0 0
Read Time:6 Minute, 39 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 25 Tahun Usai 9/11, Warisan Perang Teror AS Kini Jadi Senjata Trump yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Peristiwa itu terjadi pada 2019 ketika seorang perwira Angkatan Udara Arab Saudi membunuh tiga warga Amerika di sebuah pangkalan angkatan laut..

Mulai dari kewenangan untuk melancarkan perang, kekuatan pengawasan, keleluasaan operasi Central Intelligence Agency/CIA (Ba, ditambah lagi dengan Intelijen Pusat) hingga birokrasi baru untuk memerangi terorisme…

Di Minneapolis, agen federal menggunakan kewenangan berdasarkan Patriot Act 2001 untuk menyita catatan keuangan serikat pekerja sekaligus kelompok progresif tanpa surat perintah…

Walaupun Senator Demokrat Tim Kaine telah menyerukan pencabutan AUMF 2001,, belum memperoleh dukungan yang cukup. Reformasi terhadap DHS juga diperkirakan menghadapi hambatan politik. masih menjadi prioritas..

Sejak 9/11, al-Qaeda hanya melakukan satu serangan mematikan di wilayah AS.

Hal ini terjadi ketika ancaman terorisme jihad di AS justru telah jauh menurun..

Namun, sejak 2001 jumlah korban tewas akibat terorisme di AS mencapai sekitar 122 orang-jauh di bawah skenario mengerikan yang dikhawatirkan pemerintah pada awalnya..

Kampanye udara AS terhadap kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba di Karibia. Di samping itu, Pasifik sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 277 orang. juga perlu diperhatikan..

Sebagai contoh, ga populasi, belum lahir ketika serangan 9/11 terjadi. sering terjadi ketika Lebih dari 100 juta warga Amerika, atau sekitar..

Jajak pendapat YouGov terbaru menunjukkan 48% warga Amerika menilai perang. Tak hanya itu, pengawasan yang dilakukan setelah 9/11 sepadan dengan biayanya. turut berperan penting..

Ribuan agen DHS, termasuk sejumlah agen yang sebelumnya bekerja dalam kontraterorisme, dialihkan untuk menangani penegakan hukum imigrasi..

Lebih ironis lagi, perang tersebut dinilai mungkin justru memicu lebih banyak terorisme daripada yang berhasil dicegah..

Kongres membentuk Department of Homeland Security (DHS) dengan tujuan melindungi AS dari ancaman. Tak hanya itu, serangan teroris.  turut berperan penting..

Penggunaan kembali kewenangan tersebut oleh Presiden Donald Trump kini mulai memunculkan pertanyaan baru yakni apakah sudah waktunya AS membongkar sebagian warisan “perang melawan teror” setelah 9/11?.

Satuan tugas tersebut menggabungkan informasi intelijen dari lembaga federal, ditambah lagi dengan pemerintah lokal..

Ketika pesawat yang dibajak menghantam World Trade Center. Di samping itu, Pentagon, Washington bersiap menghadapi serangan berikutnya juga perlu diperhatikan..

Namun penggunaan kewenangan era 9/11 tidak berhenti di luar negeri..

Selain AUMF, terdapat pula Section 702, yang memungkinkan aparat intelijen memantau tersangka asing di luar negeri tanpa surat perintah.

Meski demikian, operasi awal AS di Afghanistan serta kampanye terfokus untuk menghancurkan al-Qaeda dinilai sangat berhasil..

Setelah serangan 9/11, AS awalnya mendapat dukungan politik hampir bulat dari Demokrat. Tak hanya itu, Republik. turut berperan penting..

Salah satu warisan terpenting era Bush adalah Authorisation for Use of Military Force (AUMF). Aturan ini memberikan kewenangan kepada presiden untuk menyerang al-Qaeda sekaligus kelompok terkait…

Sementara itu, jumlah satuan tugas gabungan antiterorisme Federal Bureau of Investigation (FBI) melonjak dari hanya 35 menjadi lebih dari 200 saat ini..

Serangan teror lainnya yang dilakukan oleh individu yang melakukan radikalisasi sendiri memang masih terjadi..

Peningkatan kemampuan deteksi. Di samping itu, berbagi informasi berhasil menggagalkan banyak rencana serangan. juga perlu diperhatikan..

Sebaliknya, AS meluncurkan serangkaian perang di luar negeri yang pada akhirnya menelan biaya sekitar US triliun atau sekitar Rp 140.800 triliun (USSebaliknya, AS meluncurkan serangkaian perang di luar negeri yang pada akhirnya menelan biaya sekitar US$8 triliun atau sekitar Rp 140.800 triliun (US$1= Rp 17.600)= Rp 17.600). Di samping itu, menewaskan sekitar 900.000 orang. juga perlu diperhatikan..

Generasi inilah yang mungkin paling berani mempertanyakan warisan perang melawan teror yang sudah bertahan selama seperempat abad..

Sebagai contoh, Antifa, yang oleh pemerintahannya dicap sebagai “teroris domestik”. sering terjadi ketika Trump juga memerintahkan satuan tugas antiterorisme FBI memantau kelompok sayap kiri..

