0 0
Read Time:5 Minute, 37 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Adu Kuat Manufaktur ASEAN: Malaysia Bangkit, RI Melemah, Ini Sebabnya yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Angka ini menunjukkan manufaktur Tanah Air kembali masuk zona kontraksi dengan tekanan yang cukup berat..

PMI Manufaktur Indonesia turun tajam ke level 46,9 pada Juni 2026, dari 50,0 pada Mei.

Alasannya adalah perang di Timur Tengah ikut menekan rantai pasok. Selain itu, permintaan global. sehingga berdampak pada Pesanan ekspor baru Malaysia masih turun….

Filipina masih menunjukkan perbaikan pada Juni 2026.

Kondisi ini menunjukkan industri manufaktur Indonesia tidak hanya menghadapi tekanan dari pasar domestik,. Akan tetapi juga dari permintaan global. tidak boleh diabaikan..

Produksi manufaktur Malaysia naik untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir, sementara pesanan baru juga kembali meningkat..

Namun, pertumbuhan pesanan baru mulai lebih moderat, termasuk dari sisi ekspor..

Kenaikan ini membuat manufaktur Malaysia kembali masuk ke zona ekspansi setelah pada bulan sebelumnya berada di zona kontraksi.

S&P Global mencatat kenaikan pesanan baru ini didorong oleh membaiknya permintaan dari pelanggan.

Di sisi lain, Myanmar masih berada di zona kontraksi dengan tekanan yang semakin dalam.

Yang sekaligus menyamai posisi Juni 2025. Selain itu, menjadi level terendah dalam satu tahun terakhir…

Waktu pengiriman dari pemasok kembali memanjang terjadi karena material sulit diperoleh. Selain itu, kondisi transportasi masih berat….

Penurunan produksi pada Juni bahkan menjadi yang paling tajam sejak April 2025..

Kenaikan ini membuat manufaktur Filipina tetap berada di zona ekspansi, meski laju perbaikannya masih terbatas.

PMI Manufaktur Myanmar turun ke level 47,4, dari 49,3 pada bulan sebelumnya..

Stok barang input ikut menurun terjadi karena kebutuhan produksi melemah…

Produksi manufaktur Vietnam masih tumbuh, bahkan mencatat laju tercepat dalam empat bulan terakhir.

PMI Manufaktur Malaysia naik ke level 50,7, dari 49,9 pada Mei 2026..

Meski turun, Vietnam masih menjadi negara dengan PMI manufaktur tertinggi di antara lima negara ASEAN yang sudah merilis data..

// .

// .

Meski begitu, harga jual justru dinaikkan lebih cepat oleh perusahaan, salah satunya untuk menjaga margin..

Kenaikan biaya input masih terjadi,. Akan tetapi lajunya tidak setinggi bulan sebelumnya. tidak boleh diabaikan..

Alasannya adalah pertumbuhan pesanan baru. Selain itu, produksi mulai melambat. sehingga berdampak pada Pelemahan aktivitas manufaktur ASEAN terjadi….

Sementara itu, Myanmar. Di samping itu, Indonesia masuk ke zona kontraksi. juga perlu diperhatikan..

Penurunan tersebut menandai pelemahan kondisi manufaktur Indonesia untuk kedua kalinya dalam tiga bulan terakhir.

Pesanan ekspor baru juga kembali turun cukup tajam, menandakan permintaan dari luar negeri masih belum kuat..

Aktivitas pembelian bahan baku sekaligus jumlah tenaga kerja cenderung tidak banyak berubah dibanding bulan sebelumnya…

Jakarta, Equityworld Futures –Β Aktivitas manufaktur kawasan ASEAN masih bertahan di zona ekspansi pada Juni 2026.

Selain menekan tenaga kerja, perusahaan juga mengurangi aktivitas pembelian bahan baku.

Secara bulanan, perbaikan Malaysia menjadi yang paling kencang di antara lima negara ASEAN yang datanya sudah dirilis..

Tekanan utama datang dari turunnya pesanan baru.

Meski begitu, ada sedikit kabar baik dari sisi biaya.

