Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Tok! The Fed Tahan Suku Bunga: Suara Terpecah, Peluang Naik Menguat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Di sisi lain, terhalang oleh anggota FOMC lainnya. justru terjadi walaupun Trump mengatakan Warsh sebenarnya menginginkan suku bunga yang lebih rendah,..
Warsh juga menyoroti kenaikan tajam imbal hasil obligasi pemerintah AS sejak rapat FOMC sebelumnya.
Meski “Kami tidak mendukung pergerakan pasar tertentu,, namun kami mengamati harga-harga di pasar dengan sangat saksama,” ujar Warsh. tetap penting..
Menguatnya sikap hawkish di dalam komite, yang tercermin dari tiga suara berbeda, kemungkinan juga dipicu kembali memanasnya konflik di Timur Tengah,” ujarnya..
Meski “Situasi saat ini bukan lagi soal apakah suku bunga akan naik,, namun kapan kenaikan itu terjadi,” kata Jason Granet, Chief Investment Officer BNY, dikutip dari CNN International. tetap penting..
Namun, ia memastikan The Fed siap bertindak apabila diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target 2%..
Sebelum rapat berlangsung, sejumlah pejabat The Fed telah menyampaikan pan. Tak hanya itu, gan yang lebih hawkish turut berperan penting..
Sebaliknya, bank sentral lebih baik menjelaskan kondisi ekonomi yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan..
Ia mengaku senang terjadi karena pelaku pasar kini lebih mengandalkan analisis mereka sendiri dibanding hanya bereaksi terhadap pidato pejabat The Fed atau dot plot, yakni proyeksi suku bunga yang dirilis setiap triwulan…
Dalam pernyataan resminya, The Fed menyebut ketiga pejabat tersebut menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 bps..
Inflasi AS memang melandai tajam pada Juni,. Akan tetapi eskalasi konflik di Timur Tengah kembali mendorong kenaikan harga energi dunia. tidak boleh diabaikan..
“The Fed tampaknya mulai kehabisan kesabaran menghadapi inflasi yang masih berada di atas target, meskipun data inflasi terbaru menunjukkan perlambatan.
Pernyataan resmi FOMC kini jauh lebih ringkas. Selain itu, tidak lagi memberikan sinyal apakah kenaikan suku bunga akan segera dilakukan…
Namun bagi kami, yang terpenting adalah mengamati bagaimana pasar bereaksi terhadap perkembangan yang terjadi secara langsung tanpa filter,” ujar Warsh, dikutip dari CNBC International..
Namun, pendekatan tersebut nyaris ditinggalkan sejak Warsh mulai memimpin bank sentral pada Mei lalu.
Minimnya petunjuk dari The Fed membuat pelaku pasar harus menafsirkan sendiri arah kebijakan bank sentral, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi..
The Fed tidak akan goyah dalam mengembalikan inflasi ke target 2%,” tegas Warsh..
Dalam proyeksi ekonomi yang dirilis pada Juni, anggota FOMC masih memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 bps sebelum akhir 2026..
Respons pasar langsung terlihat setelah pengumuman The Fed.
Munculnya tiga suara berbeda sekaligus menjadi ujian awal bagi Ketua The Fed Kevin Warsh..
Tak hanya itu, The Fed juga mulai mencermati dampak pesatnya adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terhadap dinamika inflasi. Di samping itu, produktivitas ekonomi dalam jangka menengah. juga perlu diperhatikan..
Menurutnya, pasar telah mulai mengantisipasi kenaikan suku bunga, sekaligus ia menyambut positif penyesuaian tersebut, meski menegaskan hal itu tidak otomatis berarti The Fed harus mengikuti ekspektasi pasar…
Di sisi lain, data inflasi terbaru sebenarnya sempat memberikan angin segar.
Menurut Kay Haigh, Global Head sekaligus Chief Investment Officer Fixed Income & Liquidity Solutions di Goldman Sachs Asset Management, The Fed mulai menunjukkan kesabaran yang semakin tipis terhadap inflasi yang masih berada di atas target..
Meski pasar secara umum memperkirakan The Fed akan kembali menahan suku bunga, sebagian pelaku pasar sempat melihat peluang kenaikan suku bunga..
Walaupun Saya tahu dia ingin melihat suku bunga lebih rendah,, dia memiliki dewan yang bersifat politis. Selain itu, mereka ingin mempertahankan suku bunga tetap tinggi,” kata Trump di Gedung Putih ketika ditanya mengenai keputusan The Fed yang kembali menahan suku bunga, dikutip dari CNN International.. masih menjadi prioritas..
