Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Emas Bangkit! Aksi Bandar Menggila, Berburu Harga Murah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Sikap The Fed yang tetap menahan suku bunga pekan depan akan menjadi katalis positif,” imbuhnya.
Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya menekan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil..
Kenaikan utamanya didorong aksi bandar yang memborong emas saat harga murah..
// .
Analis ING mengatakan bahwa penguatan harga emas belakangan ini lebih banyak didorong oleh aksi beli saat harga turun, ditambah lagi dengan penutupan posisi jual (short covering), setelah koreksi tajam dari rekor tertinggi awal tahun…
Bank sentral AS diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga acuannya..
Dalam sepekan, harga emas masih menguat 0,89% sepekan.
Kenaikan sebelumnya dipicu pernyataan kelompok Houthi yang didukung Iran bahwa mereka menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah..
Penguatan ini menjadi kabar baik setelah harganya ambruk 2% pada Kamis..
Level US$4.000 per troy ons menjadi batas psikologis penting yang perlu dicermati dalam jangka pendek,” tulis analis ING..
// .
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (24/7/2026) ditutup di posisi US$ 4052,56 per troy ons atau menguat 0,13%.
Kenaikan sepekan ini memutus rekor buruk di mana emas ambruk pada dua pekan beruntun sebelumnya,.
Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas naik setelah harga minyak mentah brent melemah.
“Memang masih ada kemungkinan aksi stop-loss jika perang meningkat tajam,. Akan tetapi emas tampaknya siap kembali menguat tidak boleh diabaikan..
“Emas mulai membentuk level dasar masing-masing di sekitar US.950. Tak hanya itu, US, meski imbal hasil obligasi terus meningkat,” ujar analis independent Tai Wong, dikutip dari Refinitiv. turut berperan penting..
Harga minyak Brent turun lebih dari 4% setelah sehari sebelumnya melonjak lebih dari 7% hingga ditutup di atas US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei.
Investor juga mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap inflasi menjelang keputusan suku bunga Amerika Serikat (AS) pekan depan..
“Mahalnya harga minyak sekaligus terus naiknya imbal hasil obligasi kemungkinan akan membatasi pemulihan harga emas..
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 82% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September..
Alasannya adalah investor memperkirakan inflasi akibat perang dapat membuat suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama. sehingga berdampak pada Tekanan tersebut muncul…
Investor kini menantikan hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve pekan depan.
Harga emas telah merosot sekitar 23% sejak perang yang didukung AS melawan Iran dimulai pada akhir Februari.
Perkembangan terkait Emas Bangkit! Aksi Bandar Menggila, Berburu Harga Murah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Taspen Salurkan THR Lebaran untuk Peserta Pensiun | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | Jasa Marga Perkuat Layanan Jalan Tol melalui Transformasi Travoy Rest dan JMTC