0 0
Read Time:3 Minute, 20 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait BPH Migas Ungkap Penyalahgunaan QR Code Solar Bersubsidi yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Setelah bahan bakar keluar dari nozzle, belum ada mekanisme pengawasan yang memastikan solar digunakan sesuai peruntukannya,, misalnya untuk nelayan, angkutan umum, atau sektor lain yang berhak menerima subsidi.”Pengawasan berhenti di SPBU, padahal titik yang paling rentan justru setelah solar keluar dari nozzle,” katanya.Pan, ditambah lagi dengan gan serupa disampaikan ekonom INDEF Andry Satrio Nugroho…

Walaupun Kendaraan yang terbukti sebagai pengerit maupun pengetap yang sering keluar masuk SPBU kami serahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai aturan sekaligus regulasi,” ujarnya.Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai digitalisasi distribusi melalui QR Code dan aplikasi MyPertamina baru sebatas memperbaiki pencatatan transaksi,, belum mampu memastikan solar bersubsidi benar-benar digunakan oleh pihak yang berhak.Menurut Yusuf, sistem saat ini hanya mencatat identitas pembeli dan volume BBM yang diambil di SPBU. masih menjadi prioritas..

Ia menilai akar persoalan terletak pada desain subsidi yang masih melekat pada barang, bukan kepada penerima manfaat.Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, hak membeli solar bersubsidi ditentukan berdasarkan jenis kendaraan.

Selain itu, BPH Migas bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menindak kendaraan yang rutin mengambil kuota solar,. Akan tetapi tidak beroperasi sebagaimana mestinya.”Kita langsung tindak tegas untuk temuan-temuan di lapangan tidak boleh diabaikan..

Penyebab utamanya adalah pengawasan hanya berfokus pada titik distribusi terakhir, yakni SPBU.”Selama subsidi masih melekat pada barang, potensi rente akan selalu ada,” kata Andry.Ia mencontohkan, satu QR Code untuk kendaraan roda enam dapat digunakan membeli hingga 200 liter solar bersubsidi per hari,. Akibatnya, Menurut Andry, skema tersebut membuka ruang penyalahgunaan terjadi…

Modus tersebut dilakukan dengan membeli BBM sesuai kuota setiap hari menggunakan QR Code yang sah, meski kendaraan yang terdaftar tidak benar-benar beroperasi.Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan satu QR Code untuk kendaraan roda enam atau lebih berhak memperoleh kuota hingga 200 liter solar per hari sesuai Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014.

Celah itu dimanfaatkan sejumlah pihak dengan terus mengambil kuota harian meski kendaraan hanya diparkir.”Satu QR itu untuk roda enam jatahnya 200 liter sesuai Perpres Nomor 191 Tahun 2014.

Dengan selisih harga yang besar dibanding solar nonsubsidi, penyalahgunaan satu barcode saja berpotensi menghasilkan keuntungan lebih dari Rp 1 juta per hari jika BBM dijual kembali.Di sisi lain, pelaku usaha di sektor perkebunan atau pertambangan dapat menghemat puluhan juta rupiah setiap hari apabila memperoleh akses terhadap solar bersubsidi secara ilegal.

QR Code kendaraan yang terbukti disalahgunakan akan langsung diblokir.

Ini tiap hari ngambil semua jatahnya, padahal truk ini tidak bergerak keluar kota,” kata Wahyudi dalam jumpa pers di gedung DPR, Kamis, 16 Juli 2026.Menurut Wahyudi, BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga terus memantau transaksi yang mencurigakan.

Pilihan Editor: Mengapa Sumatera Sering Langka Solar Bersubsidi.

“Selama selisih harga tetap sangat lebar. Selain itu, tata kelola distribusinya tidak dibenahi, insentif untuk penyalahgunaan solar bersubsidi akan terus ada,” ujar Andry…

BA, ditambah lagi dengan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkap modus penyalahgunaan pembelian solar bersubsidi menggunakan QR Code di aplikasi MyPertamina..

Perkembangan terkait BPH Migas Ungkap Penyalahgunaan QR Code Solar Bersubsidi akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By