0 0
Read Time:3 Minute, 0 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 45 PLTU India Kritis Kekurangan Batu Bara, Harga Rekor 2 Bulan yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Oleh sebab itu, Pembangkit listrik termal India menguras stok batu bara secara tajam dalam 23 hari pertama Agustus. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah konsumsi batu bara terus melampaui pasokan…

Kondisi ini terjadi ketika permintaan listrik meningkat akibat cuaca lebih panas dari biasanya yang dikaitkan dengan El Nino.

Dari China dilaporkan harga batu bara termal di pelabuhan-pelabuhan transshipment utama China bagian utara naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun..

Harga penutupan kemarin adalah yang tertinggi sejak 12 Juni 2026 atau dua bulan lebih.

India juga mencatat curah hujan 12% di bawah normal sepanjang musim monsun..

Dari jumlah tersebut, 40 PLTU menggunakan batu bara domestik.

Sxcoal pada hari yang sama melaporkan bahwa produksi batu bara termal China pada Juli 2026 turun 10,1% secara tahunan, melanjutkan tren penurunan akibat pembatasan produksi. Di samping itu, inspeksi keselamatan di sejumlah wilayah tambang utama. juga perlu diperhatikan..

Ke-45 pembangkit tersebut memiliki persediaan di bawah 25% dari kebutuhan normal atau stok yang tidak cukup untuk menghasilkan listrik selama tiga hari berturut-turut..

Konsultan komoditas BigMint mencatat stok batu bara di pembangkit India turun 19% sepanjang Agustus menjadi 30,95 juta ton, atau hanya cukup untuk sekitar 10 hari operasi..

Oleh sebab itu, harga impor ikut mendapat dukungan. menjadi konsekuensi dari Kenaikan harga batu bara domestik di pelabuhan kemudian menular ke pasar batu bara impor China,..

Kondisi ini terjadi ketika permintaan listrik meningkat akibat El Nino yang kuat, sementara pasokan terganggu hujan monsoon..

Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Kamis (27/8/2026) ditutup di posisi US$ 139,5 per ton.

Pemerintah India bahkan meminta sejumlah PLTU menunda pemeliharaan pembangkit hingga kondisi pasokan batu bara lebih jelas..

“Pasokan batu bara berjalan pas-pasan, sementara permintaan listrik meningkat, terutama untuk pendingin udara,” kata seorang pejabat perusahaan listrik terbesar India, NTPC, kepada Reuters..

Dikutip dari Reuters, sebanyak 45 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di India kini memiliki stok batu bara pada level kritis per 25 Agustus 2026.

// .

Kenaikan terutama didorong oleh pasokan yang terus ketat. Selain itu, biaya yang meningkat…

Sebagai contoh, Odisha, Jharkhand,. Tak hanya itu, Chhattisgarh mengganggu produksi tambang serta distribusi bahan bakar. turut berperan penting. sering terjadi ketika Hujan monsun deras di sejumlah negara bagian penghasil batu bara..

Jumlah ini melonjak dari 31 pembangkit pada akhir Juli..

Sisi pasokan menjadi faktor yang sangat dominan.

Kenaikan ini memperpanjang tren positif dengan menguat hampir 1% dalam dua hari beruntun..

Jakarta, Equityworld Futures – Harga batu bara kembali membara ditopang persoalan pasokan, terutama di India..

Penyebab utamanya adalah permintaan listrik yang melonjak, sehingga berdampak pada Kenaikan harga bukan semata-mata terjadi…

Perkembangan terkait 45 PLTU India Kritis Kekurangan Batu Bara, Harga Rekor 2 Bulan akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By