapa kelompok barang.
Selandia Baru sekaligus Korea Selatan menjadi contoh dengan menaikkan bunga masing-masing secara kumulatif sebesar 50 basis poin sejak awal semester II-2026..
Menaikkan suku bunga memang tidak akan langsung membuat harga minyak turun.
Inflasi konsumen masih naik 0,4% secara bulanan pada Agustus, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2% pada Juli..
“Jika suku bunga tidak dinaikkan ketika pasar sudah memperkirakannya, lalu kapan?” ujar Holt, dikutip dari Reuters..
Ekonom Scotiabank Derek Holt menilai besarnya ekspektasi pasar turut mempersempit pilihan The Fed..
Hal ini penting untuk melihat seberapa khawatirnya The Fed terhadap meningkatnya harga minya, untuk membaca pola kebijakan The Fed ke depannya. .
Peluang tersebut meningkat tajam dari sekitar 60% pada lalu.
“Saya tidak memberikan proyeksi sendiri, sesuai dengan pan, ditambah lagi dengan gan saya sejak lama terhadap bentuk SEP saat ini,” ujar Warsh…
Jika tidak, bank sentral masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan..
Sementara inflasi inti yang tidak memasukkan harga makanan, ditambah lagi dengan energi naik 0,3% secara bulanan dan 2,4% secara tahunan…
Jika The Fed ikut menaikkan bunga, AS akan menambah panjang daftar negara yang kembali memperketat kebijakan untuk menghadapi tekanan inflasi..
Meskipun secara tahunan, inflasi konsumen masih bertahan di level 3,4%.
Namun, hasil pemungutan suara memperlihatkan seberapa kuat dukungan di balik keputusan tersebut..
Pasar pun akan melihat apakah dot plot terbaru masih membuka ruang bagi kenaikan berikutnya..
Untuk mengetahui arah berikutnya, pasar akan melihat dot plot terbaru..
Inflasi PCE mencapai 3,7% secara tahunan pada Juli, se. Tak hanya itu, gkan core PCE berada di level 3,3% turut berperan penting..
Apakah satu kali kenaikan bunga dinilai cukup, berapa lama bunga perlu bertahan di level tinggi, serta perkembangan data apa yang dibutuhkan sebelum The Fed menghentikan pengetatan..
Contohnya, apa pekerjaan tersebut akan dijalankan dapat dilihat pada Pasar pun menunggu..
Namun, keputusan tersebut dapat mengejutkan pasar terjadi karena sangat berbeda dari perkiraan yang sudah terbentuk…
Dalam pidatonya di Jackson Hole, Warsh mengatakan 54% barang. Di samping itu, jasa dalam perhitungan PCE mengalami kenaikan harga lebih dari 3% sepanjang setahun terakhir. juga perlu diperhatikan..
Padahal, arah kebijakan bisa berubah ketika kondisi ekonomi ikut berubah..
Sebagai informasi, The Fed bukan satu-satunya bank sentral yang menghadapi tekanan untuk memperketat kebijakan.
Pilihan untuk mempertahankan bunga memang belum tertutup.
“Target stabilitas harga The Fed sebesar 2%, yang diukur menggunakan indeks harga PCE, bersifat tegas. Di samping itu, tetap,” ujar Warsh dalam pidatonya pada 28 Agustus 2026. juga perlu diperhatikan..
The Fed akan memilih antara mempertahankan bunga di kisaran 3,50%-3,75% atau menaikkannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%..
Jika perkiraan tersebut terbukti, suku bunga acuan akan naik menjadi 3,75%-4,00%..
Pasar juga menunggu penjelasan Warsh mengenai cara The Fed membawa inflasi kembali menuju target 2%..
Namun, keputusan kali ini diperkirakan akan berbeda..
Kebijakan tersebut hanya dapat menahan permintaan. Tak hanya itu, mencegah kenaikan biaya energi menyebar semakin luas. turut berperan penting..
Peluang kenaikan berikutnya pun dapat tetap terbuka..
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan inflasi telah menyebar cukup luas, ditambah lagi dengan tidak hanya berasal dari makanan atau energi…
Selain keputusan suku bunga, perhatian selanjutnya ada pada pan sekaligus gan Kevin Warsh mengenai lonjakan harga minyak…
Pasar kini akan melihat apakah kenaikan September disetujui secara bulat atau masih ditentang oleh pejabat yang ingin menunggu lebih lama..
