Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ringgit-Rupiah Pimpin Asia Tendang Dolar Amerika yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Dolar AS masih bergerak di area lemah setelah pasar mencermati arah kebijakan fiskal. Tak hanya itu, moneter Amerika Serikat turut berperan penting..
Mata uang Garuda menguat 0,14% ke posisi Rp17.680/US$, menempati posisi kedua setelah ringgit Malaysia sebagai mata uang dengan penguatan terbesar di Asia..
Dolar Taiwan juga bergerak positif dengan kenaikan 0,02% ke TWD 31,824/US$.
Dolar Singapura juga terkoreksi tipis 0,01% ke posisi SGD 1,269/US$..
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (26/8/2026).
Kekhawatiran terhadap dolar AS juga muncul terjadi karena fundamentalnya dinilai masih tidak terlalu kuat..
// .
Rupiah juga tampil cukup kuat pada pagi ini.
Peso Filipina turut terapresiasi 0,08% ke posisi PHP 61,519/US$, sementara won Korea Selatan menguat tipis 0,05% ke KRW 1.381,2/US$..
Di saat yang sama, pasar juga mencermati perluasan sanksi AS terhadap Iran.
Baht melemah 0,03% ke posisi THB 32,68/US$..
Selain persoalan pasar obligasi, ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) pada September ikut menurun..
Washington memperingatkan negara-negara untuk memangkas hubungan bisnis dengan Teheran atau berisiko keluar dari sistem keuangan berbasis dolar AS..
Ringgit melonjak hingga 0,54% ke posisi MYR 4,022/US$..
Pergerakan mata uang Asia pagi ini masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS.
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.17 WIB, dari 10 mata uang, sebanyak tujuh mata uang berhasil menguat dari dolar AS.
Di sisi lain, baht Thailand menjadi mata uang dengan tekanan terdalam di Asia pagi ini.
Ringgit Malaysia berhasil tampil menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pagi ini.
Langkah tersebut awalnya ditujukan untuk meredam kenaikan biaya pinjaman AS.
Adapun yuan China terpantau stagnan di posisi CNY 6,72/US$..
Contohnya, China,. dapat dilihat pada Oleh sebab itu,. menjadi konsekuensi dari Di sisi lain,, sanksi tersebut dinilai masih minim detail terjadi. justru terjadi walaupun Penyebab utamanya adalah belum menyebut secara khusus mitra dagang utama Iran..
“Fundamental tampaknya bergerak melawan dolar, apakah itu terjadi karena Bessent, atau karena bank sentral lain diperkirakan menaikkan suku bunga lebih besar dibandingkan The Fed..
Kondisi ini membuat respons pasar terhadap dolar AS tidak bergerak terlalu agresif..
“Menurut saya, itulah ketegangan yang terjadi, teknikal dolar yang sudah oversold sekaligus fundamental yang bearish,” tambahnya…
Indeks dolar AS (DXY) pada waktu yang sama terpantau melemah tipis 0,01% ke posisi 98,907..
Yen Jepang juga menguat 0,13% ke posisi JPY 158,95/US$, disusul dong Vietnam yang naik 0,10% ke VND 26.084/US$..
Marc Chandler, chief market strategist Bannockburn Capital Markets, menilai dolar AS se sekaligus g berada di tengah dua tarikan besar, yakni tekanan fundamental dan kondisi teknikal yang sudah terlalu lemah…
Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga The Fed minimal 25 basis poin pada September turun menjadi 40,1%, dari sekitar 55% pada bulan sebelumnya..
Namun, pasar justru melihat kebijakan itu sebagai sinyal bahwa pemerintah mulai menggunakan pendekatan yang lebih langsung untuk menahan lonjakan imbal hasil obligasi..
Sementara dua mata uang melemah sekaligus satu lainnya stagnan…
Dolar AS yang masih berada dibawah tekanan memberi ruang bagi mayoritas mata uang Asia untuk menguat, meski penguatannya belum kompak. .
Namun, dolar sudah terlalu jauh tertekan, indikator momentumnya sudah oversold,” ujar Chandler, dikutip dari Reuters..
Greenback sebelumnya sempat tertekan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Departemen Keuangan akan menggandakan pembelian kembali obligasi bertenor panjang..
Penguatan rupiah terjadi saat pasar mencermati agenda uji kelayakan. Selain itu, kepatutan calon Gubernur BI, Destry Damayanti, yang dinilai sesuai dengan ekspektasi pasar…
Perkembangan terkait Ringgit-Rupiah Pimpin Asia Tendang Dolar Amerika akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Vietnam Berambisi Jadi Penguasa “Dapur Dunia”, RI Gigit Jari | Equityworld Futures
- Jet Tempur Rafale Indonesia Jauh Lebih Murah dari India, Kok Bisa? | Equityworld Futures