0 0
Read Time:3 Minute, 49 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Timur Tengah Panas Lagi: Asia Kebakaran, Rupiah Cs Ambruk yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang Asia yang menguat pagi ini.

Kondisi tersebut mendorong harga minyak dunia kembali naik sekaligus memicu kekhawatiran inflasi..

Harga minyak Brent menguat 0,92% ke US$95,52 per barel, sementara harga minyak acuan West Texas Intermediate (WTI) naik 0,89% ke US$91,02 per barel..

“Perlu tetap waspada terhadap situasi di Timur Tengah hari ini,” ujar Kumiko Ishikawa, analis senior FX Sony Financial Group, dikutip dari Reuters..

Namun, dampak data ekonomi yang lemah tersebut tertahan oleh memanasnya kembali situasi Timur Tengah..

Pasar kini menunggu data tenaga kerja AS pada Jumat pekan ini.

Rupiah menyusul sebagai mata uang dengan pelemahan terdalam berikutnya.

Yen Jepang ikut melemah 0,09% ke JPY 160,32/US$.

Dolar AS mendapat dukungan dari permintaan terhadap aset aman atau safe haven.

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia mayoritas melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (2/9/2026).

Baht Thailand juga terkoreksi 0,15% ke THB 33,33/US$, disusul ringgit Malaysia yang turun 0,14% ke MYR 4,042/US$..

Won naik 0,19% ke posisi KRW 1.370,4/US$..

Warsh memberi sinyal bahwa The Fed masih bisa menaikkan suku bunga apabila inflasi tidak turun lebih cepat menuju target 2%..

Data ekonomi AS yang dirilis semalam sebenarnya cenderung lebih lemah dari perkiraan.

Penguatan dolar AS kembali menekan mata uang negara lain, seiring memanasnya lagi konflik di Timur Tengah sekaligus meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed)…

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai 67%, naik dari sekitar 40% pada pekan sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch..

Penguatan dolar AS terjadi setelah ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat.

Jumlah lowongan kerja JOLTS Juli sekaligus indeks manufaktur ISM Agustus sama-sama berada di bawah ekspektasi pasar…

Kondisi diperparah oleh kenaikan ekspektasi suku bunga The Fed juga kembali meningkat.

// .

Mata uang Garuda mesti melemah 0,28% ke posisi Rp17.760/US$..

Peso Filipina menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia pagi ini dengan terkoreksi 0,35% ke posisi PHP 62,622/US$..

AS melancarkan serangan udara ke Iran pada Selasa kemarin, yang kemudian dibalas oleh Iran.

Laporan tersebut diperkirakan menunjukkan ekonomi AS menambah 56.000 pekerjaan pada Agustus, berdasarkan median estimasi ekonom yang dihimpun oleh Reuters..

Kenaikan yield membuat aset berbasis dolar AS lebih menarik, sekaligus menekan aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang..

Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.20 WIB terpantau 0,11% ke posisi 99,788.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga ikut memperkuat posisi greenback..

Pelemahan mayoritas mata uang Asia terjadi saat dolar AS kembali perkasa.

“Terkait data AS, perlu diingat bahwa jika angkanya lemah, dampaknya dapat diimbangi oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah,” kata Ishikawa..

Kenaikan ekspektasi tersebut masih dipengaruhi oleh pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada pekan lalu.

Eskalasi ini menjadi yang paling serius dalam beberapa pekan terakhir..

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.19 WIB, dari 10 mata uang Asia, terpantau delapan diantaranya melemah terhadap dolar AS.

Yield Treasury AS tenor 10 tahun bergerak naik ke 4,8%.

Sementara rupee India bergerak stagnan di posisi INR 94,95/US$..

Sekaligus melanjutkan kenaikan 0,25% di perdagangan sebelumnya. .

Dolar Singapura turun 0,05% ke SGD 1,273/US$, yuan China melemah 0,03% ke CNY 6,7227/US$,, ditambah lagi dengan dolar Taiwan terkoreksi 0,02% ke TWD 31,699/US$…

Sementara satu mata uang menguat sekaligus satu lainnya stagnan…

Perkembangan terkait Timur Tengah Panas Lagi: Asia Kebakaran, Rupiah Cs Ambruk akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By