Equity World Futures Surabaya – Harga emas bergerak stagnan di kisaran US$ 4.350 per troy ounce pada perdagangan Rabu (9/9), setelah mengalami penurunan selama dua sesi sebelumnya. Tekanan pada logam mulia ini kian meningkat seiring melonjaknya harga minyak dunia yang kembali memicu kekhawatiran inflasi, sekaligus memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga The Fed pada pekan depan.
Ketegangan AS-Iran Mendorong Lonjakan Harga Minyak Dunia
Eskalasi konflik antara Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan utama pasar keuangan global. Serangan terhadap kapal tanker Iran di dekat Pulau Kharg—pusat ekspor minyak vital milik Iran—meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk Persia.
Lonjakan harga energi ini berpotensi merembet pada peningkatan inflasi global secara luas.
Dilema Dampak Inflasi dan Kebijakan Suku Bunga The Fed Terhadap Emas
Kondisi pasar saat ini menciptakan tekanan ganda bagi pergerakan harga emas:
-
Fungsi Safe-Haven: Emas tradisional dikenal sebagai instrumen hedge (pelindung nilai) terhadap inflasi.
-
Sentimen Negatif Suku Bunga: Kenaikan harga energi memaksa bank sentral memperketat kebijakan moneter. Suku bunga dan yield obligasi yang tinggi meningkatkan daya tarik aset berimbal hasil (yield-bearing assets), sehingga menekan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Mencapai 60%
Pasar saat ini memproyeksikan peluang sebesar 60% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada rapat September. Ekspektasi ini menguat setelah data tenaga kerja AS menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid. Kenaikan yield obligasi AS sebelumnya juga telah mendorong harga emas terkoreksi dari level di atas US$ 4.400.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
