0 0
Read Time:3 Minute, 30 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Beda Nasib Mata Uang Asia: Rupiah Paling Sengsara, Yuan – Yen Tertawa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia bergerak beragam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (9/7/2026).

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari 10 mata uang Asia, enam diantaranya terpantau berada di dalam tekanan dari dolar AS, tiga mata uang menguat, sekaligus satu mata uang stagnan…

Tekanan juga terlihat pada baht Thailand yang melemah 0,12% ke posisi THB 33,48/US$, disusul peso Filipina yang turun 0,08% ke PHP 61,547/US$..

Dalam rapat tersebut, The Fed sepakat mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%..

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau melemah tipis 0,01% ke posisi 100,977.

The Fed juga menegaskan keputusan berikutnya akan sangat bergantung pada data ekonomi yang masuk, terutama perkembangan inflasi..

Risalah FOMC menyebut banyak peserta rapat memperkirakan suku bunga yang tepat pada akhir tahun akan berada di sekitar level saat ini atau sedikit lebih rendah.

Yuan berada di posisi CNY 6,796/US$, sementara dolar Singapura berada di SGD 1,292/US$..

Namun, sebagian lainnya memperkirakan tekanan harga masih akan bertahan,. Akibatnya, suku bunga justru mungkin perlu dinaikkan…

//  .

Pejabat The Fed memperkirakan inflasi masih tinggi dalam jangka pendek.

Sebagian pejabat The Fed menilai inflasi berpotensi mereda, sehingga berdampak pada suku bunga dapat dipangkas..

Mata uang Garuda melemah 0,47% ke posisi Rp18.075/US$.

Adapun dong Vietnam bergerak stagnan di posisi VND 26.294/US$..

Kondisi ini membuat pasar belum sepenuhnya yakin bahwa The Fed akan segera melonggarkan kebijakan moneternya..

Pergerakan mata uang Asia pagi ini dipengaruhi oleh hasil risalah rapat Federal Open Market Committee/FOMC The Fed.

Meski begitu, mayoritas peserta rapat masih menilai risiko inflasi condong ke arah kenaikan.

Rupiah menjadi yang paling tertekan pada perdagangan pagi ini.

Namun, banyak peserta lainnya justru menilai suku bunga seharusnya berada di atas level saat ini..

Rapat FOMC pada 16-17 Juni 2026 merupakan pertemuan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh.

Sementara itu, won Korea Selatan, ditambah lagi dengan ringgit Malaysia sama-sama melemah tipis 0,02%, masing-masing ke posisi KRW 1.505/US$ dan MYR 4,075/US$…

Keduanya sama-sama naik 0,09% terhadap dolar AS.

Tekanan tersebut datang dari dampak tarif impor Presiden Donald Trump, perang dengan Iran, serta kenaikan harga energi..

Yen Jepang juga mampu menguat 0,08% ke posisi JPY 162,46/US$.

Risalah tersebut menunjukkan pejabat bank sentral AS masih terbelah mengenai arah suku bunga ke depan..

Rupiah menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam. Di samping itu, kembali menembus level psikologis Rp18.000/US$. juga perlu diperhatikan..

Dolar Taiwan turut terkoreksi 0,07% ke posisi TWD 32,057/US$.

Di sisi lain, yuan China sekaligus dolar Singapura menjadi mata uang dengan penguatan paling besar di Asia pada pagi ini..

Posisi tersebut membuat rupiah kembali berada di atas level psikologis Rp18.000/US$..

Meski turun tipis, posisi DXY masih bertahan di area tinggi, yakni dekat level 101..

Namun, tekanan inflasi diperkirakan dapat mereda secara bertahap jika dampak tarif mulai memudar, harga energi kembali normal,. Tak hanya itu, rantai pasok pulih setelah gangguan di Selat Hormuz. turut berperan penting..

Perkembangan terkait Beda Nasib Mata Uang Asia: Rupiah Paling Sengsara, Yuan – Yen Tertawa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By