0 0
Read Time:7 Minute, 5 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Operasi Rahasia AS Beli Yen Terbongkar, Pasar Global Siaga Satu yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Posisi itu menjadi level terlemah yen sejak Desember 1986..

Penguatan yen dari level yang hampir menyentuh JPY 164/US$ menjadi sekitar JPY 155/US$ berarti mata uang Jepang naik hampir 6%..

Yield US Treasury tenor 10 tahun naik dari 4,622% pada Rabu (29/7/2026) menjadi 4,663% pada Kamis, ketika Jepang mulai membeli yen.

Kondisi tersebut juga mendorong transaksi yen carry trade.

Intervensi besar tersebut dilakukan setelah yen mengalami pelemahan panjang, ditambah lagi dengan sempat menyentuh JPY 163,98/US$ pada 23 Juli 2026..

Dalam catatan tersebut tertulis rencana pembelian yen senilai US$5 – US$10 miliar.

Hingga mata uang Asia yang bergerak kompak menguat..

Jika pembongkaran carry trade meluas, investor dapat menjual saham di AS, Eropa, sekaligus negara berkembang untuk mendapatkan yen…

Pelemahan dolar memberikan ruang bagi mata uang utama lainnya untuk menguat..

New York Fed dilaporkan menjual euro untuk membeli yen melalui Goldman Sachs. Selain itu, Morgan Stanley..

Yield tersebut kemudian melonjak ke 4,745% pada Jumat saat AS ikut melakukan intervensi..

Pergerakan sebesar itu dapat menghapus keuntungan yang diperoleh investor dari selisih bunga..

Posisi Jumat menjadi level tertinggi kedua tenor tersebut sepanjang 2026..

Maskapai penerbangan, perusahaan ritel,. Di samping itu, industri yang memiliki biaya besar dalam dolar berpeluang terbantu oleh penguatan mata uang Jepang. juga perlu diperhatikan..

Contohnya, otomotif, elektronik, sekaligus mesin berisiko tertekan.. dapat dilihat pada Hal ini disebabkan oleh pendapatan dalam dolar menjadi lebih kecil ketika dikonversi ke yen, akibatnya Saham perusahaan eksportir..

Namun, pergerakan dolar turut dipengaruhi penurunan harga minyak, situasi Timur Tengah, sekaligus ekspektasi terhadap kebijakan The Fed…

Yield-nya meningkat dari 5,143% pada Rabu menjadi 5,207% pada Kamis. Tak hanya itu, kembali naik menjadi 5,275% pada Jumat. turut berperan penting..

Oleh sebab itu, berpotensi menjual sebagian kepemilikan obligasi pemerintah AS atau Treasury. menjadi konsekuensi dari Pertama, Jepang membutuhkan dolar untuk membeli yen..

Namun, Departemen Keuangan AS belum memberikan konfirmasi mengenai angka tersebut..

Investor yang ingin menutup carry trade harus menjual aset yang dimiliki sekaligus membeli kembali yen…

Tekanan terhadap yen terutama datang dari perbedaan tingkat bunga Jepang sekaligus AS…

Besarnya transaksi belum diumumkan secara resmi..

Meski demikian, penguatan yen yang terlalu cepat membawa risiko baru bagi pasar keuangan dunia, terutama melalui pembongkaran yen carry trade..

BOJ baru saja memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di level 1% dalam pertemuan Jumat (31/7/2026), sementara bunga The Fed masih berada pada kisaran 3,50%-3,75%..

Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengatakan risiko kenaikan inflasi semakin besar, terutama akibat pelemahan yen, harga energi, sekaligus peningkatan permintaan terkait kecerdasan buatan…

Kenaikan juga terjadi pada Treasury tenor 30 tahun.

Investor meminjam yen dengan bunga rendah, menukarnya ke mata uang lain, lalu membeli saham, obligasi, atau aset dengan imbal hasil lebih tinggi..

Hal ini dilakukan oleh Departemen Keuangan AS yang melakukan pembelian yen Jepang pada Jumat (31/7/2026), setelah Tokyo lebih dahulu melakukan intervensi sehari sebelumnya..

Penjualan tersebut dapat menurunkan harga obligasi, ditambah lagi dengan mendorong yield global naik…

Selama bunga Jepang masih jauh lebih rendah dibandingkan AS, pasar tetap memiliki alasan untuk menjual yen.

Namun ketika yen menguat, biaya untuk membeli kembali mata uang Jepang. Tak hanya itu, melunasi pinjaman ikut meningkat turut berperan penting..

Dampak paling langsung dari intervensi Jepang. Selain itu, AS terlihat di pasar valuta asing…

Pelemahan yen semakin dalam akibat kenaikan harga energi selama perang di Timur Tengah.

Jakarta, Equityworld Futures – Amerika Serikat (AS) baru saja melakukan sebuah langkah yang cukup langka dengan turun langsung ke pasar valuta asing untuk membantu Jepang dalam memperkuat mata uangnya, Yen..

Dalam dua hari, yield Treasury 10 tahun melonjak 12,3 basis poin, se. Selain itu, gkan tenor 30 tahun naik 13,2 basis poin..

Meski Langkah tersebut dapat menghentikan penurunan yen dengan cepat,, namun tidak menghilangkan penyebab utama pelemahannya. tetap penting..

