0 0
Read Time:3 Minute, 55 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Adu Kuat China vs AS Jadi Penentu Harga Emas Pekan Ini, Bisa Naik? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

// .

Artinya, harga emas sudah jatuh dua pekan beruntun.// .

Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap harga emas..

Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (4/9/2026) ditutup di posisi US$ 4427,7 per troy ons.

Pembelian tersebut menarik perhatian terjadi karena jumlahnya lebih besar dibandingkan angka yang secara resmi dilaporkan oleh People’s Bank of China..

Harga emas sempat melonjak mendekati US$4.700 per troy ounce pada awal pekan lalu sebelum terkoreksi tajam hingga sekitar US$4.450.

Selain faktor The Fed, permintaan fisik dari China menjadi sumber dukungan penting bagi emas.

Dalam sepekan, harga emas juga jatuh 0,56%.

Namun, emas kembali bangkit, menunjukkan investor masih aktif melakukan pembelian ketika harga turun..

Jika level tersebut ditembus, harga emas berpotensi kembali turun menuju US$4.200 per troy ounce..

Permintaan emas dari China, ketidakpastian geopolitik, serta ekspektasi bahwa kondisi moneter pada akhirnya dapat menjadi lebih longgar masih menjadi penopang harga..

Penguatan imbal hasil (yield) US Treasury. Di samping itu, dolar AS turut memberikan tekanan terhadap emas juga perlu diperhatikan..

Di kalangan investor individu, dari 220 responden, 55% memperkirakan emas naik, 24% memperkirakan turun. Selain itu, 21% memperkirakan pergerakan sideways atau belum memiliki arah yang jelas…

Meski Dengan demikian, emas masih memiliki fondasi bullish,, namun jalan menuju rekor baru tidak akan mudah tetap penting..

Data tersebut akan menjadi indikator penting bagi investor dalam memperkirakan langkah The Fed berikutnya..

Sentimen positif dari naiknya pembelian emas bank sentral akan dihadapkan pada kekhawatiran data inflasi Amerika Serikat (AS)..

Jika inflasi AS kembali panas, dolar AS berpotensi menguat. Di samping itu, ekspektasi kebijakan moneter ketat meningkat juga perlu diperhatikan..

Emas (XAU) ditutup melemah pada akhir pekan lalu setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kuat meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September..

China juga telah mempertahankan tren pembelian emas selama sekitar 20 bulan, menunjukkan minat strategis negara tersebut terhadap logam mulia masih kuat..

Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas dunia masih mempertahankan struktur bullish, meski pergerakannya diperkirakan tetap volatil pekan ini.

Pada hari ini, Senin (7/9/2026) pukul 06.42 WIB, harga perak ada di SU$ 66,19 atau hanya melemah 0,003%..

The Fed, inflasi AS, dolar, yield Treasury, serta permintaan China akan menjadi faktor utama yang menentukan arah emas dalam waktu dekat..

Alasannya adalah berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi, sehingga berdampak pada dapat mempersempit ruang The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter. sehingga Kenaikan harga minyak juga menjadi perhatian…

Meski terkoreksi di akhir pekan lalu, tren bullish emas belum patah.

Hal ini membuka kemungkinan bahwa akumulasi emas China sebenarnya lebih besar dibandingkan data ca. Di samping itu, gan resmi. juga perlu diperhatikan..

Survei menunjukkan 38% analis Wall Street memperkirakan harga emas naik, sementara 31% memprediksi penurunan. Di samping itu, 31% lainnya memperkirakan harga bergerak sideways dengan volatilitas tinggi. juga perlu diperhatikan..

Pelemahan ini memperpanjang tren negatifnya.

China dilaporkan membeli lebih dari 40 ton emas melalui pasar over-the-counter (OTC) London pada Juni, yang menjadi pembelian bulanan terbesar kedua sejak awal 2025..

Pelemahan ini melanjutkan tren negatifnya di mana harganya jatuh 1,14% pada Jumat pekan lalu..

Perhatian pasar kini beralih ke data inflasi AS, terutama Producer Price Index (PPI). Selain itu, Consumer Price Index (CPI)..

Merujuk Refinitiv, harga emas pada hari ini Senin (7/9/2026) pukul 06.34 WIB, harga emas melemah tipis 0,02% ke US$ 4427 per troy ons..

Oleh sebab itu, dapat menjadi katalis positif bagi emas. juga perlu diperhatikan. menjadi konsekuensi dari Sebaliknya, jika inflasi melandai, dolar berpotensi melemah. Di samping itu, ekspektasi penurunan suku bunga kembali menguat..

Dalam jangka pendek, emas diperkirakan bergerak dalam kisaran US$4.320-US$4.670 per troy ounce.

Perkembangan terkait Adu Kuat China vs AS Jadi Penentu Harga Emas Pekan Ini, Bisa Naik? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By