Namun, ada hal menarik di balik dot plot kali ini.
Jika keputusan diambil secara bulat, The Fed memberikan pesan kuat bahwa para pejabat memiliki kekhawatiran yang sama terhadap inflasi.
Warsh sebelumnnya sempat memberikan sedikit petunjuk dalam pidatonya di Jackson Hole pada 28 Agustus 2026..
Kevin Warsh justru dikenal tidak menyukai cara The Fed memberikan proyeksi suku bunga..
Dalam dua rapat sebelumnya, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%.
// .
Keputusan suku bunga menunjukkan langkah yang diambil The Fed.
Jawaban Warsh akan menentukan apakah kenaikan bunga pada September menjadi langkah yang berdiri sendiri atau awal dari upaya yang lebih panjang untuk mengembalikan inflasi ke level 2%..
“Kenaikan harga komoditas secara keseluruhan belakangan ini juga perlu diperhatikan,” ujar Warsh..
Tekanan yang lebih besar terlihat dari indeks harga personal consumption expenditures (PCE), ukuran inflasi yang paling diperhatikan The Fed..
Sebaliknya, munculnya suara yang menginginkan bunga tetap menunjukkan perdebatan belum berakhir.
Keputusan September hanya menjawab langkah The Fed saat ini.
Pada FOMC Juli, The Fed mempertahankan suku bunga.
Seperti diketahui, data terkini menunjukkan tekanan harga di AS belum juga mereda.
// .
Keduanya masih jauh di atas target The Fed sebesar 2%..
Dalam proyeksi Juni, posisi tengahnya berada di level 3,8%, yang menggambarkan satu kali kenaikan bunga sepanjang 2026..
Harga minyak Brent kembali mendekati US$110 per barel setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas yang bahkan eskalasinya semakin luas.
// .
Jakarta, Equityworld Futures – Pasar keuangan dunia kembali menantikan keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed), yang akan diumumkan pada Rabu (16/9/2026) waktu AS atau Kamis (17/9/2026) dini hari waktu Indonesia..
Lantas, apa saja yang paling dinantikan pasar dari FOMC September?.
Kenaikan tersebut terjadi hanya dalam hitungan hari menjelang rapat FOMC..
Karena itu, pasar akan mencermati apakah Warsh melihat lonjakan minyak sebagai gangguan sementara atau sebagai awal dari tekanan harga yang lebih panjang..
Kondisi tersebut dapat memperkuat pan. Tak hanya itu, gan bahwa kenaikan September hanya menjadi langkah satu kali, bukan awal dari rangkaian kenaikan baru. turut berperan penting..
Keputusan itu juga menjadi perubahan suku bunga pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh..
Jika sesuai dengan ekspektasi pasar yang cukup yakin suku bunga akan dinaikkan, langkah tersebut akan menjadi kenaikan bunga pertama The Fed sejak Juli 2023.
Perubahan yang berlangsung dalam waktu singkat menunjukkan betapa cepatnya pan, ditambah lagi dengan gan pasar terhadap kebijakan The Fed bergeser…
Perhatian pertama tentu tertuju pada keputusan suku bunga.
Warsh juga menegaskan bahwa The Fed harus yakin inflasi bergerak menuju target secara jelas sekaligus dengan kecepatan yang memadai..
Keputusan kali ini dapat menjadi titik penting bagi arah kebijakan moneter AS..
Lonjakan minyak dapat membuat upaya The Fed menurunkan inflasi menjadi semakin sulit.
Dot plot merupakan kumpulan perkiraan pejabat The Fed mengenai posisi suku bunga pada akhir tahun.
Sejumlah bank sentral dunia telah lebih dahulu menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan terakhir..
Islandia. Selain itu, Filipina menambah suku bunga sebesar 25 basis poin, sedangkan European Central Bank menaikkan bunga pada September dan segera diikuti oleh Denmark…
Perkembangan terkait Dalam Hitungan Jam, Dunia Bisa Berubah Total: Ini 5 Sinyal The Fed akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam-Antam Retro Hari Ini 24 Agustus 2026
- Purbaya Bicara BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Melonjak | Equityworld Futures