Equity World Futures Surabaya – Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa (11/8). Meredupnya harapan atas pembukaan kembali Selat Hormuz memicu ketidakpastian baru terkait prospek kesepakatan deeskalasi konflik antara AS dan Iran.
Kondisi geopolitik yang memanas ini dikombinasikan dengan tekanan tajam di sektor teknologi, menyeret mayoritas indeks utama ke zona merah.
Rangkuman Pergerakan Indeks Utama Wall Street
Tekanan pasar membuat tiga indeks utama AS terkoreksi untuk hari kedua berturut-turut:
-
S&P 500: Turun 0,32% ke level 7.728,20.
-
Nasdaq Composite: Anjlok 0,60% ke level 26.445,45.
-
Dow Jones Industrial Average: Merosot 184 poin (0,34%) ke posisi 53.791,85.
Sektor Teknologi dan Komunikasi Jadi Beban Terberat
Sektor layanan komunikasi mencatatkan penurunan terparah hingga lebih dari 2%. Penurunan ini didorong oleh:
-
Alphabet (Google): Saham merosot 3,8%. Alphabet tercatat memahkotai empat sesi negatif dalam lima hari terakhir pasca pengumuman restrukturisasi pada divisi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) milik Google.
-
AppLovin: Saham merosot hampir 6%.
Sektor teknologi informasi turut memperberat langkah bursa:
-
Nvidia: Sempat menguat di awal sesi perdagangan berkat pengumuman kemitraan dengan enam manajer investasi global untuk menghimpun dana infrastruktur AI senilai lebih dari US$500 miliar, namun gagal mempertahankan penguatan dan ditutup sedikit melemah.
-
Apple: Saham terkoreksi lebih dari 1%, memperparah tekanan pada indeks saham berbasis teknologi.
Pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar (big-cap) ini menahan minat beli investor di tengah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik serta arah kebijakan suku bunga acuan AS.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
