Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Won – Rupiah Pimpin Asia Tendang Dolar, Ringgit Malah Menangis yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
“Pembelian kembali obligasi jangka panjang oleh Treasury pada dasarnya merupakan contoh lain dari pemerintah AS menggunakan alat yang tidak konvensional untuk mengelola biaya pinjaman,. Tak hanya itu, ini terjadi di tengah tingginya utang pemerintah, defisit fiskal yang membesar, serta ketidakpastian kebijakan,” ujar Kong, dikutip dari Reuters. turut berperan penting..
Di sisi lain, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan tekanan terdalam di Asia pagi ini.
Won melonjak 0,92% ke posisi KRW 1.381,1/US$..
Won Korea Selatan masih menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pagi ini.
// .
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pemerintah dapat kembali meningkatkan pembelian kembali surat utang AS.
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.40 WIB, sebanyak tujuh dari 10 mata uang Asia terpantau menguat terhadap dolar AS.
Yield Treasury AS tenor 30 tahun berada di sekitar 5,2508%, se. Tak hanya itu, gkan yield tenor 10 tahun berada di kisaran 4,7041%. turut berperan penting..
Investor masih mencermati kondisi fiskal AS, terutama di tengah kekhawatiran terhadap defisit. Di samping itu, utang pemerintah yang terus membesar. juga perlu diperhatikan..
Yen Jepang, ditambah lagi dengan dolar Taiwan sama-sama naik 0,08%, masing-masing ke JPY 158,91/US$ dan TWD 31,832/US$…
Keraguan kami adalah masalah hari ini tampaknya semakin bersifat fiskal, bukan teknis,” tulis Vitali Meschoulam, strategist Goldman Sachs, dikutip dari Reuters..
Tekanan terhadap greenback muncul setelah investor menilai langkah pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS hanya menjadi solusi sementara untuk meredam gejolak di pasar obligasi..
Menurut Kong, kondisi tersebut dapat menjadi tekanan tambahan bagi sentimen investor terhadap aset dolar AS..
Namun, langkah tersebut belum cukup menenangkan pasar.
Sementara tiga mata uang lainnya melemah..
Goldman Sachs menilai persoalan yang dihadapi pasar obligasi AS saat ini lebih bersifat fiskal daripada teknis..
“Saya bisa memahami mengapa orang khawatir operasi ini menjadi hambatan lain bagi sentimen investor terhadap aset dolar AS.
Carol Kong, currency strategist Commonwealth Bank of Australia, menilai kebijakan tersebut menunjukkan pemerintah AS menggunakan instrumen yang tidak biasa untuk mengelola biaya pinjaman..
rjadiย seiring dengan pelemahan pada dolar AS di pasar global.
Yuan China, ditambah lagi dengan peso Filipina sama-sama terkoreksi tipis 0,01%, masing-masing ke CNY 6,723/US$ dan PHP 61,671/US$…
Dong Vietnam juga bergerak positif dengan penguatan 0,07% ke VND 26.080/US$..
Penguatan juga dicatatkan dolar Singapura yang terapresiasi 0,19% ke SGD 1,27/US$..
Ringgit melemah 0,07% ke posisi MYR 4,043/US$..
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia mayoritas menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (21/8/2026).
Pernyataan itu muncul setelah Departemen Keuangan AS sebelumnya mengumumkan rencana menggandakan pembelian kembali obligasi bertenor panjang untuk meredam lonjakan imbal hasil..
Sejarah menunjukkan mereka memilikinya, setidaknya sementara.
Rupiah turut bergerak positif dengan penguatan 0,25% ke posisi Rp17.700/US$.
Hal ini disebabkan oleh pembuat kebijakan tidak memiliki alat untuk memengaruhi tenor panjang, akibatnya “Keraguan kami bukan..
Contohnya, ini mendorong lebih banyak lindung nilai dolar sekaligus diversifikasi,” ujar Kong.. dapat dilihat pada Berpotensi kita bisa melihat langkah..
Pelemahan dolar AS di pasar global memberi ruang bagi sebagian besar mata uang kawasan untuk bergerak positif..
Sementara itu, imbal hasil Treasury AS tenor panjang masih tetap tinggi setelah dorongan awal dari rencana pembelian kembali obligasi mulai memudar.
Terlihat dari pergerakan Indeks dolar ASย (DXY) yang padaย pagi ini terpantau melemah 0,11% ke posisi 98,783. Tak hanya itu, berpotensi mencatat pelemahan mingguan turut berperan penting..
Baht Thailand menguat 0,12% ke posisi THB 32,80/US$.
Perkembangan terkait Won – Rupiah Pimpin Asia Tendang Dolar, Ringgit Malah Menangis akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Rupiah Melemah ke 17.870 per Dolar AS
- Equityworld Futures Surabaya | Bahlil: Indonesia Setop Impor Solar setelah Ada B50