0 0
Read Time:3 Minute, 42 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Laut Hitam Jadi Medan Perang, Pasokan Gandum Dunia dalam Zona Bahaya yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Pada musim ekspor sebelumnya, kedua negara secara rata-rata mengirim sekitar 7,2 juta metrik ton gandum setiap bulan melalui terminal di Laut Hitam. Di samping itu, Laut Azov juga perlu diperhatikan..

Gangguan tersebut langsung memengaruhi pembentukan harga di pasar global.

Negara-negara di Timur Tengah, Afrika, sekaligus Asia diperkirakan akan meningkatkan pembelian dari Australia maupun Amerika Serikat…

Namun selama aktivitas pelabuhan di Laut Hitam belum pulih, pasar akan terus menghadapi ketidakpastian pasokan..

Terminal KSK, yang merupakan fasilitas ekspor gandum terbesar Rusia, ikut menangguhkan penerimaan gandum, ditambah lagi dengan aktivitas ekspor..

Pemerintah Ukraina memperkirakan kapasitas ekspor hanya mampu mencapai sekitar separuh dari potensi normal apabila blokade pelabuhan terus berlangsung..

Kali ini pemicunya berasal dari jalur logistik.

Di Rusia, terminal yang masih beroperasi hanya fasilitas kecil di Tuapse dengan kapasitas sekitar 160 ribu ton per bulan..

Perkembangan ini menjadi risiko baru bagi inflasi pangan global.

Reuters melaporkan sejumlah kapal yang se. Tak hanya itu, g atau akan memuat gandum di pelabuhan Rusia ikut menjadi sasaran serangan drone. turut berperan penting..

Operasional terminal gandum di Taman juga terhenti..

Melansir Reuters, lebih dari 97% kapasitas ekspor gandum Rusia. Selain itu, Ukraina di kawasan Laut Hitam kini tidak dapat beroperasi..

Analis Rusagrotrans yang berada di bawah Demetra Holding memperkirakan ekspor gandum Rusia pada Agustus hanya mencapai 1,8 juta ton.

Kenaikan terjadi ketika pasar memperhitungkan berkurangnya pasokan dari kawasan yang selama ini menjadi salah satu sumber utama gandum dunia..

Saat ini tidak ada lagi pengiriman dari terminal utama Ukraina di Laut Hitam..

Serangan terhadap pelabuhan. Di samping itu, kapal pengangkut di kawasan Laut Azov dan Laut Hitam membuat sebagian besar ekspor gandum dari dua negara tersebut terhenti. juga perlu diperhatikan..

Jakarta, Equityworld Futures- Konflik Rusia, ditambah lagi dengan Ukraina kembali mengguncang pasar pangan global..

Persediaan gandum di sejumlah negara memang masih cukup untuk menahan tekanan dalam jangka pendek.

Saat ini ekspor gandum Ukraina bergantung pada jalur kereta api menuju Eropa Timur serta pelabuhan di Sungai. Selain itu, ube…

Masing-masing menyumbang sekitar 45% pengiriman, sementara sekitar 10% sisanya menggunakan jalur darat.

Menteri Pertanian Ukraina Taras Vysotskyi mengatakan hingga pertengahan Agustus belum ada kapal baru yang masuk ke pelabuhan tersebut.

Kondisi tersebut membuka peluang harga gandum tetap bertahan di level tinggi dalam beberapa waktu ke depan sekaligus meningkatkan biaya impor pangan bagi banyak negara, termasuk negara-negara yang bergantung pada gandum sebagai bahan baku utama industri makanan…

Importir gandum kini menghadapi pilihan yang semakin terbatas.

Walaupun Rusia masih memiliki opsi mengalihkan ekspor melalui pelabuhan di Laut Baltik, Laut Kaspia, sekaligus kawasan Timur Jauh,, rute yang lebih panjang meningkatkan ongkos distribusi dan memperlambat pengiriman.. masih menjadi prioritas..

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia, ditambah lagi dengan Ukraina saling meningkatkan serangan terhadap infrastruktur pelabuhan..

Namun demikian, biaya logistik sekaligus harga gandumnya lebih tinggi dibandingkan pasokan dari Laut Hitam tetap menjadi kenyataan meskipun Jalur pasokan tersebut tersedia,…

Penurunan ekspor juga mulai terlihat dari data perdagangan Rusia.

Contohnya, NZT. Tak hanya itu, NKHP menghentikan operasional setelah serangan Ukraina. turut berperan penting. dapat dilihat pada Akibatnya, beberapa terminal ekspor utama di Novorossiysk..

Di sisi Ukraina, aktivitas pelabuhan di kawasan Odesa praktis berhenti sejak akhir Juli.

Harga gandum dunia telah naik sekitar 6,5% sepanjang bulan ini sekaligus kini berada sekitar 30% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu..

Volume tersebut menjadi yang terendah untuk bulan Agustus sejak 2010..

Kondisi ini mengurangi pasokan gandum murah ke pasar internasional sekaligus mendorong harga dunia terus bergerak naik…

Perkembangan terkait Laut Hitam Jadi Medan Perang, Pasokan Gandum Dunia dalam Zona Bahaya akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By