0 0
Read Time:2 Minute, 47 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Rontok Lagi, Waspada! Badai Besar Belum Berakhir yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Harga minyak brent melesat 5,4% pekan ini yang dipicu kekhawatiran terhadap pasokan setelah serangan terbaru antara Amerika Serikat (AS) sekaligus Iran…

Kondisi ini akan membuat bank-bank sentral, khususnya Federal Reserve, tetap waspada,” ujar Melek..

Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas melemah pada akhir pekan ini seiring kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah.

Kenaikan harga energi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi,. Akibatnya, memperkuat ekspektasi bahwa bank-bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga…

Pelemahan pekan ini juga menjadi kabar buruk setelah harganya naik 2,12% pada pekan lalu.

Investor secara umum enggan mempertahankan kepemilikan emas maupun perak saat ini, sehingga berdampak pada harga bergerak turun menuju level US.100,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, kepada Reuters…

// .

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 69% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September, berdasarkan CME FedWatch Tool..

Risalah rapat Federal Reserve bulan Juni juga menunjukkan a. Tak hanya itu, ya perbedaan pandangan yang cenderung hawkish di kalangan pejabat bank sentral, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi. turut berperan penting..

Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi, ditambah lagi dengan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang lebih ketat…

“Faktor utama saat ini adalah kembali memanasnya ketegangan antara AS. Selain itu, Iran..

// .

“Semua indikator menunjukkan pasar mengkhawatirkan inflasi, terutama setelah harga minyak kembali menguat dalam beberapa hari terakhir.

Hal ini disebabkan oleh meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil,, misalnya obligasi., akibatnya Meski emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya memberikan tekanan terhadap logam mulia tersebut…

Pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (10/7/2026), harga emas ditutup di posisi US$ 4120,08 per troy ons.

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan lonjakan 1,1% pada Kamis sebelumnya..

Investor kini menantikan data inflasi AS pekan depan serta pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, guna memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter..

Sementara itu, permintaan di China tetap stabil setelah bank sentral negara tersebut melaporkan kenaikan ca sekaligus gan emas bulanan terbesar dalam lebih dari dua setengah tahun pada Juni…

Eskalasi terbaru konflik antara AS, ditambah lagi dengan Iran berpotensi menggagalkan proyeksi Badan Energi Internasional (IEA) mengenai surplus pasokan minyak global yang signifikan pada tahun depan…

Di sisi lain, emas diperdagangkan dengan diskon yang cukup besar di India sepanjang pekan ini..

Perkembangan terkait Harga Emas Rontok Lagi, Waspada! Badai Besar Belum Berakhir akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By