0 0
Read Time:3 Minute, 50 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia Tak Kompak Hadapi Dolar: Rupiah-Ringgit Melemah, Yen-Won Perkasa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Namun, proposal tersebut disebut dapat memberi Teheran kendali atas lalu lintas masuk melalui Selat Hormuz..

Dolar AS juga mendapat tenaga tambahan dari kenaikan imbal hasil Treasury AS.

Di sisi lain, tekanan terdalam pagi ini dialami peso Filipina yang melemah 0,36% ke posisi PHP 60,987/US$.

Hal ini terjadi setelah laporan Financial Times yang mengutip sumber dekat Ketua The Fed Kevin Warsh menyebut a sekaligus ya kemungkinan kenaikan suku bunga pada September, bergantung pada data ekonomi yang masuk…

Reuters melaporkan dolar AS bergerak lebih tinggi terhadap yen. Di samping itu, euro pada Jumat, melanjutkan kenaikan pada perdagangan sebelumnya juga perlu diperhatikan..

Kenaikan tipis DXY membuat ruang penguatan mata uang Asia tidak kompak.

“Kami memperkirakan The Fed akan menunggu hingga Desember sebelum memulai siklus pengetatan secara bertahap,” ujar Clifton..

Harga minyak Brent naik lebih dari US$1 ke US$83,55 per barel pada Jumat, setelah pada sesi sebelumnya ditutup menguat lebih dari US$3..

// .

Kondisi tersebut membuat pasar kembali berhati-hati.

Menurut survei Reuters terhadap ekonom, nonfarm payrolls AS diperkirakan bertambah 80.000 pekerjaan pada Juli, setelah naik 57.000 pada Juni.

Meski terkoreksi, rupiah masih bertahan di bawah level psikologis Rp18.000/US$..

Dolar Taiwan juga menguat 0,09% ke TWD 32,201/US$, se. Selain itu, gkan dong Vietnam naik 0,08% ke VND 26.214/US$…

Kristina Clifton, ekonom Commonwealth Bank of Australia, menilai dolar AS mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak setelah prospek kesepakatan AS-Iran dinilai tidak secepat harapan pasar..

“Dolar AS didukung oleh kenaikan harga minyak setelah muncul kabar bahwa kesepakatan antara AS. Selain itu, Iran untuk membuka kembali selat tersebut masih lebih jauh dari harapan,” ujar Clifton, dikutip dari Reuters…

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.16 WIB, dari 10 mata uang Asia, sebanyak enam mata uang menguat terhadap dolar AS.

Pergerakan mata uang Asia pagi ini masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global.

Penguatan ini terjadi di tengah perhatian pasar yang masih tertuju pada dinamika intervensi Jepang sekaligus AS dalam beberapa hari terakhir…

Data ini akan menjadi petunjuk penting untuk membaca arah kebijakan suku bunga bank sentral (The Federal Reserve/The Fed)..

Clifton juga menilai The Fed belum akan buru-buru menaikkan suku bunga, meski peluang pengetatan tetap terbuka..

Indeks dolar ASย (DXY) pada waktu yang sama terpantau menguat tipis 0,03% ke posisi 99,956..

Won Korea Selatan menyusul dengan kenaikan 0,27% ke posisi KRW 1.419/US$.

Ketegangan di kawasan Teluk juga masih menjadi perhatian.

Tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,2%..

Dukungan terhadap greenback datang dari meningkatnya keraguan pasar terhadap kesepakatan damai Iran,. Akibatnya, permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman kembali menguat…

Namun, posisi dolar AS masih berada di bawah level 100, sehingga berdampak pada sebagian mata uang kawasan tetap mampu bertahan di zona hijau…

Mata uang Garuda melemah 0,08% ke posisi Rp17.925/US$.

Dolar Singapura turut menguat 0,04%, sementara yuan China naik tipis 0,02%..

Jakarta, Equityworld Futures – Pergerakan mata uang Asia tak seragam dalam menghadapiย dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (7/8/2026).ย .

Selain itu, pelaku pasar menunggu rilis data tenaga kerja AS, yakni nonfarm payrolls, pada Jumat waktu setempat.

Rupiah juga belum mampu mengikuti penguatan mayoritas mata uang Asia.

Yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pada pagi ini.

Ringgit Malaysia juga terkoreksi 0,07% ke MYR 4,09/US$, sementara baht Thailand melemah tipis 0,03% ke THB 33,11/US$..

Reuters melaporkan a, ditambah lagi dengan ya proposal kesepakatan antara Iran dan Oman untuk membantu mengakhiri konflik AS-Iran..

Perkembangan terkait Asia Tak Kompak Hadapi Dolar: Rupiah-Ringgit Melemah, Yen-Won Perkasa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By