0 0
Read Time:2 Minute, 48 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Emas Kena “Bogem” Dolar dan Perang, Ada Peluang Melesat Lagi? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Indeks dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada perdagangan kemarin turun tipis 0,01% ke posisi 100,755.

Suku bunga yang lebih tinggi biasanya membebani logam yang tidak menghasilkan imbal hasil hasil..

Teheran menanggapi dengan serangan terhadap pangkalan AS di seluruh Timur Tengah..

AS meningkatkan kampanye pemboman barunya di Iran, menghantam jembatan. Selain itu, bandara..

Walaupun Alasannya adalah meningkatnya ketegangan AS-Iran mendorong harga energi lebih tinggi, memicu kekhawatiran inflasi,. Tak hanya itu, memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS). sehingga berdampak pada Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas global terpantau cerah pada perdagangan akhir pekan ini,, berada di jalur untuk kerugian mingguan terbesar dalam enam tahun terakhir,. turut berperan penting. masih menjadi prioritas…

Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson menyarankan dia akan terbuka untuk menaikkan suku bunga jika tidak ada peningkatan inflasi jangka pendek..

“Pendorong utama aksi jual emas adalah dolar AS yang lebih kuat. Tak hanya itu, kekhawatiran inflasi global yang lebih tinggi, yang telah mengirim suku bunga global lebih tinggi,” kata Chris Gaffney, presiden pasar dunia di EverBank, dikutip dari Reuters, Sabtu (18/7/2026). turut berperan penting..

Namun dalam sepekan terakhir, emas masih ambles 2,51% secara point-to-point..

Emas batangan telah turun sekitar 25% sejak perang yang didukung AS dengan Iran dimulai pada akhir Februari 2026, tertekan oleh ekspektasi bahwa inflasi yang didorong oleh perang dapat membuat suku bunga lebih tinggi lebih lama..

Pedagang melihat sekitar 58% peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) pada September 2026, berdasarkan perangkat CME FedWatch..

Meski “Data terbaru telah menurunkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC berikutnya,, namun suku bunga global terus naik. Di samping itu, kenaikan harga minyak baru-baru ini dapat mendorong Federal Reserve untuk mengambil sikap yang lebih hawkish pada kebijakan suku bunga AS,” ujar Gaffney. juga perlu diperhatikan. tetap penting..

// .

Sementara emas dipan, ditambah lagi dengan g sebagai lindung nilai terhadap inflasi..

Oleh sebab itu, Kuatnya dolar AS terjadi terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah masih berada di angka 100.,..

Merujuk Refinitiv, harga emas di perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (17/7/2026), ditutup di posisi US$ 4.016,69 per troy ons.

Dolar AS memang dalam kondisi terkapar,. Akan tetapi masih cukup kuat, membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri. tidak boleh diabaikan..

Perkembangan terkait Emas Kena “Bogem” Dolar dan Perang, Ada Peluang Melesat Lagi? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By