0 0
Read Time:4 Minute, 15 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Pakistan Pecahkan Rekor Impor CPO, Pengusaha Sawit RI Tertawa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Data Sensitive Price Index (SPI) menunjukkan harga minyak goreng, ditambah lagi dengan ghee memang telah meningkat dalam setahun terakhir..

Contohnya, ga kebutuhan minyak nabati dalam negeri.. dapat dilihat pada Sementara itu, para peneliti di Ayub Agricultural Research Institute (AARI) Pakistan memperkirakan bahwa mengalihkan sebagian lahan surplus gandum sekaligus tebu untuk ditanami kanola dan bunga matahari dapat memenuhi sekitar..

Menurutnya, konsumsi minyak nabati di Pakistan telah meningkat menjadi 4,8 juta ton dari sekitar 4 juta ton lima tahun lalu..

Dengan konsumsi minyak nabati sekitar 24 kilogram per kapita per tahun, salah satu yang tertinggi di Asia Selatan, permintaan diperkirakan tidak akan menurun dengan sendirinya..

Nilai ini meningkat dibanding FY25 yang mencapai 3,214 juta ton senilai US$3,4 miliar..

Rekor impor minyak sawit Pakistan menunjukkan ketergantungan negara tersebut terhadap minyak nabati impor semakin besar, seiring meningkatnya konsumsi domestik. Di samping itu, terbatasnya pasokan bahan baku lokal. juga perlu diperhatikan..

Menurut Rehan, perubahan mekanisme pajak dalam anggaran FY27 akan menaikkan harga minyak goreng. Tak hanya itu, ghee sekitar Rs10-Rs15 per kilogram. turut berperan penting..

Pakistan menggantungkan 80-90% pasokan minyak sawitnya kepada Indonesia.

Hal ini terjadi meskipun Pakistan merupakan negara agraris, di mana lebih dari 37% tenaga kerja bekerja di sektor pertanian..

Contohnya, sebelumnya. dapat dilihat pada Ia juga mengeluhkan tekanan dari Federal Board of Revenue (FBR) yang kini mewajibkan produsen membayar general sales tax (GST) berdasarkan harga eceran (retail price), bukan lagi berdasarkan harga pabrik (ex-mill price)..

Berdasarkan data Pakistan Bureau of Statistics (PBS), harga rata-rata impor minyak sawit pada FY26 mencapai US$1.078 per ton, naik dari US$1.056 per ton pada FY25..

// .

Namun, Rehan mengkritik pemerintah terjadi karena hingga kini Pakistan belum memiliki kebijakan nasional mengenai minyak nabati sejak merdeka…

Data Ba sekaligus Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor sawit RI ke Pakistan melonjak 29,5% dalam lima tahun terakhir (volume) dan melesat 98,2% (secara volume)…

Contohnya, biji kapas.. dapat dilihat pada Dikutip dari Pakistan Today, Ketua Pakistan Vanaspati Manufacturers Association (PVMA) Sheikh Umer Rehan mengatakan lonjakan impor didorong oleh meningkatnya permintaan minyak goreng. Selain itu, ghee akibat pertumbuhan penduduk serta menurunnya produksi bahan baku lokal..

Dengan jumlah tersebut, Indonesia adalah pemasok terbesar..

Sebelumnya, PVMA telah meminta pemerintah memangkas pajak sektor minyak nabati, ditambah lagi dengan ghee dalam penyusunan anggaran guna meringankan beban masyarakat…

Data terbaru Januari-Mei 2026 bahkan menunjukkan Pakistan kini menggeser China sebagai tujuan ekspor terbesar kedua.

Salah satunya adalah mencontoh National Mission on Edible Oils di India, yang berhasil menggandakan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) domestik pada periode 2014-2025 melalui perluasan lahan secara terarah, jaminan harga,, ditambah lagi dengan komitmen kelembagaan yang berkelanjutan…

Impor Pakistan pada tahun fiskal 2025/2026 (Juli 2025-Juni 2026) mencapai 3,482 juta ton dengan nilai US$3,785 miliar atau sekitar Rp 68,13 triliun (US$1= Rp 18.000)..

Kebijakan tersebut dinilai akan meningkatkan beban pajak industri..

Dalam anggaran FY27, pemerintah memperluas cakupan Third Schedule dengan mengubah mekanisme pemungutan pajak untuk minyak goreng, ditambah lagi dengan ghee berdasarkan Maximum Retail Price (MRP) atau harga eceran tertinggi..

Sementara itu, harga rata-rata ghee kemasan 2,5 kg naik menjadi Rs1.500-Rs1.565 dari sebelumnya Rs1.425-Rs1.485.

India masih menjadi pangsa pasar terbesar..

Adapun harga ghee kemasan 1 kg meningkat menjadi Rs590-Rs610, dibandingkan Rs550-Rs580 pada tahun sebelumnya..

Pakistan merupakan importir minyak sawit terbesar keempat di dunia, setelah India, China,. Di samping itu, Uni Eropa juga perlu diperhatikan..

Akibatnya, tagihan impor minyak nabati hampir dua kali lipat sejak tahun fiskal 2020 (FY20).

Pakistan hanya mampu memproduksi sekitar 12%-15% dari total kebutuhan minyak nabati domestiknya, hampir tidak membudidayakan tanaman penghasil minyak dalam skala komersial, serta membubarkan satu-satunya lembaga khusus pengembangan tanaman minyak setelah Amandemen ke-18 Konstitusi pada 2011..

Jakarta, Equityworld Futures – Impor minyak sawit Pakistan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tahun fiskal 2025/2026 (FY26).

Harga rata-rata nasional minyak goreng kemasan 5 liter kini berada di kisaran Rs2.975-Rs3.110 atau sekitar Rp194.862,5- Rp 203.705 (1 Rs= Rp 65,5), naik dari Rs2.800-Rs3.000 setahun sebelumnya..

Perkembangan terkait Pakistan Pecahkan Rekor Impor CPO, Pengusaha Sawit RI Tertawa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By