0 0
Read Time:7 Minute, 24 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Minyak Masuk Zona Gelap, Dunia Dibuat Bingung yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Dari sisi pasokan, OPEC melaporkan bahwa pada Juni, produksi minyak mentah negara-negara OPEC+ meningkat sekitar 3 juta bpd dibandingkan bulan sebelumnya menjadi rata-rata 36,28 juta bpd..

Permintaan yang sempat tertahan juga mulai dilepas ke pasar.

Meski demikian, konsumsi bahan bakar kendaraan di Amerika Serikat. Tak hanya itu, India dinilai masih cukup kuat. turut berperan penting..

Permintaan bahan baku petrokimia di Asia juga masih lesu.

// .

Meski demikian, lembaga tersebut masih memperkirakan konsumsi minyak sepanjang 2026 turun sekitar 1 juta barel per hari dibanding tahun lalu..

Sebelum konflik Amerika Serikat (AS)-Iran memanas lagi, pasar sebenarnya mulai percaya tekanan harga akan mereda pada paruh kedua tahun ini.

Goldman memperkirakan kondisi itu dapat memangkas permintaan minyak hingga sekitar 2 juta barel per hari (bpd) dibanding estimasi sebelumnya..

Dalam perdagangan komoditas, ancaman terhadap jalur pengiriman sering kali memiliki pengaruh yang sama besarnya dengan gangguan produksi..

Hampir seperempat perdagangan minyak dunia bergantung pada koridor ini.

Dengan kata lain, kapasitas penuh belum pernah benar-benar kembali..

Waktu tunggu yang lebih panjang berarti pasokan minyak membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai konsumen..

Faktor yang paling menentukan adalah seberapa lancar kapal tanker dapat melewati Selat Hormuz..

Jalur laut selebar sekitar 33 kilometer tersebut menjadi pintu keluar utama minyak dari Arab Saudi, Irak, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar hingga Iran.

Harga minyak brent. Selain itu, WTI udah melesat 11% dalam dua hari terakhir…

Padahal beberapa pekan sebelumnya kondisi justru bergerak ke arah sebaliknya.

Di saat yang sama, persediaan minyak dunia terus menurun sehingga berdampak pada ruang untuk meredam lonjakan harga semakin terbatas…

Penurunan tersebut dipicu gangguan operasional akibat situasi Timur Tengah serta pemeliharaan fasilitas produksi, terutama di Teluk Meksiko..

Sementara untuk 2027, OPEC kini memperkirakan permintaan minyak global naik 1,9 juta bpd, atau direvisi naik 200.000 bpd dibandingkan proyeksi Juni..

Citi memperkirakan rata-rata harga Brent mencapai US0 per barel pada kuartal II, US pada kuartal III,, ditambah lagi dengan US pada kuartal IV 2026…

IEA juga mencatat pemulihan lebih banyak terjadi pada minyak mentah, bukan produk jadi.

Berbeda dengan Goldman Sachs, Barclays justru mempertahankan proyeksi rata-rata harga Brent sebesar US$100 per barel pada 2026.

Pasar bersedia membayar lebih mahal terjadi karena ketidakpastian distribusi semakin besar..

Jakarta, Equityworld Futures- Pasar minyak global kembali masuk ke fase yang sulit diprediksi..

Selama jalur tersebut masih dibayangi konflik. Selain itu, ancaman terhadap pelayaran komersial, asumsi pasar mengenai surplus pasokan akan terus berubah…

Menurut Barclays, risiko justru lebih condong ke arah kenaikan harga..

Sementara itu, perusahaan energi raksasa BP memperkirakan produksi minyaknya pada kuartal II-2026 turun menjadi 2,17-2,22 juta barel setara minyak per hari, dari 2,34 juta barel pada kuartal sebelumnya..

Di saat bersamaan, serangan terhadap infrastruktur kilang Rusia membuat pasokan solar. Selain itu, bensin global tetap terbatas..

Kenaikan ini memperpanjang tren positifnya.

// .

Namun jika gangguan pasokan melalui Selat Hormuz terus berlanjut hingga akhir Juni, Brent diperkirakan dapat melonjak hingga US$150 per barel..

Data MarineTraffic mencatat hanya 57 kapal yang melintasi Selat Hormuz sepanjang Jumat hingga Minggu lalu..

Bahkan dalam skenario yang lebih ekstrem, apabila Selat Hormuz tetap ditutup setelah Juni, Citi memperkirakan harga Brent berpotensi menembus kisaran US$160-180 per barel, level yang dinilai dapat memberikan tekanan besar terhadap perekonomian global..

Namun angka itu masih jauh dari kondisi normal.

Goldman Sachs menjadi salah satu lembaga yang mulai lebih berhati-hati.

Sebelum perang dimulai, ekspor kawasan Teluk rata-rata mencapai sekitar 24 juta barel per hari.

Ketegangan yang kembali pecah sejak awal Juli mengubah variabel paling penting dalam pasar minyak, keamanan distribusi..

Artinya, pasar sempat memperoleh tambahan pasokan tanpa harus menunggu produksi baru..

Serangan terhadap dua kapal tanker di kawasan itu membuat perusahaan pelayaran kembali menaikkan kewaspadaan.

Arah harga minyak saat ini tidak lagi ditentukan oleh keseimbangan permintaan. Selain itu, produksi..

Meski demikian, Arab Saudi, produsen minyak terbesar di kelompok tersebut, melaporkan produksi minyak pada Juni justru lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya..

