Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ini Hitung-hitungan Harga BBM per 1 September 2026, Naik Atau Turun? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 19 K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak, formula harga menggunakan rata-rata harga publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS) dengan satuan USD/barel..
Rata-rata rupiah pada Agustus 2026 berada di level Rp17.810,33/US$, menguat 0,98% dibandingkan rata-rata Juli 2026 yang sebesar Rp17.987,09/US$..
Melansir Refinitiv, rata-rata harga minyak Brent pada Agustus 2026 berada di level US$87,96 per barel.
Meski demikian, peluang harga BBM non-subsidi ditahan juga masih terbuka..
Namun, penyesuaian harga pada awal Agustus tidak terjadi pada seluruh jenis BBM non-subsidi.
Pemulihan arus minyak melalui Selat Hormuz memang belum sepenuhnya stabil.
Angka ini menguat 0,39% dibandingkan periode acuan sebelumnya, yakni 25 Juni sampai 24 Juli 2026, yang sebesar Rp17.957,64/US$..
Secara rata-rata bulanan, rupiah juga menunjukkan penguatan.
Oleh terjadi karena itu, harga BBM non-subsidi berpotensi mengalami kenaikan per 1 September 2026..
Penyebab utamanya adalah jalur ini merupakan salah satu rute penting perdagangan minyak dunia,. Akibatnya, Selat Hormuz menjadi perhatian utama terjadi…
Periode yang digunakan adalah tanggal 25 pada dua bulan sebelumnya sampai dengan tanggal 24 pada satu bulan sebelumnya untuk penetapan harga bulan berjalan..
Dua variabel utama yang digunakan adalah rata-rata harga minyak dunia sekaligus nilai tukar rupiah, mengingat besarnya kebutuhan impor minyak dalam negeri…
Angka ini naik 4,47% dibandingkan rata-rata Juli 2026 yang sebesar US$78,76 per barel..
Meski demikian, risiko geopolitik belum hilang sepenuhnya.
Sebagai catatan, pemerintah menentukan harga BBM berdasarkan formulasi tertentu.
Kondisi ini membuat potensi penyesuaian harga BBM non-subsidi menjadi tidak bisa bulat.
Di sisi lain, harga minyak juga mendapat tekanan dari pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang membuka peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini untuk meredam inflasi.
Proyeksi ini berdasarkan a. Selain itu, ya kenaikan rata-rata harga minyak mentah dunia..
Namun demikian,, penguatan rupiah menjadi faktor penahan terjadi. tetap menjadi kenyataan meskipun Penyebab utamanya adalah biaya impor minyak dalam rupiah menjadi lebih ringan.,. Akibatnya,…
Untuk wilayah Jabodetabek, harga Pertamax Turbo turun menjadi Rp18.300 per liter dari sebelumnya Rp19.300 per liter..
Ketegangan tersebut membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap kelancaran pasokan minyak, terutama melalui Selat Hormuz..
// .
Hal ini disebabkan oleh risiko geopolitik sekaligus pasokan masih kuat, akibatnya Secara rata-rata, harga minyak naik dibandingkan Juli…
Pergerakan harga minyak dunia di sepanjang Agustus 2026 masih dipengaruhi oleh dinamika geopolitik. Di samping itu, pasokan dari kawasan Timur Tengah. juga perlu diperhatikan..
Penurunan juga terjadi pada Pertamax Green 95.
Sebab, harga minyak dunia pada periode acuan terbaru justru mengalami kenaikan, sementara rupiah bergerak menguat terhadap dolar AS..
Kondisi ini membuat arah penyesuaian harga BBM per 1 September 2026 kembali menarik dicermati.
Dua faktor ini adalah penentu dalam arah penyesuaian harga BBM non-subsidi di dalam negeri..
Namun, tambahan volume yang mulai keluar dari jalur tersebut membuat pasar menilai risiko pasokan tidak separah sebelumnya..
// .
Karena itu, setiap gangguan di kawasan ini bisa langsung memengaruhi harga minyak..
Harga tersebut naik 4,74% dibandingkan rata-rata Juli 2026 yang sebesar US$83,97 per barel..
// .
