Equity World Futures Surabaya – Indeks Dolar AS (DXY) kembali menunjukkan kekuatannya pada perdagangan Senin (10/8) setelah mengalami penurunan selama dua pekan berturut-turut. Dolar menguat sekitar 0,3% ke level 99,82. Penguatan mata uang Paman Sam ini dipicu oleh meningkatnya permintaan aset safe-haven seiring melonjaknya harga minyak mentah dan memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Konflik Selat Hormuz dan Lonjakan Harga Minyak
Harga minyak dunia melonjak hampir 5% setelah pemerintah Iran secara tegas menolak jalur diplomasi langsung dengan Amerika Serikat. Pihak Tehran menegaskan bahwa akses penuh ke Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali jika Washington memenuhi beberapa syarat:
-
Menghentikan blokade angkatan laut.
-
Membuka blokir sanksi ekonomi.
-
Memberikan ganti rugi atas kerugian perang.
Kekhawatiran pasar kian meningkat setelah Iran mengisyaratkan rencana pengelolaan Selat Hormuz yang dapat membatasi lalu lintas kapal dari AS, Israel, dan negara-negara lain yang dianggap tidak bersahabat. Di saat yang sama, serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas energi Arab Saudi makin mendorong investor mengamankan modal mereka ke dalam aset dolar AS.
Data Tenaga Kerja AS Menahan Laju Dolar
Meskipun mendapat dorongan dari krisis geopolitik, penguatan dolar AS masih tertahan oleh buruknya data pasar tenaga kerja domestik:
-
Non-Farm Payrolls (NFP) Juli mencatatkan penurunan untuk pertama kalinya sejak Februari.
-
Data NFP Mei dan Juni mengalami revisi ke bawah hingga 103.000 pekerjaan secara akumulatif.
Kondisi ketenagakerjaan yang melemah ini meredam ekspektasi pasar terkait peluang kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) dalam waktu dekat.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
