Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Perang Trump vs Bos Fed Memanas, Pilih Lawan Inflasi atau Gedung Putih yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Inflasi inti naik 0,3% secara bulanan, menjadi kenaikan terbesar sejak April 2026..
“Turunkan suku bunga atau saya akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang membuat kami mengalami defisit,” tulis Trump melalui Truth Social pada Jumat (4/9/2026), dikutip dari Reuters..
Tekanan harga juga terlihat ketika komponen pangan, ditambah lagi dengan energi dikeluarkan dari perhitungan..
Contohnya, yang sebelumnya dikhawatirkan dapat dilihat pada Ledakan investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sejauh ini juga belum memicu gelombang pemutusan hubungan kerja..
Namun, salah satu penyebabnya adalah investor mulai memperkirakan suku bunga harus bertahan tinggi atau kembali dinaikkan untuk meredam inflasi.
Namun, The Economist juga menilai bahwa The Fed tidak dapat begitu saja mengandalkan kemungkinan tersebut..
Pembelian kembali itu dapat dilihat sebagai upaya memanfaatkan harga obligasi yang se. Selain itu, g murah..
Peluang kenaikan sebesar 25 basis poin sempat melonjak menjadi 91%, sebelum kembali bergerak ke sekitar 87%.
Meski Angka tersebut tidak berubah dibandingkan Juli,, namun masih jauh berada di atas target inflasi The Fed sebesar 2%. tetap penting..
Tekanan tersebut menempatkan Warsh dalam posisi sulit.
Setelah pengalaman panjang tersebut, terlalu cepat menganggap tekanan harga telah berakhir justru dapat menjadi kesalahan..
// .
Tiga dari 12 anggota FOMC memilih menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin..
Pembangunan pusat data serta belanja perangkat keras. Tak hanya itu, perangkat lunak justru ikut menciptakan pekerjaan dan mendorong investasi. turut berperan penting..
Trump kembali menegaskan keinginannya menjelang pertemuan The Fed.
Secara tahunan, inflasi inti memang melandai dari 2,5% menjadi 2,4%.
Namun, keputusan tersebut tidak diambil secara bulat.
Pasar juga menunggu ketegasan Warsh dalam menghadapi tekanan dari Presiden AS Donald Trump yang terus meminta suku bunga diturunkan..
Penyaluran kredit terus berjalan sekaligus pasar saham masih bergairah…
Inflasi bukan satu-satunya alasan untuk menaikkan suku bunga.
FOMC September ini akan menjadi kali ketiga Kevin Warsh memimpin pertemuan sejak menjabat sebagai Ketua The Fed.
Te. Akan tetapi lebih akan mmenguji keseriusan Warsh dalam menghadapi inflasi yang belum kembali ke sasaran The Fed. tidak boleh diabaikan..
“Amerika Serikat seharusnya membayar suku bunga paling rendah di dunia,” ujar Trump..
Sehari sebelum data CPI keluar, peluangnya masih sebesar 72%..
Pada saat yang sama, kredit masih mengalir. Di samping itu, pasar saham bergerak di level tinggi. juga perlu diperhatikan..
Dengan kondisi tersebut, risiko ekonomi AS kembali terlalu panas dinilai lebih besar dibandingkan ancaman perlambatan ekonomi..
Inflasi masih bertahan di atas sasaran The Fed sebesar 2%.
Kenaikannya lebih tinggi dibandingkan Juli yang hanya sebesar 0,1%..
Dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September 2026, Warsh harus memilih antara mempertahankan suku bunga atau mulai melakukan pengetatan dengan menaikannya..
Kenaikan harga energi menjadi pendorong utama.
Ekonomi juga terus tumbuh, tingkat pengangguran rendah,, ditambah lagi dengan penciptaan lapangan kerja kembali meningkat..
Data tersebut membuat pelaku pasar semakin yakin bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga.
Inflasi memang masih dapat melandai dengan sendirinya jika kenaikan harga akibat perang dengan Iran. Di samping itu, tarif impor hanya berlangsung sementara juga perlu diperhatikan..
