Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Won, Yen – Ringgit Kebakaran: Rupiah Paling Sengsara yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, seluruh 10 mata uang Asia terpantau bergerakย di zona merah terhadap dolar AS..
Won berada di posisi KRW 1.468,8/US$, sementara dolar Taiwan berada di TWD 32,38/US$..
Penurunan harga minyak sempat meredakan sebagian kekhawatiran inflasi.
Peluang tersebut meningkat dibandingkan 16% pada pekan lalu..
Contohnya, yen Jepang dan franc Swiss,” ujar Zaman dalam sebuah podcast, dikutip dari Reuters.. dapat dilihat pada “Jika kita mendapatkan kenaikan suku bunga yang mengejutkan, tentu itu akan memberi dukungan bagi dolar, kemungkinan akan membawa dolar ke level tertinggi baru, ditambah lagi dengan mempertahankan kekuatannya, terutama terhadap mata uang berimbal hasil rendah..
Meski terkoreksi tipis, posisi DXY masih berada di level tinggi. Di samping itu, dekat dengan level tertinggi satu bulan. juga perlu diperhatikan..
// .
Sejumlah broker besar juga mulai melihat risiko nyata bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga pada pekan ini.
The Fed akan menggelar rapat dua hari yang berakhir pada Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari waktu Indonesia..
Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperhitungkan peluang 36,3% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat pekan ini.
“Minimnya pembelian yang berarti di bagian depan kurva Treasury telah membantu menjaga dolar AS tetap tertopang dengan baik,” ujar Weston, dikutip dari Reuters..
Untuk rapat September, pasar bahkan memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 81%.
Dong Vietnam turun 0,08% ke posisi VND 26.334/US$, sementara dolar Singapura terkoreksi 0,05% ke SGD 1,2919/US$..
Investor juga menunggu data ekonomi penting AS lainnya pekan ini, termasuk pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026. Di samping itu, core PCE, ukuran inflasi favorit The Fed juga perlu diperhatikan..
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY)ย terpantau melemah tipis 0,03% ke posisi 101,504 pada waktu yang sama.
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed juga belum hilang.
Pelemahan lebih tipis terlihat pada yen Jepang sekaligus ringgit Malaysia yang sama-sama turun tipis 0,02%, masing-masing ke posisi JPY 163,78/US$ dan MYR 4,084/US$..
Baht Thailand ikut terkoreksi 0,12% ke posisi THB 33,65/US$, disusul peso Filipina yang melemah 0,09% ke PHP 61,703/US$..
Adapun yuan China terkoreksi tipis 0,01% ke CNY 6,7667/US$..
Chris Weston, head of research Pepperstone, menilai kuatnya dolar AS masih ditopang oleh pergerakan di pasar obligasi AS..
Tekanan cukup besar juga dialami won Korea Selatan. Selain itu, dolar Taiwan yang sama-sama melemah 0,29%..
Pelaku pasar memang melihat penurunan harga minyak setelah AS menghentikan sementara serangan terhadap Iran.
Mahjabeen Zaman, head of FX research ANZ Bank, menilai dolar AS berpotensi mendapat dorongan kuat jika The Fed benar-benar memberi kejutan berupa kenaikan suku bunga..
Penyebab utamanya adalah pasar menimbang peluang kenaikan suku bunga The Fed pada rapat FOMC pekan ini, sehingga berdampak pada Dolar AS masih mendapat dukungan terjadi…
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia mengawali perdagangan Selasa (28/7/2026) dengan lesu.
Rupiah menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia pada pagi ini.
Tidak ada satu pun mata uang yang mampu menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), di tengah penantian pasar menjelang keputusan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed)..
Data tersebut akan menjadi petunjuk tambahan mengenai kesehatan ekonomi AS. Tak hanya itu, arah kebijakan suku bunga berikutnya. turut berperan penting..
Namun, imbal hasil obligasi pemerintah AS hanya turun terbatas,. Akibatnya, dolar AS tetap relatif kuat…
Posisi ini membuat rupiah kembali bertahan di atas level psikologis Rp18.000/US$..
Hal ini terutama dipicu oleh lonjakan harga minyak sepanjang bulan ini serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah..
Kondisi ini menunjukkan pelaku pasar masih melihat ruang pengetatan kebijakan moneter AS tetap terbuka..
Mata uang Garuda melemah 0,39% ke posisi Rp18.070/US$.
Perkembangan terkait Mata Uang Asia Won, Yen – Ringgit Kebakaran: Rupiah Paling Sengsara akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Daihatsu hingga Wuling akan Tampil di Pameran GIICOMVEC 2026 | Equityworld Futures
- Equity World Trillium Surabaya โ Pasar Asia Melemah di Pembukaan, Emas Bertahan di Level USD 4.000