Namun, jika intervensi terus dilakukan. Di samping itu, investor Jepang mulai membawa pulang dana dari luar negeri, permintaan terhadap Treasury serta obligasi negara lain tetap berisiko berkurang. juga perlu diperhatikan..

// .

Sebaliknya, perusahaan yang bergantung pada impor dapat memperoleh keuntungan..

Meskipun, kenaikan yield ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh intervensi yen.

Tekanan tidak hanya berpotensi terjadi di bursa Jepang.

Seperti dilansir dari Reuters, transaksi tersebut dijalankan oleh Federal Reserve Bank of New York atas nama Departemen Keuangan AS.

Oleh sebab itu, penurunan harga aset memaksa penjualan lanjutan. menjadi konsekuensi dari Risiko terbesar muncul jika posisi investor menggunakan utang dalam jumlah besar..

Sebelum transaksi dilakukan, pemerintah AS telah meminta sejumlah bank bersiap menghadapi kemungkinan intervensi.

Kondisi serupa pernah terlihat pada Agustus 2024 ketika penguatan yen sekaligus perubahan arah kebijakan BOJ memicu penjualan saham global, meskipun volatilitas kemudian mereda…

Investor pun memiliki alasan untuk menjual yen sekaligus memindahkan dananya ke AS atau negara lain yang memberikan keuntungan lebih besar…

Apabila dilakukan secara bersamaan, proses tersebut dapat meningkatkan tekanan jual pada saham, obligasi,, ditambah lagi dengan mata uang negara-negara yang sebelumnya menjadi tujuan dana tersebut..

Selama ini, investor meminjam yen dengan bunga rendah, menukarkannya ke dolar atau mata uang lain, kemudian menggunakan. Di samping itu, a tersebut untuk membeli saham dan obligasi berimbal hasil lebih tinggi. juga perlu diperhatikan..

Euro naik ke level tertinggi dalam satu setengah bulan, sementara poundsterling mendekati posisi tertinggi dalam dua pekan.

Kedua, investor carry trade dapat melepas obligasi luar negeri untuk mendapatkan yen. Tak hanya itu, melunasi pinjaman turut berperan penting..

Melalui fasilitas ini, Jepang dapat menjaminkan Treasury untuk mendapatkan dolar sementara tanpa menjual obligasi AS langsung ke pasar.

AS bergerak setelah Jepang melakukan intervensi besar pada Kamis (30/7/2026).

Risiko tersebut berusaha dibatasi melalui FIMA Repo Facility milik The Fed..

Pergerakan rekening Bank of Japan (BOJ) menunjukkan Tokyo diperkirakan menjual dolar hingga sebanyak 58,97 miliar dolar AS untuk membeli yen..

Pada saat bersamaan, normalisasi kebijakan BOJ berjalan secara bertahap..

Tekanan pada pasar obligasi AS terlihat ketika Jepang. Di samping itu, AS melakukan intervensi. juga perlu diperhatikan..

Sinyal kenaikan bunga menjadi penting terjadi karena intervensi hanya mengubah permintaan, ditambah lagi dengan penawaran mata uang secara langsung….

Walaupun Langkah ini memberikan sinyal bahwa Washington tidak hanya mendukung Jepang melalui pernyataan,, juga bersedia masuk langsung ke pasar. masih menjadi prioritas..

Pembelian yen mendorong mata uang Jepang menguat sekaligus menekan dolar AS.

// .

Rencana pembelian yen sempat terungkap dari foto catatan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam rapat kabinet di Camp David..

Melansir Refinitiv, Indeks dolar turun lebih dari 1,5% sepanjang pekan lalu. Tak hanya itu, berada di sekitar 99,707 pada perdagangan Senin pagi (3/8/2026). turut berperan penting..

Meskipun bunga telah naik ke level tertinggi dalam 31 tahun, pasar menilai langkah tersebut belum cukup untuk menutup jarak dengan suku bunga AS..

Selisih tersebut membuat aset dolar masih menawarkan imbal hasil lebih tinggi daripada aset yen.

Keterlibatan Negeri Paman Sam juga memberikan sinyal bahwa AS tidak menginginkan pelemahan yen terus berlangsung tanpa kendali..

Yen yang lebih kuat menurunkan biaya pembelian minyak, gas, pangan,. Di samping itu, bahan baku dari luar negeri juga perlu diperhatikan..

Penguatan mata uang Jepang juga berisiko kembali berbalik apabila BOJ tidak melanjutkan kenaikan bunga atau The Fed mempertahankan kebijakan ketat lebih lama..

Pasar juga se. Tak hanya itu, g memperhitungkan kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga tinggi, risiko inflasi akibat harga energi, serta kebutuhan pembiayaan pemerintah AS. turut berperan penting..

BOJ memang memberikan sinyal dapat kembali menaikkan bunga pada pertemuan September mendatang.

Jepang mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyaknya sehingga berdampak pada lonjakan harga energi memperbesar permintaan dolar untuk membayar impor…

Produk Jepang juga menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Akibatnya, daya saing ekspornya dapat melemah…

// .

Perkembangan terkait Operasi Rahasia AS Beli Yen Terbongkar, Pasar Global Siaga Satu akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By