Jika The Fed mempertahankan suku bunga ketika inflasi masih tinggi, keputusan itu dapat menimbulkan kesan bahwa bank sentral mengikuti keinginan Gedung Putih..
Persoalannya tidak berhenti pada komentar Trump.
Secara tahunan, inflasi AS tercatat sebesar 3,4%.
Keputusan tersebut bukan sekadar menentukan apakah suku bunga akan naik. Selain itu, berapa poin kenaikannya..
Namun, angka tersebut masih melampaui sasaran The Fed. Tak hanya itu, kenaikan bulanannya menunjukkan tekanan harga dasar belum benar-benar hilang. turut berperan penting..
Penambahan tenaga kerja pada Agustus juga jauh lebih kuat dibandingkan perkiraan..
Perekonomian AS juga belum menunjukkan kondisi yang membutuhkan bantuan dari biaya pinjaman yang lebih rendah..
Harga bensin melonjak 3,9% secara bulanan. Selain itu, menyumbang lebih dari, misalnya ga kenaikan CPI selama Agustus…
Pada pertengahan Agustus, Menteri Keuangan AS Scott Bessent melakukan pembelian kembali obligasi pemerintah AS dalam jumlah besar..
Ketika perkiraan suku bunga naik, harga obligasi biasanya turun, ditambah lagi dengan imbal hasilnya meningkat…
Ketika berbicara kepada wartawan di Irlandia pada Minggu (13/9/2026), ia mengatakan suku bunga AS seharusnya menjadi yang paling rendah di dunia, terlepas dari data inflasi ataupun kondisi ekonomi..
Data Biro Statistik AS menunjukkan indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) naik 0,4% secara bulanan pada Agustus 2026.
Jakarta, Equityworld Futures – Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) Kevin Warsh, akan menghadapi salah satu keputusan terbesar sejak menduduki kursi tertinggi Federal Reserve (The Fed)..
Namun, langkah tersebut juga dapat dipan, ditambah lagi dengan g sebagai pelonggaran kondisi keuangan melalui jalur pemerintah, tanpa melibatkan bank sentral…
Inflasi AS telah bertahan di atas target selama sekitar lima tahun.
Langkah tersebut sempat menurunkan imbal hasil obligasi jangka panjang..
Seperti dilansir dari The Economist, kondisi ekonomi AS saat ini sebenarnya memberikan alasan yang cukup kuat bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga..
Lonjakan harga energi tidak berhenti di pompa bensin.
Secara tahunan, harga bensin bahkan telah naik 27,4%, sementara keseluruhan kelompok energi melonjak 16,3%..
// .
Sebelumnya, Warsh memimpin rapat pada Juni. Selain itu, Juli 2026…
Tingkat pengangguran berada di posisi 4,1%, sementara jumlah lowongan pekerjaan mulai meningkat.
Bahkan, ia mengancam menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang menyebabkan AS mengalami defisit perdagangan..
Dalam pertemuan terakhir pada 28-29 Juli 2026, suku bunga kembali dipertahankan di kisaran 3,50%-3,75%..
Biaya bahan bakar yang lebih tinggi ikut mengerek ongkos pengiriman barang, tiket pesawat, hingga biaya perjalanan..
Dengan inflasi yang masih tinggi serta pasar tenaga kerja yang kuat, sejumlah acuan kebijakan moneter konvensional akan menempatkan suku bunga AS lebih tinggi dibandingkan posisinya sekarang..
Trump berulang kali meminta The Fed menurunkan suku bunga.
Sepanjang 2026, The Fed belum sekalipun mengubah suku bunga acuannya.
Kondisi pasar keuangan juga menunjukkan uang masih beredar dengan cukup longgar.
Perkembangan terkait Perang Trump vs Bos Fed Memanas, Pilih Lawan Inflasi atau Gedung Putih akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Peta Kekuatan Militer 6 Negara Teluk: Siapa Paling Ganas Jika Perang | Equityworld Futures
- KCIC Tawarkan Promo Selama Mudik Lebaran 2026 | Equityworld Futures