0 0
Read Time:5 Minute, 9 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Di Balik Kunjungan Modi, Ada Pertaruhan Nasib Ekspor Sawit Rp 21 T yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Melansir The Hindu Business Line, impor palm oil India pada Juni 2026 turun 10,5% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 492 ribu ton.

// .

Nilai ekspor mencapai US$1,14 miliar atau sekitar Rp 21,42 triliun atau sekitar 11,9% dari total ekspor CPO Indonesia.

Bangladesh melengkapi kelompok pasar terbesar dengan nilai US$649,3 juta.

Tidak hanya minyak sawit, impor minyak kedelai India juga turun 23% menjadi 381 ribu ton, sementara impor minyak bunga matahari merosot 17,5% menjadi 244 ribu ton.

Aktivitas perdagangan kedua negara juga terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Ba. Di samping itu, Pusat Statstik (BPS) India masih menjadi negara tujuan utama ekspor CPO dan turunannya (HS 1511) selama Januari-Mei 2026. juga perlu diperhatikan..

Angka tersebut menjadi yang terendah dalam 14 bulan atau sejak April 2025..

Nilai total ekspor CPO pada periode Januari-Mei 2026 yang sebesar US$9,59 miliar atau sekitar Rp 172,62 triliun (US$1= Rp 18.000)..

Bagi Indonesia, India merupakan salah satu pasar ekspor terbesar untuk berbagai komoditas, termasuk crude palm oil (CPO), ditambah lagi dengan produk turunannya…

Pelemahan pengiriman ke India terjadi ketika ekspor CPO. Tak hanya itu, turunannya Indonesia secara keseluruhan juga mengalami perlambatan pada Mei 2026 turut berperan penting..

Sementara itu, Pakistan. Di samping itu, Bangladesh juga mencatat perlambatan pada Mei juga perlu diperhatikan..

Kenaikan stok tersebut dinilai dapat memberi tekanan terhadap harga minyak sawit global dalam beberapa waktu ke depan..

“Di berbagai bi. Tak hanya itu, g ada di bidang pertahanan, ada di bidang pendidikan, kemudian di bidang kesehatan, kemudian ada juga di bidang pengembangan teknologi,” ujar Sugiono. turut berperan penting..

Penurunan pembelian terjadi ketika permintaan domestik melemah. Tak hanya itu, selisih harga minyak sawit dengan minyak nabati lain semakin menyempit. turut berperan penting..

Dengan besarnya pasar CPO Indonesia ke India, kunjungan pemimpin India  Per, ditambah lagi dengan a Menteri India Narendra Modi pekan ini  pun menjadi sangat penting…

Dari sisi nilai, ekspor CPO. Tak hanya itu, turunannya tercatat sebesar USDari sisi nilai, ekspor CPO,37 miliar pada Mei 2026 turut berperan penting..

Nilai tersebut turun 26,14% secara tahunan (year-on-year/yoy) sekaligus menyusut 35,07% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm)…

Empat negara tersebut menyerap sekitar 39% dari total ekspor CPO sekaligus turunannya Indonesia selama lima bulan pertama 2026…

Nilai ekspor ke Pakistan turun 1,67% secara tahunan menjadi US6,9 juta, se. Di samping itu, gkan Bangladesh turun 25,52% menjadi US,27 juta. juga perlu diperhatikan..

Ba sekaligus Pusat Statistik (BPS) melaporkan volume ekspor komoditas HS 1511 mencapai 1,19 juta ton, turun 36,71% dibandingkan Mei 2025 dan melemah 36,27% dibandingkan April 2026…

Pada Selasa (7/7/2026), Prabowo sekaligus Modi dijadwalkan menggelar pertemuan empat mata di Istana Merdeka, yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral dan penandatanganan sejumlah kerja sama…

Nilai ekspor tercatat US,48 juta, merosot 85,63% dibandingkan Mei 2025 sekaligus turun 79,14% dibandingkan April 2026…

Jakarta, Equityworld Futures – Minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia.

Selama Januari-Mei 2026, volume ekspor mencapai 8,92 juta ton atau naik 7,41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di bawah India terdapat Pakistan dengan nilai ekspor US$992,8 juta, disusul China sebesar US$952,8 juta..

Sepanjang Januari-Mei 2026, ekspor ke negara tersebut mencapai 1,06 juta ton.

Posisi India sebagai pembeli terbesar juga terlihat dari volume pengiriman.

India selama ini mengandalkan Indonesia sekaligus Malaysia sebagai pemasok utama minyak sawit..

Secara keseluruhan, impor minyak nabati India menyusut 16,6% secara bulanan menjadi 1,1 juta ton pada Juni..

Perlambatan pada Mei belum menghapus pertumbuhan ekspor sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

Dari sisi volume, ekspor menyusut menjadi 31,4 ribu ton dari 272,1 ribu ton pada Mei tahun lalu..

Sebagai contoh, Indonesia. Selain itu, Malaysia. sering terjadi ketika Presiden All India Edible Oil Traders Federation Shankar Thakkar mengatakan berkurangnya pembelian India berpotensi meningkatkan persediaan di negara produsen utama..

Nilai ekspor juga meningkat 7,71% menjadi US$9,59 miliar..

Meski demikian, secara kumulatif kinerja ekspor masih mencatat pertumbuhan.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan kesepakatan yang akan diteken mencakup sejumlah sektor strategis..

Kondisi tersebut sejalan dengan pelemahan impor minyak sawit India.

India menjadi salah satu pasar terbesar bagi CPO Indonesia..

Kunjungan Per. Selain itu, a Menteri India Narendra Modi ke Indonesia menjadi kunjungan balasan setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Republik India pada Januari 2025…

Namun secara kumulatif Januari-Mei 2026, Pakistan masih membukukan ekspor hampir US$1 miliar, sementara Bangladesh mencapai US$649,3 juta..

Karena itu, perlambatan impor di negara tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi permintaan ekspor CPO Indonesia ke depan..

Penurunan pengiriman pada bulan terakhir lebih mencerminkan pelemahan yang terjadi di sejumlah pasar utama, termasuk India, dibandingkan perubahan tren ekspor secara keseluruhan..

Pakistan berada di posisi berikutnya dengan 941,8 ribu ton, disusul Tiongkok 923,6 ribu ton. Di samping itu, Bangladesh 614,5 ribu ton. juga perlu diperhatikan..

Meski masih menjadi pasar terbesar secara kumulatif, pengiriman ke India pada Mei 2026 turun tajam..

Hubungan Indonesia. Tak hanya itu, India sendiri tidak hanya tercermin dari kerja sama antar-pemerintah. turut berperan penting..

// .

Perkembangan terkait Di Balik Kunjungan Modi, Ada Pertaruhan Nasib Ekspor Sawit Rp 21 T akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By