Trump juga menggunakan kewenangan tersebut untuk menyerang target Islamic State di Nigeria..

Kini, perangkat tersebut mulai digunakan untuk tujuan yang jauh lebih luas..

Untuk menghadapi ancaman tersebut, AS menggelontorkan sumber daya dalam jumlah luar biasa besar. .

Di Texas, delapan demonstran anti-ICE pada Juni dijatuhi hukuman atas tuduhan memberikan “dukungan material” kepada teroris..

Namun, kewenangan tersebut masih akan berlaku hingga awal 2027..

Di dalam negeri, DHS kini menjadi mesin utama kampanye deportasi Trump.

AUMF bahkan digunakan untuk melancarkan perang tanpa deklarasi resmi di berbagai negara, misalnya Suriah, Yaman,, ditambah lagi dengan Somalia….

Meski Penyebab utamanya adalah kekhawatiran bahwa pemerintahan Trump mempolitisasi lembaga intelijen,. Akibatnya, Upaya untuk membatasi kewenangan tersebut mulai muncul,, namun masih dalam tahap awal.  Kongres membiarkan Section 702 berakhir pada Juni, antara lain terjadi. tetap penting…

Padahal, aturan tersebut pada awalnya dirancang untuk memburu penyan. Di samping itu, g dana al-Qaeda dan ISIS. juga perlu diperhatikan..

Hanya 37% pemilih Demokrat yang menganggapnya layak, dibandingkan dengan 71% pemilih Republik..

Bagi generasi muda Amerika yang lahir setelah 9/11, tragedi tersebut semakin jauh dari ingatan.

Kini, kurang dari 1% warga Amerika menyebut terorisme sebagai masalah utama yang dihadapi negaranya..

Walaupun begitu,, serangan besar lanjutan yang ditakutkan itu tidak pernah terjadi. masih terjadi meski Aparat intelijen bahkan khawatir al-Qaeda akan menggunakan senjata kimia, biologis, atau bahkan nuklir…

Departemen Luar Negeri AS bahkan menetapkan cabang Antifa di luar negeri sebagai FTO. Selain itu, mendorong negara-negara sekutu melakukan langkah serupa…

Namun ironisnya, berbagai perangkat hukum. Tak hanya itu, kelembagaan yang dibangun pemerintah AS setelah tragedi tersebut masih bertahan hingga kini turut berperan penting..

Setelah itu, Kongres akan menghadapi ujian besar yakni apakah kewenangan yang lahir dari tragedi 9/11 akan dipertahankan, diperbaiki, atau dibongkar?.

Dalam prosesnya, komunikasi warga AS juga dapat ikut tersapu dalam pengawasan..

Menteri Perang Pete Hegseth bahkan menyebut kelompok narkoteroris sebagai “ISIS. Tak hanya itu, al-Qaeda di belahan bumi Barat”. turut berperan penting..

“Ini adalah kesempatan untuk membatasi sejumlah kewenangan tersebut sekaligus membentuk kembali lembaga-lembaga yang telah disalahgunakan,” ujar Dan Herman dari Centre for American Progress…

Dikutip dari The Economist, menurut sekaligus iel Byman dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), pergantian generasi di Kongres mungkin menjadi kunci perubahan…

Sejak kembali berkuasa, Trump secara agresif menggunakan kembali perangkat hukum era 9/11.  Pemerintahannya memperluas definisi terorisme. Di samping itu, menetapkan sejumlah geng narkoba Amerika Latin sebagai organisasi teroris asing. juga perlu diperhatikan..

Jakarta, Equityworld Futures – Sudah 25 tahun berlalu sejak serangan 11 September 2001 (9/11) mengguncang Amerika Serikat (AS).

Berbagai aturan lain turut memperluas kewenangan pemerintah dalam menetapkan organisasi sebagai Foreign Terrorist Organisation (FTO) serta memburu jaringan keuangan yang men. Tak hanya itu, ai kelompok teroris. turut berperan penting..

Masalahnya, presiden dari kedua partai kemudian menggunakan kewenangan tersebut jauh melampaui tujuan awal Kongres. .

Setelah seperempat abad, semakin banyak warga AS yang bahkan tidak memiliki ingatan langsung mengenai tragedi tersebut..

Masalahnya, Demokrat yang kini mengkritik penyalahgunaan kewenangan tersebut mungkin tidak akan memiliki keinginan yang sama untuk membongkarnya jika suatu hari kembali berkuasa..

Instrumen finansial yang awalnya dirancang untuk memerangi pen, ditambah lagi dengan aan terorisme juga mulai digunakan dalam agenda domestik pemerintahan Trump…

Di me, ditambah lagi dengan perang, kampanye udara dan drone AS berhasil menghantam kelompok jihad utama di Pakistan dan Timur Tengah. ..

Namun, pan. Di samping itu, gan tersebut terbelah secara politik juga perlu diperhatikan..

Namun, seberapa jauh pemerintah boleh menggunakan kewenangan tersebut masih menjadi perdebatan..

Perkembangan terkait 25 Tahun Usai 9/11, Warisan Perang Teror AS Kini Jadi Senjata Trump akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By