Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar AS Hancur di Asia: Rupiah, Won, Yen – Ringgit Kompak Menguat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz sudah dekat, meski pejabat AS menegaskan tidak akan menyetujui Iran mengendalikan akses ke jalur perdagangan energi paling penting dunia tersebut..
Tekanan terhadap dolar AS juga datang dari penurunan harga minyak dunia.
Peso Filipina sekaligus dolar Singapura juga masing-masing terapresiasi 0,03%..
Data tenaga kerja tersebut akan memberi petunjuk baru mengenai arah kebijakan The Federal Reserve/The Fed..
Selain perkembangan Timur Tengah, fokus pelaku pasar juga tertuju pada data nonfarm payrolls AS yang akan dirilis Jumat.
Namun, sikap The Fed masih belum sepenuhnya longgar.
Rupiah turut perkasa dalam melawan dolar AS.
“Pasar saat ini benar-benar berada dalam mode wait and see,” ujar Attrill dalam sebuah podcast, dikutip dari Reuters..
Adapun, dong Vietnam menjadi mata uang paling kecil penguatannya terhadap greenback, dengan menguat tipis 0,02%..
Baht Thailand juga bergerak solid dengan penguatan 0,15% ke posisi THB 33,06/US$, se sekaligus gkan ringgit Malaysia naik 0,12% ke MYR 4,085/US$. ..
Yen Jepang menguat 0,08% yang diikut oleh yuan China menguat tipis 0,04% ke CNY6,472/US$.
Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) memberi ruang bagi seluruh mata uang kawasan untuk menguat, termasuk rupiah..
Namun demikian, pasar masih mencermati rencana kesepakatan antara Iran. Tak hanya itu, Oman yang disebut dapat membantu mengakhiri konflik AS-Iran turut berperan penting..
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia membuka perdagangan Kamis (6/8/2026) dengan kompak berada di zona hijau.
Mata uang Garuda terapresiasi 0,11% ke posisi Rp17.905/US$.
Melansir dari Survei Reuters terhadap ekonom memperkirakan nonfarm payrolls AS bertambah 80.000 pekerjaan pada Juli, setelah naik 57.000 pada Juni.
Penguatan paling tajam pagi ini dicatatkan won Korea Selatan yang melonjak 0,34% ke posisi KRW 1.416,35/US$.
Indeks dolar AS (DXY) pada pagi ini terpantau turun tipis 0,02% ke posisi 99,657, yang artinya DXY masih berada di dekat level terendahnya dalam enam pekan..
Gubernur The Fed Lisa Cook mengatakan terbuka terhadap kemungkinan bank sentral perlu menaikkan suku bunga jangka pendek untuk menghadapi inflasi yang masih terlalu tinggi di ekonomi AS..
Harga Brent turun 0,5% ke US$79,08 per barel pada penutupan Kamis (5/8/2026), setelah kekhawatiran gangguan pasokan energi mulai mereda..
Penguatan mata uang Asia pagi ini sejalan dengan dolar AS yang masih tertahan di zona merah.
Posisi ini membuat rupiah semakin menjauh dari level psikologis Rp18.000/US$..
Ray Attrill, head of FX strategy National Australia Bank, menilai pasar masih memilih menunggu kejelasan..
Dolar Taiwan menyusul dengan kenaikan 0,20% ke TWD 32,199/US$..
Dia juga menilai volatilitas harga minyak yang sebelumnya menjadi penggerak utama pasar mulai mereda..
“Kita tidak lagi melihat volatilitas pasar minyak yang selama beberapa hari sekaligus pekan terakhir menjadi penggerak utama sebagian besar pasar,” kata Attrill…
Tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,2%..
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari pantauan terhadap 10 mata uang Asia, seluruhnya kompak menguat terhadap dolar AS..
Penyebab utamanya adalah pelaku pasar masih berhati-hati mencermati perkembangan kesepakatan AS-Iran serta menunggu data tenaga kerja AS pada akhir pekan., sehingga berdampak pada DXY kesulitan mencari arah terjadi…
Perkembangan terkait Dolar AS Hancur di Asia: Rupiah, Won, Yen – Ringgit Kompak Menguat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Hijrah dan Muharram, Sejarah Perjalanan yang Mengubah Peradaban
- Equity World Trillium Surabaya – Harga Emas Anjlok Setelah Trump Tunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed