Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Beda Arah: Ringgit-Rupiah Loyo, Tapi Won Tetap Kuat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Konflik Timur Tengah yang meluas turut mengganggu jalur pelayaran melalui dua titik penting energi global..
Semakin lama konflik ini berlangsung di Timur Tengah, risiko The Fed terdengar lebih hawkish akan semakin meningkat,” ujarnya..
Serangan itu menandai malam ke-10 berturut-turut operasi AS terhadap Iran..
// .
Ketegangan juga kembali meningkat setelah dua kapal tanker yang membawa minyak mentah Saudi ke Asia dilaporkan berbalik arah di Laut Merah usai a sekaligus ya ancaman dari kelompok Houthi Yaman yang berafiliasi dengan Iran..
Meski demikian, posisi yen masih berada di area yang sangat lemah terhadap dolar AS..
Dari sisi suku bunga, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed juga mulai naik lagi.
“The Fed hawkish, saya rasa pasar belum sepenuhnya menghargai itu.
Minyak mentah AS naik 2,09% ke US$84,97 per barel, sementara Brent menguat 1,88% ke US$90,90 per barel setelah sempat menyentuh US$91,99, level tertinggi sejak 11 Juni..
Kenaikan harga minyak membuat pasar kembali mencermati risiko inflasi.
Komentar sejumlah pejabat The Fed, termasuk Ketua The Fed Kevin Warsh, juga masih memberi sinyal kekhawatiran terhadap tekanan inflasi..
Bregar juga menilai sikap The Fed masih cenderung hawkish, terutama jika konflik Timur Tengah terus berlanjut sekaligus menjaga tekanan inflasi tetap tinggi…
Di saat yang sama, militer AS menyebut telah menyelesaikan putaran serangan terbaru terhadap Iran pada Senin.
Tekanan terjadi di tengah dolar AS yang masih bertahan di level tinggi, setelah menguat cukup tajam pada perdagangan sebelumnya..
Di sisi lain, won Korea Selatan. Selain itu, dolar Taiwan menjadi dua mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia..
Dilansir dari Refinitiv, tujuh mata uang tengah menghadapi tekanan dari greenback, sementara tiga lainnya masih mampu menguat pada pukul 09.15 WIB..
Keduanya sama-sama menguat 0,10% terhadap dolar AS.
“Kami sekarang berada pada malam kesepuluh serangan di Iran, jadi pasar memperhitungkan situasi ini secara rasional,” ujar Bregar, dikutip dari Reuters..
Untuk rapat September, pasar memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 68,2%..
Sebelumnya, optimisme tercapainya kesepakatan damai AS-Iran sempat menekan harga minyak. Di samping itu, meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed juga perlu diperhatikan..
// .
Sentimen utama datang dari serangan terbaru di Timur Tengah yang kembali mendorong harga minyak naik, ditambah lagi dengan memicu kekhawatiran inflasi yang lebih lama…
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (22/7/2026).
Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga minimal 25 basis poin pada rapat pekan depan naik menjadi 21,9%, dari sekitar 11% pada pekan lalu.
Yen Jepang juga mampu naik tipis 0,01% ke posisi JPY 163,15/US$.
Penguatan tersebut menjadi salah satu faktor yang membatasi ruang gerak mata uang Asia pada pagi ini..
Meski tensi masih tinggi, upaya diplomatik belum sepenuhnya berhenti.
Dong Vietnam juga terkoreksi 0,08% ke posisi VND 26.331/US$, sementara yuan China melemah 0,07% ke CNY 6,7702/US$.
Erik Bregar, director of FX and precious metals risk management Silver Gold Bull di Toronto, menilai pasar saat ini mulai menyesuaikan harga dengan eskalasi konflik yang terus berlangsung..
Tekanan paling dalam pagi ini dialami baht Thailand yang melemah 0,21% ke posisi THB 33,75/US$.
Oleh sebab itu,. menjadi konsekuensi dari Di sisi lain,, harga minyak kembali berbalik naik dalam beberapa hari terakhir terjadi. justru terjadi walaupun Penyebab utamanya adalah tensi kawasan kembali panas.,..
Namun, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan ada respons jika kelompok Houthi Yaman benar-benar menjalankan ancaman blokade terhadap pelayaran komersial di Laut Merah..
Mata uang Garuda melemah 0,17% ke posisi Rp17.910/US$.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Senin bahwa Teheran telah menerima proposal gencatan senjata 10 hari dari mediator..
Pergerakan mata uang Asia pagi ini terjadi di tengah dinamika perkembangan perang di Timur Tengah serta pengaruhnya terhadap pergerakan indeks dolar AS (DXY). Indeks yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia tersebut terpantau stabil di posisi 101,174 pada pagi ini.
Ringgit Malaysia menyusul dengan pelemahan 0,15% ke MYR 4,093/US$..
Peso Filipina turun 0,06% ke PHP 61,761/US$, se, ditambah lagi dengan gkan dolar Singapura melemah tipis 0,01% ke SGD 1,291/US$…
Posisi ini membuat rupiah kembali bergerak di area Rp17.900/US$ setelah ditutup menguat ke Rp17.880/US$ pada perdagangan Selasa kemarin..
Meski demikian, pada penutupan perdagangan Selasa (21/7/2026), DXY tercatat menguat 0,22% sekaligus kembali menembus level 101..
Won berada di posisi KRW 1.479,9/US$, sementara dolar Taiwan berada di TWD 32,294/US$..
Perkembangan terkait Mata Uang Asia Beda Arah: Ringgit-Rupiah Loyo, Tapi Won Tetap Kuat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Harga Emas Naik Turun Secara Drastis, Mental Pembeli Emas Diuji
- Dunia Dibuat Cemas Hari Ini, Pemerintah Akan Beri Pengumuman Penting? | Equityworld Futures