Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Pekan Ini Diramal Bakal Mengerikan yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Perhatian investor pekan ini akan tertuju pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Selain itu, pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh pada Selasa dan Rabu pekan ini, yang berpotensi menentukan arah emas selanjutnya…
Imbal hasil US Treasury 10 tahun mendekati level 5% pada pekan lalu.
Tekanan juga datang dari pasar obligasi AS.
Harga emas turun 1,8% sepanjang pekan lalu. Tak hanya itu, kini mencatat penurunan dalam tiga pekan beruntun turut berperan penting..
Secara tahunan, inflasi AS berada di level 3,4%, sesuai dengan perkiraan pasar..
Investor menunggu keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed)..
Jika tekanan jual berlanjut, emas berpotensi kembali menuju US$4.100 dalam waktu dekat, bahkan bisa bertepatan dengan keputusan The Fed pada Rabu..
Sementara itu, harga perak pada perdagangan Senin (14/9/2026) pukul 07.00 WIB jatuh 0,87..
Keputusan tersebut menjadi sangat penting, terutama setelah data inflasi AS kembali menunjukkan tekanan yang lebih tinggi..
Harga emas ditutup menguat 0,73% ke US$ 4347, 32 per troy ons pada perdagangan Jumat (11/9/2026).
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (14/9/2026) pukul 06.59 WIB melemah 0,35%..
Pembelian emas oleh China membantu meredam tekanan jual dari investor yang khawatir terhadap kenaikan suku bunga, ditambah lagi dengan penguatan dolar…
Kondisi tersebut biasanya membuat emas menjadi kurang menarik terjadi karena emas tidak memberikan imbal hasil…
// .
Kondisi tersebut membuat pasar meningkatkan taruhan terhadap kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin..
Pertanyaan terbesar investor kini bukan hanya apakah The Fed akan menaikkan suku bunga..
Di tengah tekanan dari The Fed. Di samping itu, dolar AS, permintaan dari China menjadi salah satu penopang utama emas. juga perlu diperhatikan..
Permintaan fisik yang kuat akan semakin penting jika investor di pasar keuangan mulai mengurangi eksposur mereka terhadap emas..
China dilaporkan membeli lebih dari 40 ton emas melalui pasar over-the-counter (OTC) London pada Juni.
Namun, tren besarnya masih menunjukkan kenaikan.
Tekanan akan semakin besar jika dolar AS juga terus menguat..
Harga perakΒ ditutup melonjak 1,4% pada perdagangan Jumat ke US$ 64,57 per troy ons (11/9/2026).
Kondisi ini menunjukkan momentum emas mulai kehilangan tenaga setelah sempat melonjak tajam pada Agustus..
Level ini menjadi ambang psikologis penting sekaligus berpotensi memicu aksi ambil untung…
Jika US$4.100 ditembus, perhatian pasar akan beralih ke US$4.000..
Ketika real yield, ditambah lagi dengan ekspektasi suku bunga meningkat, emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik bagi investor..
Jika inflasi kembali meningkat, ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat akan semakin besar..
Jika emas mampu bertahan di atas level tersebut, peluang harga kembali menuju rekor sebelumnya semakin terbuka..
Di satu sisi terdapat permintaan China. Di samping itu, arus safe haven juga perlu diperhatikan..
Secara keseluruhan, harga perak jatuh 2,6% pada pekan lalu..
Jika The Fed memberikan sinyal pengetatan lebih lanjut, emas berpotensi kembali tertekan..
Kondisi ini menambah tekanan inflasi terhadap perekonomian global..
Jika The Fed tetap fokus memerangi inflasi, suku bunga tinggi berpotensi mengerek imbal hasil US Treasury, ditambah lagi dengan memperkuat dolar AS..
Di sisi lain, ada harga minyak tinggi, dolar AS yang menguat, serta risiko pengetatan kebijakan The Fed..
Harga minyak juga melonjak dalam beberapa hari terakhir meski sedikit terkoreksi pada Jumat..
Selama tekanan dari kebijakan moneter belum mereda, emas diperkirakan akan kesulitan untuk kembali menguji US$4.700..
Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas. Di samping itu, perak diperkirakan menghadapi banyak guncangan pekan ini juga perlu diperhatikan..
Keputusan The Fed dapat menentukan apakah emas mampu bangkit atau justru kembali menguji US$4.000..
Pelemahan emas pekan lalu, salah satunya dipicu kenaikan inflasi AS..
Inflasi konsumen pada Agustus naik 0,4% secara bulanan, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,1% pada Juli.
Area US$4.400 kini menjadi level penting untuk diperhatikan.
Kendati demikian, secara keseluruhan, harga emas jatuh 1,83% pada pekan lalu..
Untuk saat ini, baik kondisi makroekonomi maupun teknikal masih memberikan sinyal bearish bagi emas..
Namun, pembelian besar-besaran dari China belum tentu cukup untuk menopang reli emas apabila kebijakan moneter global berubah semakin ketat..
Namun, secara keseluruhan pasar obligasi masih berada dalam tekanan. Di samping itu, yield terus bergerak naik. juga perlu diperhatikan..
Jika level tersebut juga jebol, emas berpotensi menguji US$3.942, yang merupakan level terendah pada Juni..
Angka tersebut menjadi pembelian bulanan terbesar kedua China sejak awal 2025..
Memasuki pekan ini, indikator teknikal masih menunjukkan kemungkinan emas mengalami penurunan moderat sebelum rapat The Fed pada Rabu..
Pasar juga akan mencermati apakah kenaikan tersebut hanya sekali. Selain itu, selesai, atau justru menjadi awal dari kenaikan bunga berikutnya pada akhir tahun…
// .
Perkembangan terkait Harga Emas Pekan Ini Diramal Bakal Mengerikan akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- BNI Perkuat Sinergi dengan Merchant Lewat BNI wondrful Iftar 2026 | Equityworld Futures
- Murid Sekolah Islam di Kanada Meledak, Benarkah Karena Islamofobia? | Equityworld Futures