Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Minyak Rusia “Kabur” Lewat Arktik, Selat Hormuz Makin Sepi yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Oleh sebab itu, pengiriman minyak melalui Arktik menjadi lebih efisien. menjadi konsekuensi dari Kondisi es yang relatif ringan tahun ini juga membuat navigasi lebih mudah,..
Pelaku pasar memperkirakan pengiriman minyak Rusia melalui NSR tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan 2025, didorong pertimbangan ekonomi. Di samping itu, geopolitik. juga perlu diperhatikan..
Proyek tersebut diperkirakan dapat menambah volume minyak yang dikirim melalui NSR.
Pengiriman melalui jalur Arktik berpotensi semakin besar setelah fase pertama proyek raksasa Vostok Oil milik Rosneft dijadwalkan beroperasi pada September..
Data Kpler menunjukkan angka tersebut jauh di bawah rata-rata 10 hari sekitar 12 kapal. Tak hanya itu, menjadi jumlah terendah sejak 5 Agustus. turut berperan penting..
Sebelum Iran menutup jalur tersebut setelah serangan AS-Israel dimulai pada 28 Februari, sekitar 130-140 kapal biasanya melintasi Selat Hormuz setiap hari..
Tahun ini, sedikitnya tujuh kapal tanker yang membawa sekitar 6 juta barel minyak mentah telah berlayar menuju Asia..
Sebaliknya, jalur selat Hormuz makin sepi..
Jalur ini biasanya hanya dapat dilalui pada musim panas, sekitar 1 Juli hingga 1 Oktober..
Saat ini, tujuh tanker yang menuju Asia melalui NSR terdiri dari enam kapal Aframax berkapasitas sekitar 750.000 barel sekaligus satu Suezmax berkapasitas sekitar 1 juta barel..
Namun, besaran minyak Vostok Oil yang akan diekspor tahun ini masih belum diketahui..
Hanya satu kapal pengangkut batu bara yang keluar dari selat, sementara tujuh kapal lainnya masih dalam perjalanan.
Pemilik kapal memilih menghindari Selat Hormuz di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah..
Oleh sebab itu, memudahkan navigasi, sementara masalah logistik di selat Hormuz. Di samping itu, laut Hitam mendukung pengiriman minyak mentah ke Rusia ke China melalui Arktik.” Kata seorang trader yang terlibat dalam pengiriman melalui NSR, dikutip dari Reuters. juga perlu diperhatikan. menjadi konsekuensi dari “Kondisi es tahun ini relative ringan,..
Dengan kondisi es yang relatif bersahabat, waktu tempuh yang lebih singkat ke China, serta gangguan di Hormuz. Selain itu, Laut Hitam, Jalur Laut Utara berpotensi berubah dari sekadar jalur musiman menjadi rute strategis baru bagi perdagangan energi Rusia…
Seluruh tujuh kapal yang masuk tercatat memilih rute melalui wilayah Iran..
Pembelian China berpotensi meningkat jika gangguan pasokan minyak Timur Tengah akibat konflik Iran terus berlangsung..
Tiga kapal berbendera Rusia, sementara lainnya berbendera Oman, ditambah lagi dengan Kamerun…
Jakarta, CNBC Indonesia – Rusia mulai menggenjot pengiriman minyak mentah ke Asia melalui Jalur Laut Utara (Northern Sea Route/NSR).
Jumlah kapal yang terpantau melintas di jalur strategis tersebut turun menjadi hanya 8 kapal pada Selasa, terendah dalam sepekan.
Kpler mencatat 30 kapal melintasi Bab al-Mandab pada Selasa, lebih tinggi dari rata-rata 10 hari sebanyak 25 kapal..
China menjadi tujuan utama minyak Rusia melalui NSR.
Sebagai contoh, China, hanya dengan sekitar dua minggu dibandingkan rute internasional melalui Terusan Suez sering terjadi ketika NSR dapat memangkas waktu perjalanan menuju Negara Asia..
Rusia dapat mengirim minyak ke China, ditambah lagi dengan pasar Asia lainnya tanpa melewati jalur yang berisiko menghadapi pemeriksaan, penahanan, maupun pembatasan dari otoritas Eropa terkait sanksi perang Ukraina…
Data LSEG mencatat 11 transit kapal pada Selasa, turun dari 14 kapal sehari sebelumnya..
Di saat Rusia memperbesar penggunaan jalur Arktik, lalu lintas kapal di Selat Hormuz justru anjlok..
Padahal, pengiriman minyak Rusia melalui jalur Arktik turun 4% pada 2025..
Volume minyak yang dikirim melalui NSR tahun ini sudah mencapai sekitar 850.000 ton, hampir setengah dari total sekitar 13 juta barel yang dikirim sepanjang musim pelayaran tahun lalu.
Ketika kapal semakin menghindari Selat Hormuz, Rusia justru memanfaatkan jalur Arktik sebagai alternatif untuk mempertahankan ekspor minyak ke Asia..
China menjadi salah satu penerima manfaat terbesar terjadi karena pelabuhannya lebih dekat dengan terminal ekspor Rusia di Timur Jauh dibandingkan pembeli minyak utama Asia lainnya…
Sementara Hormuz semakin sepi, lalu lintas kapal di Selat Bab al-Mandab, pintu masuk selatan Laut Merah, justru meningkat..
Angka tersebut sangat jauh dibandingkan kondisi normal.
Namun, konflik geopolitik membuat jalur tersebut semakin strategis.
NSR menghubungkan pelabuhan Rusia di bagian barat dengan pasar Asia melalui perairan Arktik.
Perubahan ini menunjukkan peta jalur perdagangan energi global mulai bergeser akibat konflik.
Perkembangan terkait Minyak Rusia “Kabur” Lewat Arktik, Selat Hormuz Makin Sepi akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Harga Emas Pegadaian Galeri 24, UBS dan Antam Hari Ini Banyak yang Naik
- BNI Tawarkan Diskon Belanja Ramadan hingga Rp70.000 | Equityworld Futures