Sementara itu, Pertamax RON 92 juga ikut turun menjadi Rp15.950 per liter dari sebelumnya Rp16.250 per liter..
Penyebab utamanya adalah biaya pinjaman bisa tetap mahal sekaligus aktivitas ekonomi berpotensi tertahan.,. Akibatnya, Sinyal suku bunga tinggi biasanya membuat pasar khawatir terhadap prospek permintaan energi, terjadi….
Dengan demikian, penyesuaian harga BBM non-subsidi pada awal Agustus 2026 lebih banyak mengarah pada penurunan, terutama untuk BBM jenis bensin, misalnya Pertamax, Pertamax Green 95,. Tak hanya itu, Pertamax Turbo. turut berperan penting…
Mengutip data Refinitiv, nilai tukar rupiah menguat 1,32% dari posisi akhir Juli 2026 di Rp17.990/US$ menjadi Rp17.752/US$ pada perdagangan intraday Senin (31/8/2026)..
Rata-rata harga WTI pada periode 25 Juli sampai 24 Agustus 2026 berada di level US$82,32 per barel, naik 7,91% dibandingkan periode acuan sebelumnya yang sebesar US$76,29 per barel..
Jakarta, Equityworld Futures – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi berpeluang mengalami kenaikan atau setidaknya ditahan pada 1 September 2026..
Sebelum perang pecah, sekitar 20% pasokan minyak global mengalir melalui jalur tersebut.
Pasar mendapat kabar mengenai kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz serta a sekaligus ya tambahan arus minyak yang mulai keluar dari kawasan tersebut…
Harga ini naik 8,50% dibandingkan periode acuan sebelumnya, yakni 25 Juni sampai 24 Juli 2026, yang sebesar US$81,02 per barel..
Sebagai catatan, Pertamina sudah melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi pada 1 Agustus 2026..
Harga Pertamina Dex tetap berada di level Rp21.150 per liter, se. Tak hanya itu, gkan Dexlite tetap dijual Rp19.700 per liter. turut berperan penting..
Di sisi lain, nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Sementara itu, harga rata-rata minyak dunia acuan West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$82,29 per barel pada Agustus 2026.
Kenaikan rata-rata harga minyak dalam periode acuan tersebut tentu memberi tekanan terhadap biaya impor minyak dalam negeri..
Rata-rata rupiah pada periode 25 Juli sampai 24 Agustus 2026 berada di level Rp17.887,14/US$.
// .
Namun, tekanan terhadap harga minyak mulai mereda menjelang akhir Agustus.
Pada periode tersebut, rata-rata harga Brent berada di level US$87,91 per barel.
Dengan demikian, harga minyak pada Agustus bergerak dalam dua arah.
Namun, dari sisi nilai tukar, tekanan tersebut sedikit tertahan.
Namun, pada akhir bulan, harga minyak mulai turun setelah muncul harapan pembukaan kembali Selat Hormuz, ditambah lagi dengan sinyal kebijakan moneter AS yang lebih ketat…
Untuk proyeksi harga BBM per 1 September 2026, periode acuannya adalah 25 Juli sampai 24 Agustus 2026..
Harga BBM jenis ini turun menjadi Rp16.600 per liter dari sebelumnya Rp17.000 per liter..
Sementara itu, rupiah bergerak menguat terhadap dolar AS sepanjang Agustus 2026..
Hal ini disebabkan oleh rata-rata harga minyak pada periode acuan naik cukup tinggi, akibatnya Dari sisi harga minyak, ruang kenaikan terbuka..
Oleh sebab itu, Serangan terhadap kilang minyak Rusia di Ukraina masih menjadi perhatian pasar. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah dapat mengganggu pasokan produk minyak global…
Penyebab utamanya adalah pasar masih mencermati konflik AS-Israel dengan Iran yang belum sepenuhnya mereda,. Akibatnya, Harga minyak sempat bergerak naik terjadi…
Perkembangan terkait Ini Hitung-hitungan Harga BBM per 1 September 2026, Naik Atau Turun? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Apindo: WFH Solusi Sementara, Segera Diversifikasi Energi | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | Harga Minyak Dunia Terkoreksi jadi USD 104 per Barel