0 0
Read Time:2 Minute, 55 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Masuk Zona Merah, Jatuh 3 Hari Beruntun Dihajar AS dan China yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

“Ketegasan ketua baru The Fed secara efektif menghapus dukungan dari faktor geopolitik, mengingatkan pasar bahwa kebijakan moneter tetap menjadi penentu utama arah harga.” Imbuhnya..

Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas merosot lebih dari 1% seiring penguatan dolar AS. Tak hanya itu, sinyal hawkish dari The Federal Reserve (The Fed) yang menekan logam mulia tersebut. turut berperan penting..

Dolar AS masih bertahan di level 100 dalam tiga hari terakhir.

Harga emas jatuh dipicu oleh menguatnya dolar Amerika Serikat (AS).

Hal ini disebabkan oleh libur Festival Perahu Naga (Dragon Boat Festival), sehingga berdampak pada aktivitas pasar menjadi lebih sepi., akibatnya Perdagangan di China daratan. Tak hanya itu, Hong Kong tutup. turut berperan penting…

Level tersebut masih dalam rentang level tertinggi dalam satu tahun terakhir.

// .

Sebanyak sembilan dari 19 pejabat bank sentral AS memperkirakan suku bunga acuan masih perlu dinaikkan tahun ini..

Secara keseluruhan, harga emas melemah 1,39% pada pekan ini.

“Reli emas yang dipicu kesepakatan damai AS-Iran terbukti tidak bertahan lama.

Artinya harga emas sudah jatuh tiga pekan beruntun.

Di pasar fisik, permintaan emas di India terpantau moderat pekan ini meski harga turun ke level terendah dalam dua setengah bulan terakhir. Selain itu, bergerak volatil..

Hal ini membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya..

Pelemahan ini memperpanjang tren negatifnya di mana harga emas jatuh 3,92% dalam tuga hari beruntun..

Dari sisi geopolitik, rencana perundingan AS-Iran di Swiss dibatalkan setelah Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan kunjungannya ke negara tersebut, menambah ketidakpastian terkait keberlangsungan gencatan senjata..

Sementara itu, China sebagai konsumen emas terbesar dunia justru beralih ke posisi diskon.

Penyebab utamanya adalah tidak memberikan imbal hasil bunga., sehingga berdampak pada Emas cenderung kehilangan daya tarik saat suku bunga tinggi terjadi…

Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini melihat peluang 87% kenaikan suku bunga AS pada Desember, naik dari 61% sebelum keputusan terbaru The Fed..

// .

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (19/6/2026) ditutup di posisi US$ 4160 per troy ons.

Kebangkitan dolar AS, yang didorong nada lebih hawkish The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh, kini menjadi pusat perhatian,” ujar Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, kepada Reuters..

Harga penutupan kemarin juga menjadi yang terendah sejak 10 Juni 2026..

Pan. Tak hanya itu, gan tersebut sejalan dengan sejumlah bank sentral global yang telah menaikkan atau memberi sinyal kenaikan suku bunga guna meredam tekanan inflasi yang dipicu perang Iran. turut berperan penting..

Perkembangan terkait Harga Emas Masuk Zona Merah, Jatuh 3 Hari Beruntun Dihajar AS dan China akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By