Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah-Yen Menguat Hadapi Dolar AS, Ringgit-Baht Justru Tumbang yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Penguatan tersebut didorong oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ.
Namun, tekanan dari dolar kembali meningkat menjelang akhir pekan setelah data inflasi AS memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed..
Ekspektasi tersebut semakin kuat setelah inflasi harga grosir Jepang bertahan tinggi.
Kendati demikian, rupiah masih menguat sebesar 0,26% dalam sepekan ini yang sekaligus memperpanjang tren positif penguatan rupiah dalam enam pekan tanpa pelemahan..
Peluang itu meningkat dari 72% sebelum data inflasi dirilis..
Kenaikan harga minyak dapat menambah beban impor. Di samping itu, meningkatkan kebutuhan dolar bagi negara-negara Asia yang bergantung pada pasokan energi dari luar negeri juga perlu diperhatikan..
Yen bahkan sempat menyentuh posisi terkuatnya terhadap dolar AS dalam tujuh bulan terakhir pada awal pekan..
Pergerakan mata uang Asia yang beragam sepanjang pekan ini dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan suku bunga AS, lonjakan harga minyak, perang AS-Iran, hingga proyeksi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ)..
Walaupun, pada perdagangan terakhir pekan ini, mata uang garuda mesti ditutup melemah dari Greenback..
Mata uang Asia lain yang menguat adalah dong Vietnam sebesar 0,51%, rupiah 0,26%, won Korea Selatan 0,20%, yuan China 0,04%,. Selain itu, peso Filipina 0,02%…
Selain itu, pemerintah Jepang sekaligus AS terus menjaga komunikasi mengenai stabilitas pasar valuta asing setelah sebelumnya melakukan intervensi untuk menopang yen..
Pelaku pasar mulai mengurangi transaksi yen carry trade, yaitu strategi meminjam yen dengan biaya rendah untuk ditempatkan pada aset negara lain yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi..
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia berhasil menguat dalam melawan pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini, tak terkecuali rupiah..
Selain kebijakan The Fed, lonjakan harga minyak turut membayangi mata uang Asia.
Tekanan tersebut ikut menahan penguatan sejumlah mata uang kawasan meskipun dolar AS melemah secara mingguan..
Inflasi konsumen AS naik 0,4% secara bulanan pada Agustus 2026, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,1% pada Juli..
// .
Merujuk data Refinitiv, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,23% ke posisi Rp17.585/US$ pada Jumat (11/9/2026)..
Sepanjang perdagangan pekan ini pun, rupiah bahkan sempat ditutup di posisi Rp17.500/US$ pada Rabu (9/9/2026), yang menjadi level terkuat dalam 17 pekan terakhir atau sejak 15 Mei 2026..
Yen Jepang menjadi mata uang Asia dengan penguatan paling tajam sepanjang pekan ini.
Data tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 86% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam rapat pada 15-16 September 2026.
Harga minyak mentah Brent melesat 8,65% sepanjang pekan. Di samping itu, bertahan di atas US0 per barel akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah. juga perlu diperhatikan..
Investor kemudian membeli kembali yen untuk menutup posisi tersebut. Akibatnya, mendorong mata uang Jepang semakin kuat…
Ketika suku bunga Jepang diperkirakan naik. Tak hanya itu, yen menguat, biaya untuk menutup pinjaman menjadi lebih mahal turut berperan penting..
Kondisi itu membuka ruang bagi BOJ untuk kembali memperketat kebijakan moneternya..
Penguatan nilai tukar juga terjadi di banyak negara asia lainnya.
Indeks dolar AS (DXY) sebenarnya melemah tipis 0,05% sepanjang pekan.
Pasar memperkirakan bank sentral Jepang akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% pada pertemuan pekan depan..
Penguatan yen juga didukung oleh perubahan posisi investor.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan kebijakan kedua negara terhadap pasar valuta asing tidak berubah..
Sebaliknya, ringgit Malaysia menjadi mata uang Asia dengan pelemahan terdalam pada pekan ini.
// .
Perkembangan terkait Rupiah-Yen Menguat Hadapi Dolar AS, Ringgit-Baht Justru Tumbang akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Harga Batu Bara Meledak: Tembus US$ 143, Tertinggi 1 Tahun Lebih | Equityworld Futures
- Equityworld Trillium Surabaya – Pasar Fokus Pada Pertemuan Fed Yang Akan Datang