0 0
Read Time:5 Minute, 12 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar Menggila di Asia: Rupiah Melemah, Yen Berdarah-darah, Won Pesta yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Pada perdagangan pekan ini, dolar sempat menyentuh JPY163,99, level terlemah mata uang Jepang sejak 1986..

Di sisi lain, US Treasury memberikan apresiasi terhadap langkah Seoul yang mulai melonggarkan akses investor asing ke pasar valuta asing domestik.

Pan sekaligus gan serupa disampaikan analis NH Investment & Securities, Kwon A-min..

Dalam laporan semesteran yang dirilis Kamis (waktu setempat), Korea Selatan kembali masuk daftar bersama China, Jepang, Taiwan, Singapura, Vietnam, Jerman, Irlandia, Swiss,. Tak hanya itu, Thailand turut berperan penting..

Menurutnya, laporan valuta asing US Treasury kini semakin bersifat formal. Selain itu, telah kehilangan nuansa politik yang sebelumnya cukup kuat…

Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (24/7/2026)..

Yen ambruk 0,89% pada pekan lalu yang semakin memperpanjang tren negatifnya.

Secara mingguan, rupiah juga melemah sekitar 0,28% dari posisi penutupan Jumat pekan lalu di Rp17.885/US$..

Kebijakan tersebut dinilai akan meningkatkan likuiditas sekaligus memperbaiki mekanisme pembentukan harga (price discovery) di pasar keuangan Korea Selatan dalam jangka menengah..

Namun, menurut Washington, pelemahan won tidak sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Korea yang solid..

Kondisi tersebut mendorong imbal hasil obligasi AS naik sekaligus membuat investor terus memburu aset berbasis dolar…

// .

Indeks dolar berakhir di 100,468 atau posisi tertingginya sejak 24 Juni 2026..

Sepanjang periode laporan, otoritas Korea justru menjual dolar AS senilai sekitar 1,5% dari PDB..

Yen hanya berjarak tipis dari level 165 yang dipan. Di samping itu, g pasar sebagai batas penting sebelum pemerintah Jepang mengambil langkah lebih agresif. juga perlu diperhatikan..

Pelemahan ini memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang akan kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing..

Korea Selatan memenuhi dua dari tiga kriteria untuk masuk dalam daftar pemantauan, yakni mencatat surplus perdagangan dengan AS sebesar US$45 miliar serta surplus transaksi berjalan mencapai 6,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB)..

Ekonom Senior Sompo Institute Plus, Masato Koike, bahkan memperingatkan pasar perlu bersiap menghadapi kemungkinan pemerintah tidak melakukan intervensi. Akibatnya, yen berpotensi terus melemah…

US Treasury menyebut lonjakan surplus transaksi berjalan Korea Selatan terutama didorong oleh kuatnya ekspor semikonduktor, ditambah lagi dengan produk teknologi..

Analis menilai intervensi sepihak pemerintah Jepang akan sulit menghentikan pelemahan yen selama penguatan dolar AS. Tak hanya itu, kenaikan imbal hasil obligasi AS masih menjadi faktor dominan. turut berperan penting..

Tekanan terhadap yen dipicu oleh kombinasi lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah, menguatnya dolar AS, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama..

Pelemahan juga dialami sejumlah mata uang Asia mulai dari yen hingga rupee.

Washington menilai nilai tukar won masih terus tertekan, meski Negeri Ginseng mencatat surplus transaksi berjalan yang besar, ditambah lagi dengan memiliki fundamental ekonomi yang kuat…

Sebaliknya won melesat dengan menguat 1,89% pekan ini.

Namun hingga kini, pelaku pasar masih meyakini peringatan dari Tokyo, ditambah lagi dengan Washington belum akan diikuti langkah konkret…

Walaupun begitu,. masih terjadi meski Hal ini disebabkan oleh tidak menghasilkan langkah konkret, dampaknya terhadap pasar diperkirakan sangat terbatas,” ujarnya., akibatnya..

Sementara itu, meski won sudah menguat tajam, Departemen Keuangan Amerika Serikat (US Treasury) kembali memasukkan Korea Selatan ke dalam daftar pemantauan mata uang (currency monitoring list)..

Penyebab utamanya adalah biaya impor energi, ditambah lagi dengan bahan baku melonjak,. Akibatnya, Pelemahan yen juga meningkatkan tekanan inflasi di Jepang terjadi….

“Terlepas dari besarnya surplus eksternal tersebut, won Korea tetap berada di bawah tekanan depresiasi yang berkelanjutan,” tulis US Treasury dalam laporannya..

Yen Jepang mencatat pelemahan mingguan terbesar sejak Mei sekaligus semakin mendekati level psikologis JPY165 per dolar AS…

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup terdepresiasi 0,28% ke posisi Rp17.935/US$.ย .

Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah won sempat babak belur di awal bulan ini..

Daftar tersebut tidak berubah dibandingkan laporan Januari lalu..

Laporan itu juga menyebut derasnya arus investasi luar negeri oleh rumah tangga, lembaga keuangan, serta National Pension Service (NPS) menjadi salah satu faktor yang menekan nilai tukar won sepanjang tahun lalu..

// .

Dalam laporan semesterannya, Washington menilai volatilitas nilai tukar yang berlebihan tidak diinginkan sekaligus mendorong Bank of Japan (BoJ) untuk terus menjaga stabilitas pasar…

“Laporan ini dulu sempat menjadi perhatian pada awal masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Oleh sebab itu,. menjadi konsekuensi dari Walaupun begitu,, Seoul tidak memenuhi kriteria ketiga. masih terjadi meski Alasannya adalah tidak melakukan intervensi satu arah secara berkelanjutan di pasar valuta asing..

Oleh sebab itu, Di sisi lain, kondisi ini memberi keuntungan bagi eksportir Jepang. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah produk mereka menjadi lebih murah di pasar global…

Meski otoritas Jepang kembali memperingatkan siap mengambil tindakan tegas untuk menstabilkan yen, pelaku pasar menilai intervensi sepihak sulit membalikkan tren pelemahan tanpa dukungan kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ) atau perubahan arah kebijakan moneter AS..

Di sisi lain, Departemen Keuangan AS (US Treasury) juga ikut menyoroti pelemahan yen.

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia bergerak beragam di tengah lonjakan dolar Amerika Serikat (AS)..

Analis Daishin Securities, Lee Jung-hoon, mengatakan laporan tersebut kini lebih bersifat rutin. Tak hanya itu, tidak lagi memiliki implikasi kebijakan yang besar. turut berperan penting..

Pelemahan dipicu oleh kembali mengganasnyaย dolar AS.ย .

Mata uang Garuda bahkan sempat mendekati level psikologis Rp18.000/US$ sebelum memangkas pelemahannya menjelang akhir perdagangan..

Ini menjadi empat kali berturut-turut Korea Selatan masuk dalam daftar pemantauan sejak laporan yang mencakup paruh kedua 2024..

Perkembangan terkait Dolar Menggila di Asia: Rupiah Melemah, Yen Berdarah-darah, Won Pesta akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By