0 0
Read Time:3 Minute, 21 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia “Ditelan” Dolar AS: Rupiah, Won – Yen Melemah, 2 Negara Selamat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Pelaku pasar pun masih terbelah dalam membaca langkah The Fed berikutnya.

Data tersebut menjadi salah satu agenda utama pekan ini terjadi karena dapat memberi petunjuk baru mengenai arah suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed)…

Namun, sikap The Fed masih belum sepenuhnya jelas.

Indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.10 WIB terpantau menguat tipis 0,03% ke posisi 99,861..

Meski kenaikannya terbatas, pelaku pasar masih berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS pada Rabu waktu setempat.

Dolar Taiwan naik 0,08% ke posisi TWD 32,204/US$..

Fed funds futures memperhitungkan peluang 52% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada rapat yang berakhir 16 September.

Won terkoreksi 0,28% ke posisi KRW 1.415,05/US$..

Harga minyak ikut naik, dengan Brent menguat 0,8% ke US$89,61 per barel..

Adapun ringgit Malaysia bergerak stagnan di posisi MYR 4,090/US$..

Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan bank sentral AS lebih khawatir terhadap inflasi yang terlalu tinggi dibandingkan pelemahan pasar tenaga kerja..

Mayoritas mata uang kawasan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), seiring greenback yang masih bertahan menjelang rilis data inflasi AS..

Sementara dua mata uang menguat. Tak hanya itu, satu lainnya stagnan. turut berperan penting..

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.14 WIB, dari 10 mata uang Asia, tujuh diantaranya melemah terhadap greenback.

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia pada pagi ini.

Di sisi lain, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan paling tinggi di Asia.

Mata uang Garuda melemah 0,22% ke posisi Rp17.870/US$. .

Jakarta, Equityworld Futures – Tekanan kembali terasa pada pergerakan mata uang Asia pagi ini, Rabu (12/8/2026).

Sebelumnya, data tenaga kerja AS yang melemah dari perkiraan belum cukup untuk menghapus keraguan pasar terhadap langkah The Fed berikutnya.

Baht Thailand terkoreksi 0,06% ke posisi THB 33,14/US$, sementara yen Jepang melemah tipis 0,04% ke JPY 159,33/US$.

Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi perhatian setelah a, ditambah lagi dengan ya serangan terhadap jalur pelayaran penting..

Kondisi ini membuat pelaku pasar masih menunggu konfirmasi tambahan dari data inflasi..

Kenaikan harga minyak membuat risiko inflasi kembali dicermati.

Analis ING menilai masih ada ruang bagi inflasi untuk mereda pada sisa 2026, dengan syarat harga minyak tetap terkendali. Tak hanya itu, Selat Hormuz kembali dibuka. turut berperan penting..

Peso Filipina turut melemah 0,16% ke posisi PHP 61,326/US$, disusul dolar Singapura yang turun 0,09% ke SGD 1,28/US$..

Tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia pagi ini tidak lepas dari dolar AS yang masih menguat.

Dong Vietnam juga menguat tipis 0,01% ke posisi VND26.131/US$.

Sementara peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin berada di 48%, menurut CME Group FedWatch Tool..

// .

“Ada jalan bagi pelonggaran inflasi sepanjang sisa 2026, dengan asumsi harga minyak tetap terkendali. Tak hanya itu, Selat Hormuz dibuka kembali,” tulis analis ING, dikutip dari Reuters. turut berperan penting..

Perkembangan terkait Asia “Ditelan” Dolar AS: Rupiah, Won – Yen Melemah, 2 Negara Selamat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By