0 0
Read Time:3 Minute, 34 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah Pimpin Asia Tendang Dolar AS, Ringgit Menangis Sendirian yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Mata uang Garuda menguat 0,44% ke posisi Rp17.935/US$.

Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan paling tinggi di Asia pada pagi ini.

Bagi dolar AS, turunnya harga minyak menjadi tekanan tersendiri.

// .

Indeks dolar AS (DXY) pada waktu yang sama memang terpantau menguat tipis 0,03% ke posisi 99,888..

Penguatan ini membuat rupiah kembali menjauh dari level psikologis Rp18.000/US$..

Penyebab utamanya adalah muncul tanda-tanda a. Tak hanya itu, ya peluang jalan diplomasi dalam konflik Iran,. Akibatnya, Penurunan harga minyak terjadi terjadi. turut berperan penting…

Tekanan terhadap dolar AS ikut dipengaruhi oleh penurunan harga minyak.

Oleh sebab itu, pelemahannya menunjukkan pasar mulai menghitung ulang peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September. menjadi konsekuensi dari Instrumen tersebut sensitif terhadap arah suku bunga,..

DXY masih bergerak di bawah level 100 sekaligus kesulitan mencari arah setelah sempat menyentuh level terendah dalam enam pekan pada Senin…

Harga minyak kembali melemah pada perdagangan Rabu pagi ini dibawah level US$80 per barel, setelah pada sesi sebelumnya sempat anjlok 5%..

Dolar Taiwan juga menguat cukup tajam, yakni 0,31% ke posisi TWD 32,3/US$..

Peso Filipina turut naik 0,11% ke posisi PHP 60,901/US$, sementara yuan China menguat 0,09% ke CNY 6,747/US$..

Harga energi yang lebih rendah dapat meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga berdampak pada pasar mulai menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed)…

Di sisi lain, ringgit Malaysia menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah.

Ringgit turun 0,10% ke posisi MYR4,089/US$..

Merujuk data Refinitiv, pada perdagangan Rabu (5/8/2026) per pukul 09.16 WIB, sembilan dari 10 mata uang Asia terpantau bergerak menguat terhadap dolar AS.

Yen Jepang, ditambah lagi dengan baht Thailand masing-masing menguat 0,07% dan 0,06%..

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia tampil cukup perkasa dalam melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini.

Fokus pasar kini akan bergeser ke data tenaga kerja AS, terutama nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat.

Pelemahan dolar AS dalam beberapa hari terakhir memberi ruang bagi hampir seluruh mata uang Asia untuk menguat, termasuk rupiah..

Harapan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi sekaligus mendorong pelaku pasar melepas premi risiko yang sebelumnya menempel pada harga minyak…

Namun, kenaikan tipis tersebut belum cukup untuk mengubah arah besar pergerakan dolar AS.

Harapan ini ikut memperkuat ekspektasi bahwa aliran minyak melalui Selat Hormuz dapat membaik..

Penguatan lebih tipis terlihat pada dong Vietnam sekaligus dolar Singapura yang sama-sama naik 0,02%…

Data tersebut akan menjadi petunjuk penting untuk membaca kondisi pasar tenaga kerja AS. Tak hanya itu, arah kebijakan The Fed berikutnya. turut berperan penting..

Won Korea Selatan menyusul dengan kenaikan 0,42% ke posisi KRW 1.422,9/US$.

Melansir CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi 60%, dari 75% pada pekan lalu..

Penguatan hampir seluruh mata uang Asia pagi ini terjadi seiring dinamika dolar AS yang masih cenderung tertekan dalam beberapa hari terakhir.

Qatar menyatakan pada Selasa bahwa mediator mulai mencatat kemajuan dalam upaya mengakhiri perang.

Hanya satu mata uang yang masih tertahan di zona merah..

Hal ini juga terlihat dari imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun yang bergerak di sekitar level terendah dua pekan.

Perkembangan terkait Rupiah Pimpin Asia Tendang Dolar AS, Ringgit Menangis Sendirian akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By