0 0
Read Time:3 Minute, 52 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah dan Ringgit Bersinar di Tengah Pelemahan Asia Terhadap Dolar AS yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Di saat yang sama, debut Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed yang terdengar lebih hawkish pada awal bulan ini telah membalik ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga AS tahun ini..

Yen Jepang juga melemah tipis 0,01% ke posisi JPY161,74/US$..

Pelemahan lebih tipis terlihat pada peso Filipina yang terkoreksi 0,02% ke PHP 61,266/US$.

Oleh sebab itu, “Kami memperkirakan dolar AS akan bergerak lebih tinggi dalam beberapa pekan mendatang terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah narasi keunggulan ekonomi AS,” ujar Capurso dalam catatannya, dikutip dari Reuters.,..

Harga minyak juga kembali naik pada Senin setelah serangan terbaru kembali memperlambat pengiriman energi di Selat Hormuz.

Kondisi ini tidak lepas dari ketegangan di kawasan Teluk, ditambah lagi dengan perhatian pasar terhadap data tenaga kerja AS yang dapat memengaruhi arah suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed)…

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.10 WIB, dari 10 mata uang Asia, terpantau sebanyak delapan mata uang melemah terhadap greenback, sementara dua lainnya menguat..

Dia menambahkan, pasar tenaga kerja yang kuat. Di samping itu, membaik dapat menjadi penyebab bagi suku bunga AS yang lebih tinggi dan dolar AS yang lebih kuat. juga perlu diperhatikan..

Penguatan ini membuat rupiah sedikit menjauh dari level psikologis Rp17.900/US$..

Walaupun Dolar AS pada Senin pagi ini berada dalam tekanan,, masih berada dalamΒ tren kenaikan bulanan terbesar dalam hampir setahun masih menjadi prioritas..

Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pada pagi ini.

Joseph Capurso, head of foreign exchange Commonwealth Bank of Australia, memperkirakan dolar AS masih berpeluang menguat dalam beberapa pekan ke depan..

Baht Thailand juga terkoreksi cukup dalam, yakni 0,42% ke posisi THB 33,40/US$..

Dong Vietnam melemah ke posisi VND 26.305/US$ atau mengalami tekanan 0,22%, disusul dolar Singapura yang turun 0,10% ke SGD 1,294/US$.

Ringgit menguat 0,42% ke posisi MYR 4,068/US$..

Namun, kondisi gencatan senjata yang rapuh masih membuat investor berhati-hati..

Yuan China terkoreksi 0,07% ke CNY 6,802/US$, sementara dolar Taiwan turun 0,05% ke TWD 31,865/US$..

Investor kembali mencari perlindungan di tengah meningkatnya tekanan pada aset berisiko..

Selain faktor geopolitik, aksi jual saham global yang dipimpin sektor teknologi juga ikut mendorong aliran sekaligus a ke dolar AS..

Di sisi lain, tekanan terdalam dialami won Korea Selatan yang melemah 0,49% ke posisi KRW 1.542,4/US$.

Perang dengan Iran juga terus memicu kekhawatiran akan terjadinya inflasi.

AS. Tak hanya itu, Iran kembali saling melontarkan pernyataan keras pada akhir pekan sebelum akhirnya sepakat menghentikan aksi saling serang dan bertemu di Qatar pada Selasa turut berperan penting..

Mata uang Garuda menguat 0,20% ke posisi Rp17.870/US$.

Data tersebut akan menjadi petunjuk baru mengenai kekuatan pasar tenaga kerja sekaligus arah kebijakan The Fed ke depan…

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperhitungkan peluang 29,90% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat 28-29 Juli.

Kenaikan harga minyak ikut menopang permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman..

Meski terkoreksi tipis, posisi dolar AS masih berada di level tinggi..

Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (29/6/2026).

Kini, pelaku pasar menunggu rilis data nonfarm payrolls sekaligus tingkat pengangguran AS pekan ini..

// .

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah tipis 0,01% ke posisi 101,347 pada waktu yang sama.

Sementara itu, peluang suku bunga tetap dipertahankan berada di 70,10%..

Tekanan masih terasa meski indeks dolar AS pada pagi ini bergerak melemah tipis..

Perkembangan terkait Rupiah dan Ringgit Bersinar di Tengah Pelemahan Asia Terhadap Dolar AS akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By