Dampaknya terlihat pada margin pengolahan yang melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun pada awal Juli..

Dalam skenario dasar tersebut, Citi memberikan probabilitas sekitar 50%.

Bahkan jika Selat Hormuz kembali dibuka dalam waktu dekat, Barclays memperkirakan level persediaan minyak global masih akan berada sekitar 20 juta barel di bawah titik terendah historis.

Kenaikan ini bukan dipicu berkurangnya produksi minyak secara langsung, melainkan meningkatnya premi risiko (risk premium).

Pada perdagangan Selasa (14/7/2026), harga minak brent melonjak 1,72% ke US$ 84,73 per barel sementara WTI menguat 1,5% ke US$ 79,34 per barel.

Dengan permintaan yang tetap relatif kuat, pasar dinilai masih akan menghadapi kondisi pasokan yang ketat..

Kilang ekspor utama di Timur Tengah masih belum seluruhnya beroperasi.

Di sisi permintaan, IEA memperkirakan konsumsi minyak dunia mulai pulih setelah mencapai titik terendah pada Mei 2026..

Harga minyak dunia kembali melesat pada perdagangan Selasa (14/7/2026)..

Meski produksi turun, BP memperkirakan pendapatan dari aktivitas perdagangan minyak tetap meningkat berkat membaiknya margin pengolahan (refining margin), yang diperkirakan memberikan kontribusi hingga US$1,2-1,4 miliar..

Hal ini disebabkan oleh menilai risiko geopolitik masih sangat tinggi, akibatnya Di sisi lain, Citigroup (Citi) bahkan menaikkan proyeksi harga minyak..

Angka ini turun lebih dari separuh dibanding pekan sebelumnya.

Jika terjadi, harga minyak Brent berpotensi turun sekitar US$10 per barel dari target akhir tahun sebesar US$90, sementara target minyak WTI di US$83 per barel juga terancam..

Data penjualan ritel terbaru menunjukkan konsumsi energi di kedua kawasan tersebut lebih lemah dari perkiraan..

Selat Hormuz kembali menjadi titik perhatian.

Pada Rabu (15/7/2026) pukul 11.14 WIB, harga minyak brent menguat 1,2% ke US$ 85,74 per barel se. Tak hanya itu, gkan WTI naik 0,9% ke US$ 80,06 per barel. turut berperan penting..

Alasannya adalah pasar menghitung ulang risiko pasokan.. Akibatnya, Gangguan kecil saja langsung memengaruhi harga…

Di sisi lain, ancaman gangguan pasokan akibat konflik Iran membuat risiko lonjakan harga masih sangat besar..

Pasokan dunia naik 4,1 juta barel per hari menjadi 98,8 juta barel per hari setelah kapal tanker yang sebelumnya tertahan mulai meninggalkan Selat Hormuz..

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memperkirakan permintaan minyak global diperkirakan hanya akan tumbuh 800.000 barel per hari (bpd) pada 2026..

Kondisi di lapangan mulai menguatkan kekhawatiran tersebut.

Musim liburan musim panas di belahan bumi utara mendorong penggunaan bahan bakar transportasi.

Bank tersebut menilai penutupan Selat Hormuz telah menghilangkan sekitar 14 juta barel per hari, atau sekitar 14% pasokan minyak global, dari pasar.

Ekspor minyak kawasan Teluk melonjak 6,5 juta barel per hari menjadi 16,1 juta barel per hari.

Lonjakan tersebut sebagian berasal dari pelepasan minyak yang selama konflik disimpan di tangki darat maupun kapal penyimpanan terapung (floating storage).

Produksi regional juga masih sekitar 11 juta barel per hari lebih rendah dibanding level pra-konflik.

Bank investasi asal Amerika Serikat (AS) itu menilai lemahnya permintaan minyak di China. Tak hanya itu, Eropa menjadi risiko terbesar bagi proyeksi harga minyak pada akhir tahun. turut berperan penting..

Proyeksi harga minyak dunia semakin sulit ditebak di tengah memanasnya konflik Timur Tengah..

Produksi diperkirakan meningkat, arus ekspor Teluk Persia kembali terbuka, sementara pasokan dunia perlahan bergerak menuju surplus.

// .

Hal itu tercermin dari rendahnya tingkat utilisasi pabrik etilena, melemahnya produksi industri kimia di China sekaligus Jepang, hingga turunnya konsumsi nafta dan LPG di India..

Dari total pertumbuhan pada tahun ini, sekitar 740.000 bpd diperkirakan berasal dari negara-negara non-OECD (di luar anggota Organisasi Kerja Sama sekaligus Pembangunan Ekonomi), sehingga berdampak pada menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan konsumsi minyak dunia….

Sebelum perang pecah pada akhir Februari, rata-rata sekitar 130 kapal melewati jalur tersebut setiap hari..

Sebagian operator memilih menunda pelayaran, sementara kapal lain menunggu kepastian keamanan sebelum memasuki Teluk Persia.

Melansir dari Oil Market Report Juli 2026 dari International Energy Agency (IEA) menjelaskan produksi minyak global sempat pulih cukup kuat pada Juni.

Di satu sisi, sejumlah bank investasi memperingatkan pelemahan permintaan dari China. Tak hanya itu, Eropa dapat menekan harga turut berperan penting..

Perkembangan terkait Harga Minyak Masuk Zona Gelap, Dunia Dibuat Bingung akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By