0 0
Read Time:3 Minute, 17 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait China Makin Rakus, Hampir Sepertiga Energi Dunia Dilahap yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Jika empat dekade lalu negara maju menyerap hampir dua pertiga energi global, kini hampir dua pertiga justru dikonsumsi oleh negara berkembang..

Energy Information Administration (EIA) menunjukkan konsumsi energi primer Indonesia meningkat dari 7,42 kuadriliun BTU pada 2020 menjadi 11,38 kuadriliun BTU pada 2024..

Sebaliknya, konsumsi energi di negara-negara maju relatif stagnan.

Pertumbuhan kebutuhan energi global kini semakin banyak berasal dari negara-negara yang masih menjalani proses industrialisasi. Tak hanya itu, urbanisasi, terutama di Asia. turut berperan penting..

Pada 2024, angkanya melonjak menjadi 394 kuadriliun BTU, atau sekitar 65% dari total global..

Sebagai perbandingan, pada 1980 China hanya mengonsumsi sekitar 19 kuadriliun BTU, atau 7% dari total permintaan energi global.

Sementara itu, energi terbarukan. Di samping itu, sumber lainnya tercatat sekitar 0,29 kuadriliun BTU. juga perlu diperhatikan..

Jakarta,Β CNBCΒ Indonesia – Peta konsumsi energi dunia berubah drastis dalam empat dekade terakhir.

Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia ikut mencerminkan pergeseran konsumsi energi global ke negara berkembang.

Pada periode yang sama, konsumsi minyak sekaligus cairan lainnya meningkat dari 2,74 menjadi 3,18 kuadriliun BTU, sementara gas alam naik dari 1,76 menjadi 1,92 kuadriliun BTU…

Total konsumsi kelompok ini meningkat dari sekitar 176 kuadriliun BTU pada 1980 menjadi 212 kuadriliun BTU pada 2024..

Artinya, pangsa China terhadap konsumsi energi dunia telah meningkat sekitar empat kali lipat dalam lebih dari empat dekade..

Pergeseran konsumsi energi ke negara berkembang juga terlihat di Indonesia.

Pada 2024, konsumsi energi China sebesar 171 kuadriliun BTU bahkan lebih tinggi dibandingkan gabungan seluruh negara maju di luar Amerika Serikat yang hanya sekitar 118 kuadriliun BTU..

Sebagai contoh, ga dari total konsumsi energi dunia yang mencapai 606 kuadriliun BTU. sering terjadi ketika Jumlah tersebut setara sekitar 28% atau hampir..

Seluruh perkembangan tersebut membutuhkan pasokan energi dalam skala besar..

Konsumsinya naik dari 2,64 kuadriliun BTU pada 2020 menjadi 5,99 kuadriliun BTU pada 2024, atau lebih dari dua kali lipat dalam empat tahun.

Bahkan jika China dikeluarkan dari perhitungan, negara berkembang lainnya masih mengonsumsi sekitar 223 kuadriliun BTU pada 2024.

Pada 1980, kelompok negara tersebut mengonsumsi sekitar 105 kuadriliun BTU, setara 37% konsumsi energi dunia.

Skala kenaikan China terlihat semakin jelas jika dibandingkan dengan negara maju lainnya.

China yang pada 1980 hanya menyerap sekitar 7% energi global kini menjelma menjadi konsumen energi terbesar dunia..

Pertumbuhan yang jauh lebih lambat membuat pangsa negara maju terhadap konsumsi energi dunia terus menurun..

Negara-negara berkembang kini mengambil porsi terbesar dalam konsumsi energi global..

Energy Information Administration (EIA) yang dihimpun Visual Capitalist, konsumsi energi China mencapai 171 kuadriliun British thermal unit (BTU) pada 2024.

Dengan capaian tersebut, batu bara menyumbang sekitar 53% dari total konsumsi energi primer Indonesia pada 2024, menjadikannya sumber energi terbesar.

Perubahan tersebut menunjukkan pusat permintaan energi dunia telah bergeser.

Namun, kenaikan konsumsi energi domestik masih banyak ditopang oleh energi fosil, terutama batu bara,. Akibatnya, tantangan transisi energi ikut semakin besar…

// .

Lonjakan tersebut terjadi seiring transformasi China menjadi pusat manufaktur dunia, pesatnya urbanisasi, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya pendapatan masyarakat.

Perkembangan terkait China Makin Rakus, Hampir Sepertiga Energi Dunia Dilahap akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By