Namun, lajunya makin melambat. Selain itu, tekanan mulai terlihat di sejumlah negara, terutama Indonesia dan Myanmar…

Penurunan ini menunjukkan aktivitas manufaktur Myanmar makin berat.

S&P menilai tren negatif permintaan mendorong perusahaan menurunkan output selama empat bulan berturut-turut.

PMI Manufaktur Filipina naik tipis ke level 50,9, dari 50,8 pada bulan sebelumnya..

Alasannya adalah kebutuhan produksi menurun.. Akibatnya, Produksi. Selain itu, pesanan baru sama-sama turun tajam, sementara aktivitas pembelian bahan baku ikut melemah….

“Menanggapi keadaan ini, perusahaan menurunkan jumlah tenaga kerja. Selain itu, aktivitas pembelian mereka besar-besaran, sementara inventaris juga menurun seiring melemahnya kondisi permintaan,” kata Bhatti dalam laporan S&P…

Tekanan biaya juga masih menjadi masalah besar bagi manufaktur Indonesia.

Produksi sekaligus pesanan baru sama-sama meningkat untuk bulan kedua beruntun, ditopang oleh permintaan pelanggan yang lebih baik…

Kenaikan biaya tersebut kemudian diteruskan ke harga jual.

Harga output manufaktur Indonesia naik dengan laju paling kuat dalam hampir 13 tahun terakhir..

Permintaan terhadap barang manufaktur Indonesia kembali melemah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri..

Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, se. Selain itu, gkan angka di bawah 50 menandakan kontraksi…

Sebagai catatan, Purchasing Managers’ Index atau PMI manufaktur merupakan indikator untuk melihat kondisi aktivitas industri.

Pesanan ekspor baru juga turun dengan laju paling tajam sejak Agustus 2021.

S&P Global mencatat tekanan biaya di kawasan ASEAN mulai mereda pada Juni kemarin.

Namun, tekanan dari luar negeri belum sepenuhnya hilang.

Kondisi tersebut membuat perusahaan manufaktur Malaysia mulai mencatat perbaikan, meski lajunya masih tergolong moderat..

Oleh sebab itu, S&P Global mencatat biaya input kembali naik tajam, terutama terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah harga bahan baku yang lebih mahal.,..

Sementara itu, Vietnam mencatat penurunan PMI ke level 51,8, dari 52,8 pada Mei 2026.

Dari lima negara ASEAN yang sudah dirilis data PMI Manufaktur Juni 2026, hanya tiga negara yang masih bertahan di zona ekspansi, yakni Vietnam, Filipina,, ditambah lagi dengan Malaysia..

Berdasarkan laporan S&P Global yang dirilis pada hari ini, Rabu (1/7/2026), PMI Manufaktur ASEAN turun ke level 50,5 pada Juni 2026, dari 51,5 pada Mei 2026.

Cukup disayangkan, Indonesia justru menjadi negara dengan PMI Manufaktur paling rendah di antara lima negara ASEAN..

Perbaikan tersebut ditopang oleh kembalinya pertumbuhan produksi. Selain itu, pesanan baru..

Perusahaan manufaktur Malaysia juga masih berhati-hati.

S&P Global juga mencatat rantai pasok Myanmar masih terganggu.

Laju pengurangan tenaga kerja tergolong solid. Selain itu, menjadi yang paling besar sejak September 2021…

Usamah Bhatti, Ekonom S&P Global Market Intelligence, mengatakan kesehatan sektor manufaktur Indonesia menurun dua kali dalam tiga bulan terakhir saat menutup semester pertama 2026..

Level ini menjadi yang terendah dalam 11 bulan terakhir..

S&P juga mencatat produsen barang memangkas jumlah tenaga kerja lebih dalam pada Juni.

Dari sisi harga, biaya input memang masih naik,. Akan tetapi tekanan biayanya mulai mereda tidak boleh diabaikan..

Malaysia menjadi salah satu negara yang paling menarik perhatian pada Juni 2026.

Perkembangan terkait Adu Kuat Manufaktur ASEAN: Malaysia Bangkit, RI Melemah, Ini Sebabnya akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By