Proyeksi terbaruย FedWatch Tool milik CME Group kini melihat peluang 62% kenaikan pada September mendatang..
Pada Januari – Juli 2026, The Fed menahan suku bunga acuan..
Namun, kondisi tersebut mulai berubah dalam beberapa pekan terakhir setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas. Akibatnya, mendorong kenaikan harga energi…
Gubernur The Fed Christopher Waller sebelumnya juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap inflasi. Selain itu, menyebut kenaikan suku bunga mungkin diperlukan jika tekanan harga tidak kunjung mereda..
Selama lebih dari dua dekade, pejabat The Fed, termasuk ketuanya, lazim memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan melalui pernyataan publik atau forward gui sekaligus ce…
Menurut Granet, berbagai indikator utama maupun laporan dari pelaku usaha menunjukkan tekanan inflasi mulai kembali meningkat.
Sementara itu, Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack, Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari, serta Gubernur The Fed Christopher Waller juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat apabila inflasi tetap tinggi..
Di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga, Presiden AS Donald Trump justru kembali mendesak agar biaya pinjaman diturunkan..
Namun, dalam rapat kali ini ia tetap mendukung keputusan mempertahankan suku bunga..
Inflasi masih berada di atas target 2% yang ditetapkan Komite, yang sebagian mencerminkan guncangan dari sisi pasokanย yang telah mendorong kenaikan harga di sejumlah sektor, termasuk energi.
Menjelang rapat, pan. Tak hanya itu, gan para pejabat FOMC memang semakin beragam turut berperan penting..
Tekanan harga juga dipengaruhi oleh tarif impor yang diberlakukan Presiden Donald Trump serta kenaikan harga energi akibat konflik Iran..
Namun, pernyataan FOMC yang dirilis Rabu tidak memberikan keduanya.
Perbedaan suara tersebut menjadi yang pertama sejak September 2016, ketika tiga anggota FOMC secara bersamaan mengambil posisi yang berbeda dari mayoritas terkait arah kebijakan suku bunga..
Secara tahunan, inflasi juga melemah ke 3,5%.
“Kevin luar biasa,. Akan tetapi dia memiliki dewan tidak boleh diabaikan..
Menjelang rapat FOMC pekan ini, pasar menghadapi tingkat ketidakpastian yang tidak biasa mengenai arah kebijakan The Fed..
Saat itu, mereka menginginkan penghapusan sinyal dalam pernyataan kebijakan yang mengindikasikan peluang penurunan suku bunga..
Pernyataan Trump kembali menegaskan tekanan politik terhadap The Fed, meski bank sentral AS secara konsisten menegaskan bahwa setiap keputusan kebijakan moneter akan didasarkan pada perkembangan data ekonomi, khususnya inflasi. Tak hanya itu, pasar tenaga kerja. turut berperan penting..
Sementara itu, yield obligasi tenor 10 tahun naik lebih dari 7 basis poin menjadi 4,677%, mencerminkan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat..
Warsh sendiri berpendapat bahwa The Fed seharusnya tidak lagi terlalu fokus memberi sinyal kepada pasar mengenai langkah kebijakan berikutnya.
Seperti diketahui, The Fed pada 2025 menahan suku bunga hingga Agustus 2025 di level 4,25-4,50% sebelum memangkasnya pada September, Oktober,, ditambah lagi dengan Desember 2025 menjadi 3,50-3,75%..
“Aktivitas ekonomi terus tumbuh dengan laju yang solid meskipun tingkat ketidakpastian masih tinggi, yang sebagian dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah.
Komite menegaskan akan mewujudkan stabilitas harga,” tulis The Fed dalam pernyataan resminya..
Di sisi lain, data ekonomi memberikan gambaran yang saling bertolak belakang.
“Keputusan komite ini sangat penting, sekaligus bila diperlukan serta dinilai tepat, kami tidak akan ragu mengambil tindakan,” katanya…
Penyebab utamanya adalah penurunan harga bensin, sehingga berdampak pada Consumer Price Index (CPI) AS pada Juni secara tak terduga turun 0,4%, terutama terjadi…
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun melonjak menembus 5,2%, level tertinggi sejak 2007..
// .
