Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Beras Dunia Mulai Panas Gara-Gara El Nino, RI Masih Aman? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Kekhawatiran tersebut muncul ketika rantai pasok global masih dibayangi ketidakpastian dari Timur Tengah.
Beras premium bergerak dari Rp15.473 menjadi Rp15.475 per kilogram pada periode yang sama.
Pemerintah menyebut angka tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah..
Angka tersebut naik 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tak hanya itu, lebih dari lima kali kebutuhan cadangan resmi pemerintah India untuk awal Juli turut berperan penting..
Kenaikan tersebut didorong oleh perluasan areal tanam. Di samping itu, hasil panen yang baik berkat kondisi cuaca yang umumnya mendukung juga perlu diperhatikan..
Sementara itu, impor jagung diproyeksikan mencapai 1,5 juta ton, didorong kebutuhan industri pakan ternak yang masih kuat..
Beras premium berada di Rp16.230 per kilogram.
Sejumlah negara produsen utama di Asia Tenggara mulai menghadapi ancaman pola cuaca El Nino yang diperkirakan memicu kondisi lebih panas. Tak hanya itu, lebih kering dalam beberapa bulan mendatang turut berperan penting..
Jumlah kabupaten. Selain itu, kota yang mengalami kenaikan harga beras juga bertambah dari 110 daerah menjadi 130 daerah…
Kondisi cuaca yang relatif mendukung di Pulau Jawa, sentra penghasil sekitar separuh produksi beras nasional, serta dukungan pemerintah melalui pupuk bersubsidi menjadi faktor pendorong produksi..
Produksi jagung 2025 diperkirakan mencapai 15,3 juta ton, sekitar 5% di atas rata-rata, seiring tingginya permintaan dari industri unggas domestik..
Kenaikan ini membawa harga beras ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan..
Filipina bahkan telah memperingatkan potensi penurunan produksi gabah hingga 700 ribu ton atau sekitar 3,5% dari target produksi tahunannya..
Keduanya masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Bagi petani, biaya produksi menjadi lebih tinggi.
Data perdagangan juga memperlihatkan permintaan internasional belum terlalu agresif.
Organisasi Pangan sekaligus Pertanian Dunia (FAO) bahkan menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara untuk musim 2025/2026…
Stok Ca. Selain itu, gan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog telah menembus sekitar 5,2 juta ton..
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa isu beras di Indonesia saat ini bukan terletak pada ketersediaan stok nasional..
Sebagai contoh, jalan dan jembatan.. sering terjadi ketika Di Aceh, Sumatra Utara,. Selain itu, Sumatra Barat, banjir dan longsor pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026 menyebabkan kerusakan lahan, hilangnya stok pangan, serta gangguan terhadap infrastruktur..
Di sisi perdagangan, FAO memperkirakan kebutuhan impor gandum Indonesia pada tahun pemasaran 2025/2026 mencapai 11,5 juta ton, mendekati rekor tertinggi.
Jakarta, CNBCΒ Indonesia- Harga beras dunia kembali bergerak naik pada perdagangan Selasa (23/6/2026)..
India, eksportir beras terbesar dunia, saat ini menyimpan stok beras pemerintah mencapai 68,43 juta ton per 1 Juni 2026.
Ekspor beras Thailand pada Januari-Mei 2026 turun 10,75% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun kelimpahan pasokan belum sepenuhnya tercermin pada harga di tingkat konsumen.
FAO juga melaporkan bahwa produksi padi Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar 59 juta ton, atau sekitar 9% di atas rata-rata historis..
Pasar kemudian memasukkan risiko tersebut ke dalam perhitungan harga beras berjangka..
Pasar merespons meningkatnya risiko cuaca di kawasan Asia.
Curah hujan yang lebih rendah dari normal pada akhir 2025 sempat menghambat penanaman, ditambah lagi dengan pertumbuhan tanaman di beberapa wilayah..
Meski demikian, kondisi pasokan global sebenarnya masih jauh dari kata sempit.
Kontrak beras acuan tercatat mencapai US$12,48 per hundredweight (cwt), naik 2,21% dibandingkan hari sebelumnya.
BPS mencatat rata-rata nasional harga beras medium pada pekan ketiga Juni mencapai Rp14.402 per kilogram.
Walaupun Kenaikannya memang tipis,, arah pergerakannya masih menanjak. masih menjadi prioritas..
// .
Stok yang besar ini menjadi penahan laju kenaikan harga dunia..
Produksi se. Di samping itu, g tinggi, gudang Bulog terisi penuh, dan posisi Indonesia di peta produksi dunia menguat. juga perlu diperhatikan..
Kenaikan ini didorong pertumbuhan jumlah penduduk. Tak hanya itu, konsumsi produk berbasis gandum yang terus meningkat turut berperan penting..
Situasi ini membuat harga beras dunia masih tercatat lebih rendah sekitar 8% dibandingkan posisi tahun lalu meskipun beberapa hari terakhir mengalami penguatan..
Persediaan pemerintah juga berada pada level yang belum pernah tercapai sebelumnya.
Di Indonesia, cerita yang berkembang berbeda.
Meski demikian, FAO mencatat sejumlah gangguan di Sumatra.
Ba, ditambah lagi dengan Pusat Statistik mencatat produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton, bertambah sekitar 4 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya…
Data harian Kemendag SP2KP memperlihatkan harga beras medium nasional tertimbang naik dari Rp13.809 per kilogram pada 19 Juni menjadi Rp13.818 per kilogram pada 22 Juni.
Menurut FAO dalam laporan Food Security Snapshot per 29 Januari 2026, prospek produksi padi. Selain itu, jagung Indonesia pada 2026 dinilai cukup baik..
Saat pasar global mengkhawatirkan produksi, Indonesia justru se. Di samping itu, g menikmati peningkatan pasokan juga perlu diperhatikan..
Lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang belum sepenuhnya normal membuat pasokan energi, ditambah lagi dengan pupuk tetap mahal…
Panen padi pertama yang menyumbang sekitar 55% produksi tahunan diperkirakan dimulai pada Februari 2026 dengan luas tanam di atas rata-rata lima tahun terakhir.
Tantangan berikutnya berada pada bagaimana pasokan yang melimpah tersebut dapat lebih cepat diterjemahkan menjadi harga yang lebih stabil di tingkat konsumen..
Perkembangan terkait Beras Dunia Mulai Panas Gara-Gara El Nino, RI Masih Aman? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Tarif Trump Tidak Sah, Harga Emas Naik Tembus US$ 5000 Lagi! | Equityworld Futures
- H-4 Lebaran Volume Kendaraan Melintasi Cianjur Meningkat | Equityworld Futures