Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia Tak Kompak Lawan Dolar: Rupiah-Ringgit Terkapar, Won-Yen Perkasa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Penguatan lebih tipis terlihat pada dolar Singapura yang naik 0,10% ke SGD 1,286/US$, disusul baht Thailand yang menguat 0,09% ke THB 32,64/US$..
Dolar Taiwan juga bergerak positif dengan kenaikan 0,20% ke TWD 31,56/US$.
Sinyal The Fed yang lebih hawkish membuat imbal hasil obligasi AS naik, terutama tenor dua tahun yang sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari setahun.
The Fed memang mempertahankan suku bunga acuannya pada rapat Rabu waktu setempat.
Proyeksi kuartalan terbaru menunjukkan sembilan pejabat The Fed kini memperkirakan a. Tak hanya itu, ya kenaikan suku bunga hingga akhir 2026 turut berperan penting..
Dia menambahkan para pembuat kebijakan tidak merasa terikat sepenuhnya dengan proyeksi masing-masing..
Sementara itu, tekanan pada yuan China relatif lebih terbatas dengan koreksi 0,08% ke CNY 6,7632/US$..
Tekanan kembali datang setelah hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), mulai lebih hawkish..
Yen Jepang turut bertahan di zona hijau, meski hanya menguat tipis 0,01% ke posisi JPY 160,62/US$..
// .
Tekanan paling berat pagi ini menimpa rupiah.
Meskipun Hal ini disebabkan oleh pembuat kebijakan mulai melihat peluang kenaikanย Fed Fund Rate pada tahun ini., akibatnya, tetap saja, sikap bank sentral AS terlihat lebih hawkish…
// .
Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, dalam konferensi pers per, ditambah lagi dengan anya juga menyinggung perubahan cara komunikasi bank sentral kepada publik, termasuk soal dot plot atau proyeksi suku bunga para pejabat The Fed.ย Warsh menyebut proyeksi tersebut ditulis dengan pensil yang memiliki penghapus besar..
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat 0,21% ke posisi 100,299 pada waktu yang sama.
Peso Filipina juga masuk zona merah setelah terkoreksi 0,23% ke PHP 60,531/US$..
Selain itu, pernyataan kebijakan terbaru juga menghapus bahasa yang sebelumnya memberi sinyal kemungkinan penurunan suku bunga lanjutan pada 2026..
Di bawah rupiah, ringgit Malaysia ikut tertekan cukup dalam dengan pelemahan 0,49% ke posisi MYR 4,085/US$.
Pasar tenaga kerja AS masih solid, tingkat pengangguran bertahan rendah di 4,3%, sementara inflasi masih berada jauh di atas target The Fed sebesar 2%..
Pelemahan turut dialami dong Vietnam yang turun 0,21% ke posisi VND 26.319/US$.
Sikap tersebut muncul ketika data ekonomi AS masih menunjukkan kondisi yang cukup kuat.
Penguatan ini melanjutkan tekanan dari perdagangan sebelumnya.
Kondisi ini ikut memperkuat dolar AS. Selain itu, menekan ruang gerak mata uang negara lain, termasuk Asia…
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.25 WIB, dari 10 mata uang Asia, sebanyak lima mata uang melemah, sementara lima lainnya menguat terhadap dolar AS..
Mata uang Garuda melemah 0,73% ke posisi Rp17.860/US$, sekaligus menjadi mata uang dengan koreksi terdalam di Asia.
Pada Rabu (17/6/2026), DXY ditutup melesat 0,55% setelah hasil FOMC memberi sinyal The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga..
Won Korea Selatan justru menjadi yang paling kuat pada pagi ini setelah menguat 0,22% ke posisi KRW 1.523,82/US$..
Posisi tersebut membuat rupiah kembali menembus level Rp17.800/US$..
Namun, tidak semua mata uang Asia melemah.
Jakarta, Equityworld Futures – Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung beragam pada perdagangan Kamis (18/6/2026).
Perkembangan terkait Asia Tak Kompak Lawan Dolar: Rupiah-Ringgit Terkapar, Won-Yen Perkasa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Siapa Cai Qi? Sosok di Balik Kendali Akses, Keamanan dan Kekuasaan China
- Bahlil Pastikan Tak Ada Perubahan Harga BBM Bersubsidi | Equityworld Futures