Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 30 Perusahaan Non-AS dengan Pendapatan Terbesar Dunia, Dikuasai China yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pendapatan korporasi asal Negeri Tirai Bambu bahkan menjadi yang terbesar di antara perusahaan non-Amerika Serikat (AS)..
Di bawah State Grid ada raksasa minyak Arab Saudi, Saudi Aramco (peringkat 5 dunia), dengan pendapatan US$445,53 miliar..
Tak berhenti di sektor energi, China State Construction Engineering juga masuk papan atas (peringkat 17).
Walaupun Deretan nama tersebut memperlihatkan satu hal yakni skala bisnis raksasa China tidak hanya lahir dari perusahaan teknologi,, juga ditopang perusahaan energi, utilitas, hingga konstruksi. masih menjadi prioritas..
State Grid, CNPC,. Tak hanya itu, Sinopec menunjukkan bagaimana perusahaan berskala jumbo mampu menopang posisi China dalam peta korporasi global. turut berperan penting..
Jakarta, CNBC Indonesia – Keuntungan perusahaan China makin menggurita.
Namun, jika dibandingkan dengan raksasa China, misalnya State Grid, CNPC,. Selain itu, Sinopec, jarak skalanya masih sangat lebar….
Sektor konstruksi pun memiliki pemain dengan pendapatan yang mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan terbesar dunia..
Pendapatan PLN setara mencapai Rp582,68 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 7,26 triliun..
Dominasi China terlihat dalam daftar Fortune Global 500 2026.
Data pendapatan berasal dari tahun fiskal yang berakhir hingga 31 Maret 2026..
Masuknya Pertamina sekaligus PLN ke Fortune Global 500 menjadi sinyal bahwa skala bisnis BUMN Indonesia terus membesar..
PT Pertamina (Persero) menempati peringkat ke-194 Fortune Global 500 2026 dengan pendapatan US$ 70,89 miliar..
Yang menarik, hampir seluruh perusahaan tersebut berstatus Ba. Di samping itu, Usaha Milik Negara (BUMN).Grafik di bawah menampilkan 30 perusahaan terbesar di dunia di luar AS berdasarkan pendapatan tahunan, menggunakan data terbaru Fortune Global 500 juga perlu diperhatikan..
State Grid Corporation of China (SGCC) menempati urutan pertama dalam daftar dengan pendapatan US$ 555,37 miliar atau sekitar Rp 9.718,98 triliun (US$1= Rp 17.500)..
Selain Pertamina, perusahaan Indonesia lainnya yang masuk dalam daftar Fortune 500 adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Berdasarkan Laporan Tahunan Tahun Buku 2025, pendapatan sebesar US$ 70,89 miliar setara Rp 1.167,99 triliun.
Bahkan, sektor energi menjadi salah satu kekuatan terbesar.
State Grid bukan sembarang perusahaan BUMN listrik asal China.
Bisnisnya mencakup investasi, pembangunan, hingga pengoperasian jaringan listrik.
China kemudian kembali mendominasi jajaran atas dengan menempatkan China National Petroleum /CNPC (peringkat 10 dunia) yang mendulang pendapatan US$401,93 miliar, disusul Sinopec Group dengan US$364,03 miliar (peringkat 12)..
Sementara itu, China State Construction memperlihatkan bahwa dominasi China tidak berhenti di energi.
Dalam skala dunia, State Grid menepati peringkat 3 sekaligus hanya di bawah Amazon dan Walmart…
Perusahaan listrik negara tersebut ada di peringkat 469 dengan pendapatan US$ 35,4 miliar pada 2025..
Laba bersih sebesar US$ 3,35 miliar atau setara Rp 55,20 triliun..
Raksasa energi ini menjadi utilitas terbesar di dunia dengan memasok listrik ke lebih dari 1,1 miliar penduduk atau sekitar 88% wilayah China..
Perusahaan konstruksi tersebut membukukan pendapatan US$289,89 miliar..
Tiongkok mengirim 15 raksasa bisnisnya dalam daftar 30 perusahaan dengan keuntungan terbesar, di luar korporasi AS.
Ekspansinya juga sudah mendunia, dengan operasi di 51 negara, ditambah lagi dengan 13 proyek jaringan energi utama di 10 negara dan wilayah…
Indonesia juga memiliki wakil di jajaran perusahaan raksasa dunia.
// .
Perkembangan terkait 30 Perusahaan Non-AS dengan Pendapatan Terbesar Dunia, Dikuasai China akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Pemegang Saham Rans Entertainment: Ada Dony Oskaria, Kaesang
- Equityworld Futures Surabaya | 20 Pelabuhan Paling Sibuk di Dunia,: Asia Gak Ada Lawan, Ada RI?