0 0
Read Time:3 Minute, 29 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 30 Perusahaan Non-AS dengan Pendapatan Terbesar Dunia, Dikuasai China yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Dalam skala dunia, State Grid menepati peringkat 3. Tak hanya itu, hanya di bawah Amazon dan Walmart. turut berperan penting..

Perusahaan konstruksi tersebut membukukan pendapatan US$289,89 miliar..

Raksasa energi ini menjadi utilitas terbesar di dunia dengan memasok listrik ke lebih dari 1,1 miliar penduduk atau sekitar 88% wilayah China..

Sektor konstruksi pun memiliki pemain dengan pendapatan yang mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan terbesar dunia..

Sebagai contoh, State Grid, CNPC, sekaligus Sinopec, jarak skalanya masih sangat lebar.. sering terjadi ketika Namun, jika dibandingkan dengan raksasa China..

Sementara itu, China State Construction memperlihatkan bahwa dominasi China tidak berhenti di energi.

Indonesia juga memiliki wakil di jajaran perusahaan raksasa dunia.

Di bawah State Grid ada raksasa minyak Arab Saudi, Saudi Aramco (peringkat 5 dunia), dengan pendapatan US$445,53 miliar..

Deretan nama tersebut memperlihatkan satu hal yakni skala bisnis raksasa China tidak hanya lahir dari perusahaan teknologi,. Akan tetapi juga ditopang perusahaan energi, utilitas, hingga konstruksi. tidak boleh diabaikan..

Laba bersih sebesar US$ 3,35 miliar atau setara Rp 55,20 triliun..

Bisnisnya mencakup investasi, pembangunan, hingga pengoperasian jaringan listrik.

Bahkan, sektor energi menjadi salah satu kekuatan terbesar.

State Grid Corporation of China (SGCC) menempati urutan pertama dalam daftar dengan pendapatan US$ 555,37 miliar atau sekitar Rp 9.718,98 triliun (US$1= Rp 17.500)..

Dominasi China terlihat dalam daftar Fortune Global 500 2026.

Data pendapatan berasal dari tahun fiskal yang berakhir hingga 31 Maret 2026..

Pendapatan PLN setara mencapai Rp582,68 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 7,26 triliun..

Pendapatan korporasi asal Negeri Tirai Bambu bahkan menjadi yang terbesar di antara perusahaan non-Amerika Serikat (AS)..

Berdasarkan Laporan Tahunan Tahun Buku 2025, pendapatan sebesar US$ 70,89 miliar setara Rp 1.167,99 triliun.

Tak berhenti di sektor energi, China State Construction Engineering juga masuk papan atas (peringkat 17).

State Grid bukan sembarang perusahaan BUMN listrik asal China.

Perusahaan listrik negara tersebut ada di peringkat 469 dengan pendapatan US$ 35,4 miliar pada 2025..

Jakarta, CNBC Indonesia – Keuntungan perusahaan China makin menggurita.

// .

Masuknya Pertamina. Tak hanya itu, PLN ke Fortune Global 500 menjadi sinyal bahwa skala bisnis BUMN Indonesia terus membesar turut berperan penting..

Tiongkok mengirim 15 raksasa bisnisnya dalam daftar 30 perusahaan dengan keuntungan terbesar, di luar korporasi AS.

China kemudian kembali mendominasi jajaran atas dengan menempatkan China National Petroleum /CNPC (peringkat 10 dunia) yang mendulang pendapatan US$401,93 miliar, disusul Sinopec Group dengan US$364,03 miliar (peringkat 12)..

State Grid, CNPC,. Tak hanya itu, Sinopec menunjukkan bagaimana perusahaan berskala jumbo mampu menopang posisi China dalam peta korporasi global. turut berperan penting..

Yang menarik, hampir seluruh perusahaan tersebut berstatus Ba. Selain itu, Usaha Milik Negara (BUMN).Grafik di bawah menampilkan 30 perusahaan terbesar di dunia di luar AS berdasarkan pendapatan tahunan, menggunakan data terbaru Fortune Global 500..

PT Pertamina (Persero) menempati peringkat ke-194 Fortune Global 500 2026 dengan pendapatan US$ 70,89 miliar..

Ekspansinya juga sudah mendunia, dengan operasi di 51 negara sekaligus 13 proyek jaringan energi utama di 10 negara dan wilayah…

Selain Pertamina, perusahaan Indonesia lainnya yang masuk dalam daftar Fortune 500 adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Perkembangan terkait 30 Perusahaan Non-AS dengan Pendapatan Terbesar Dunia, Dikuasai China akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By