Kelompok pejabat yang mendukung kebijakan lebih ketat menilai inflasi masih membebani rumah tangga AS. Selain itu, belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda secara meyakinkan..
Ketiganya selama ini dikenal sebagai pejabat yang paling vokal mendorong kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi yang telah berada di atas target 2% The Fed selama lebih dari lima tahun..
Warsh sebelumnya menegaskan dirinya tidak memiliki toleransi terhadap inflasi yang telah berada di atas target bank sentral selama lebih dari lima tahun..
Pernyataan tersebut tidak banyak memberikan kepastian kepada pasar mengenai langkah berikutnya.
Hal ini memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini semakin menyempit..
// .
Meski Keputusan untuk menahan suku bunga tidak diambil secara bulat, namun dengan hasil 9 berbanding 3. tetap penting..
Walaupun Penyebabnya bukan hanya prospek ekonomi yang dipenuhi sinyal saling bertentangan,, juga berubahnya pola komunikasi bank sentral di bawah kepemimpinan Warsh. masih menjadi prioritas..
Dalam konferensi pers usai rapat, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa bank sentral tidak akan lagi memberikan petunjuk (forward gui sekaligus ce) mengenai arah kebijakan suku bunga..
Kondisi tersebut berpotensi memperluas tekanan inflasi ke sektor lain, mulai dari tarif penerbangan hingga biaya logistik..
Ketiganya juga memberikan suara berbeda pada rapat terakhir yang dipimpin mantan Ketua The Fed Jerome Powell pada akhir April 2026.
Jakarta, Equityworld Futures – Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) kembali mempertahankan suku bunga acuannya di 3,50-3,75%.
Penyebab utamanya adalah satu bulan penurunan harga yang moderat., sehingga berdampak pada “Kami telah memulai babak baru. Di samping itu, memahami bahwa inflasi yang telah berada di atas target selama lebih dari lima tahun tidak bisa diselesaikan hanya dalam sembilan minggu atau hanya terjadi. juga perlu diperhatikan…
Tiga suara yang menolak keputusan tersebut berasal dari Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack, Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari,, ditambah lagi dengan Presiden The Fed Dallas Lorie Logan…
The Fed mengumumkan suku bunga pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (30/7/2026) setelah menggelar pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari..
Jika perang Iran terus berlanjut sekaligus belum ada solusi permanen yang memulihkan jalur pelayaran di kawasan, gangguan terhadap pasokan energi global diperkirakan akan terus berlanjut…
Meski enggan mengungkapkan arah kebijakan berikutnya, Warsh menegaskan FOMC tidak akan ragu bertindak apabila diperlukan..
Ia menambahkan bahwa keputusan FOMC memiliki dampak yang sangat besar terhadap perekonomian sehingga berdampak pada apabila diperlukan sekaligus dinilai tepat, The Fed tidak akan ragu mengambil tindakan….
Dokumen tersebut juga tidak memberi petunjuk apakah kenaikan suku bunga akan dilakukan pada pertemuan September, meski pasar mulai mengantisipasi skenario tersebut..
Namun, isyarat kenaikan suku bunga semakin kencang..
“Saya memahami keinginan agar komite ini memberikan proyeksi. Selain itu, komentar mengenai arah kebijakan..
Justru sebaliknya, investor kini semakin meyakini bahwa peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September semakin terbuka..
Sebaliknya, Lorie Logan menilai suku bunga perlu dinaikkan secara moderat, sementara Beth Hammack terus mempertahankan sikap hawkish dengan menyoroti tekanan yang masih dirasakan rumah tangga akibat tingginya harga barang..
Presiden The Fed Dallas Lorie Logan secara terbuka mengatakan suku bunga seharusnya berada pada level yang sedikit lebih tinggi..
// .
// .
Warsh sendiri berulang kali menyebut bahwa inflasi adalah sebuah pilihan, sembari menekankan pentingnya mengembalikan inflasi ke target dalam berbagai kesempatan, termasuk saat memberikan kesaksian di Kongres..
Presiden The Fed New York John Williams menilai kebijakan saat ini sudah cukup tepat untuk membawa inflasi kembali ke target.
Perkembangan terkait Tok! The Fed Tahan Suku Bunga: Suara Terpecah, Peluang Naik Menguat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Trillium Surabaya โ Pernyataan Hawkish Dari Pejabat Federal Reserve
- PT Equityworld Futures Trillium surabaya – The Fed pertahankan suku bunga stabil di Level 5,50 persen